
Ezra terus menatap pintu dimana Keyna diperiksa, jantung nya berdegup kencang takut terjadi sesuatu yang mengerikan kepaga Keyna.
"Nyonya Keyna pasti baik baik saja tuan, aku sangat yakin" Ucap Radit, Ezra menunduk menatap lantai.
"Sebaiknya kau pulang ke Mansion Utama, jemput Ghea. Suruh dia membawa pakaian Keyna, mungkin Keyna akan dirawat inap nanti" Perintah nya, Radit mengangguk mengerti lalu berlalu pergi.
Tak lama Radit pergi, Danu keluar dari ruangan itu bersama dengan Dokter Tari.
Ezra langsung menghampiri mereka, jantung nya berdegup kencang untuk mendengar bagaimana keadaan Keyna.
"Bagaimana keadaan Keyna?" Tanya nya,wajah nya terlihat gusar membuat Danu tersenyum tipis.
" Nyonya Keyna baik-baik saja, Tuan. Tapi beliau mengalami luka-luka di sekitar wajah karena tamparan yang cukup keras. Dan juga nyonya perlu istirahat agar bayi nya tetap baik-baik saja. Untung nya nyonya sangat melindungi kandungan nya dengan baik"jelas Dokter Tari, Ezra menghela napas lega.
Setelah menjelaskan tentang keadaan Keyna, Dokter Tari berlalu pergi. Danu mengajak Ezra untuk masuk kedalam ruangan keyna.
Ezra melihat Keyna yang terbaring di bed pasien, keadaan nya begitu lemah.
Ezra menghampiri sang istri, ia menggengam tangan Keyna erat, menghujami tangan itu dengan ciuman yang sangat tulus.
"Maafkan aku.. Aku benar-benar suami yang tidak berguna, aku bodoh" Ucap nya, air mata nya mengalir deras.
Hatinya semakin sakit kala melihat wajah Keyna yang babak belur, bekas tamparan sangat terlihat diwajah cantik itu.
"Chalista!"
"Iya kau benar, bro. Chalista dalang dari semua ini, bahkan dia menyuruh anak buah nya untuk memperkosa Keyna" Ucap Danu, mendengar itu membuat api kemarahan Ezra semakin menyala.
"Memperkosa?"
"Iya! Dia benar-benar iblis!"
Ezra mengepalkan tangannya, ia melihat Keyna yang tertidur pulas akibat obat yang diberikan Dokter Tari.
"Tapi kau tenang saja, chalista sudah di dalam penjara. Dia akan dapat hukuman yang pantas dan polisi tidak akan mudah melepas nya" Ucap Danu.
__ADS_1
"Terimakasih untuk hari ini, Danu. Aku benar-benar merasa sangat berterimakasih pada mu. Kalau tidak ada kau, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Keyna ku" Ucap nya, Danu menepuk bahu Ezra sebagai tanda persahabatan mereka.
Ezra mencium kening Keyna, ia mengusap lembut perut Keyna.
"Ah iya aku lupa, tadi kami melakukan USG. Dan kau tahu, anak mu boy" Ucap Danu dengan senyum bahagia nya.
Ezra sangat senang mendengar nya
"Hebat juga junior mu, begitu sembuh langsung bisa menghamili anak orang"
"Diam!"
Danu tertawa kencang, ia sangat bahagia dengan sahabat nya yang benar-benar sembuh bahkan akan menjadi seorang ayah.
Keyna terbangun,seketika Ezra langsung memegang tangan Keyna
"Kau baik-baik saja, sayang?" Tanya nya, bahkan Keyna masih mengumpulkan nyawa nya yang mungkin masih healing.
"Ada yang sakit? Mana yang sakit?katakan pada ku"tanya Ezra beruntun, Danu menggelengkan kepalanya melihat Ezra yang kelewatan panik.
"Aku baik-baik saja, Ezra" Sahut Keyna, ia tersenyum sangat manis kala melihat wajah Ezra lagi.
"Anak kita baik-baik saja, dan kau juga baik-baik saja. Itu sudah cukup bagiku" Ucap Ezra, Keyna menganggukkan kepalanya sambil menangis.
Keyna merasa bersalah kepada sang suami, karna ia tidak percaya dengan Ezra membuat nya menjadi seperti ini dan hanya merepotkan Ezra lagi.
Danu berlalu pergi, ia tidak kuat melihat keharmonisan rumah tangga itu. Membuat nya menjadi sakit, mengingat dirinya yang menyukai Keyna.
Keyna berusaha untuk duduk dibantu oleh Ezra, ia melihat Ezra yang sangat sigap menjaga nya dan selalu saja mengkhawatirkan dirinya.
Ezra menyeka air mata Keyna dengan tangannya, ia mengambil air minum di meja untuk Keyna.
"Banyak sekali yang ingin aku tanya, tapi jika kau belum merasa baik, jelaskan saja lain kali" Ujar Ezra,Keyna hanya diam menatap Ezra yang mengelus pipi nya yang terdapat bekas telapak tangan Chalista.
"Lagi-lagi pipi mu ditampar lagi.. Aku benar-benar tidak berguna.. " Lirih Ezra, Keyna menggelengkan kepalanya tidak setuju.
__ADS_1
"Kau suami terbaik, dan juga paling terbaik bagiku. Aku yang salah dengan kejadian ini, aku tidak percaya pada suami ku sendiri"jelas Keyna, Ezra mengernyitkan dahi nya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Keyna.
"Tidak percaya pada ku?" Tanya Ezra, Keyna mengangguk dengan air mata yang terus saja mengalir.
"Aku menemukan cincin di kantong jas mu.."
"Cincin? Astaga aku lupa" Potong Ezra, karena saat itu bertengkar dengan Keyna ia sampai lupa dengan tujuan nya untuk memberi kan hadiah itu kepada keyna.
"Sebenarnya cincin dan kalung itu untuk mu, aku lupa memberi nya pada mu." Jelas nya, Keyna percaya akan itu.
"Aku berpikir jika kau akan menikahi Chalista kembali, aku sudah menghubungi mu berulang kali untuk mendengar penjelasan mu. Tapi kau tak kunjung mengangkat panggilan ku" Kata nya,dengan wajah penuh bersalah. Ezra mencerna perkataan Keyna dengan serius.
Keyna menarik napas dalam untuk melanjutkan penjelasan nya
"Hingga Chalista menghubungi ku, dan mengatakan jika kau tidak pergi ke Surabaya tapi sedang bersama dengannya. Dengan bodoh nya aku percaya dengan perkataan nya, dan pergi dari Mansion Utama untuk membuktikan kecurigaan ku" Lanjut nya, Ezra menatap Keyna kecewa.
"Aku tahu aku salah.. Aku hanya.."
"Hanya tidak percaya pada ku, atau bahkan tidak akan percaya kepada ku selamanya?" Tanya Ezra, Keyna dapat melihat Ezra menatap nya dengan penuh kekecewaan.
"Bukan seperti itu, Ezra. Kau salah paham"
"Tidak, aku yakin kau tidak akan percaya pada ku. Aku tahu dengan kesalahan ku, dan aku tidak akan memaksa mu untuk percaya pada ku" Sanggah Ezra, ia melepaskan tangannya dari Keyna.
Ezra membelakangi Keyna, ia merasa kecewa pada sang istri yang masih saja tidak percaya dengannya sehingga membahayakan nyawa nya sendiri.
"Aku mengerti dengan kau yang tidak percaya pada ku, key. Jangan membahayakan nyawa mu demi kecurigaan mu itu, bagaimana kalau rencana Chalista tadi berhasil?"
Keyna terdiam, ia bingung harus menjawab apa
"Bagaimana kalau Danu tidak ada? Bagaimana?!" Tanya Ezra, Keyna mencoba meraih tangan Ezra tapi ia tidak sampai.
"Dengar Ezra! Aku pantas curiga karna kau juga.. "
"Iya kau pantas, sangat pantas. Aku mengerti dengan itu semua" Potong Ezra, ia menatap Keyna yang menatap nya dengan intens.
__ADS_1
Ezra tersenyum tapi Keyna sangat tahu itu bukan senyum bahagia melainkan senyum yang penuh dengan kekecewaan.
"Bagi mu apa hubungan suami istri, key? Apa?" Tanya Ezra, air mata nya mengalir deras. Membuat Keyna menjadi merasa sangat bersalah dan sangat menyesal.