Menikahi Duda Impoten

Menikahi Duda Impoten
111.Merayu Paksu(2)


__ADS_3

"Ini habiskan susu nya" Ucap Ezra, Keyna mengambil gelas susu itu lalu menenggak nya habis tak tersisa. 


Keyna memerhatikan Ezra yang menonton acara kartun itu, wajahnya terlihat lelah tapi tidak mengurangi ketampanan nya. 


"Suami ku sangat tampan" Puji keyna, Ezra menatap nya sebentar lalu kembali fokus ke layar itu. 


Keyna mendekati Ezra sehingga ia menempel pada pria itu. 


"Bajunya buka dong.. Aku ingin makai itu"pinta Keyna lagi, ia sangat suka dengan pakaian yang bau keringat Ezra. 


Ezra langsung membuka kemeja nya, lalu menyerahkan kepada Keyna yang sudah menunggu dengan wajah berbinar. 


Keyna sangat senang, ia langsung membuka pakaian pasien lalu memakai kemeja itu di hadapan Ezra. 


Ezra memalingkan pandangan nya, ia tidak ingin melihat keyna seperti itu, bisa roboh pertahanan nafsu nya nanti. 


Keyna seolah-olah memeluk dirinya sendiri, kemeja Ezra yang bau sangat nyaman bagi nya. 


Keyna merasa nyaman sedangkan Ezra bertelanjang dada, ia tidak membawa pakaian ganti. 


Ezra mengambil tote bag yang dibawa Ghea tadi, ia melihat ada kaos oblong nya yang mungkin sengaja Ghea bawakan untuk nya. 


Ezra langsung memakai nya, tiba-tiba saja keyna memeluk nya erat. Menempel bak perangko, Ezra hanya terdiam dengan sikap keyna yang ameh ini. 


Keyna mencium aroma tubuh Ezra yang sangat membuat nya nyaman, ia terus menempel pada Ezra hingga tertidur dalam dekapan sang suami. 


Ezra merasakan deru napas keyna yang mulai teratur, ia tersenyum tipis. 


"Kalau lagi marah aja sikap manja nya itu keluar" Ucap nya, Ezra menggendong keyna lalu merebahkan dirinya diatas bed pasien. 


Bahkan keyna tidak terusik dengan aktivitas Ezra yang sedang menghujami wajah nya dengan ciuman bertubi-tubi. 


"I love you" Bisik Ezra, ia berencana untuk terus mendiamkan Keyna. Karna ia ingin tahu apa yang akan dilakukan istri mungil nya untuk membujuk dirinya. 


••


Pagi hari Keyna terbangun dari tidur nya kala cahaya terik matahari menyilaukan mata nya. 


Keyna bangkit dan duduk, ia menguap sambil melihat-lihat ruangan nya. Dan keyna tidak melihat Ezra dimana pun,membuat nya menjadi panik. 


"Ezra!" Panggil nya, tapi tidak ada sahutan. Keyna semakin panik, ia takut di tinggalkan pria itu lagi. 


Saat keyna ingin turun dari bed pasien, Ezra datang dengan membawa berbagai makanan. 


"Kau dari mana?" Tanya keyna, Ezra menunjukkan berbagai bungkus makanan yang ia bawa. 


Keyna menatap nya kesal, tapi pria itu tidak menghiraukan nya. 


"Lain kali kalau mau pergi beri tahu aku" Ucap keyna, Ezra memotong buah-buahan yang ia bawa tadi. 


"Kau juga tidak pernah pamit pada ku, untuk apa aku melakukan itu" Jawab nya, Keyna seketika terdiam, perkataan Ezra membuat nya sedikit terpojok. 

__ADS_1


"Aku kan sudah minta maaf" Lirih nya, Ezra tersenyum tipis sambil memberikan potongan buah apel dan pir kepada Keyna. 


"Makanlah buah nya dahulu, setelah itu makan bubur. Kita akan pulang sebentar lagi" Ucap Ezra, keyna mengangguk saja. 


Keyna ingin sekali Ezra yang dulu, manja kepada nya dan selalu posesif kepada nya. 


Keyna tidak suka dengan Ezra yang seperti ini, tapi ia malu untuk protes kepada pria itu. Ezra berubah juga karna ulah nya, andai keyna percaya padanya mungkin hal ini tidak akan terjadi. 


Setelah keyna selesai makan, dokter Danu masuk bersama dengan dokter Tari. 


"Waktunya kita periksa ya nyonya" Ucap Tari, Keyna mengangguk saja. 


Tari memeriksa kandungan Keyna yang sudah memasuki trimester ke dua. 


"Semua bagus nyonya, tetap jaga diri dan jangan banyak beraktivitas yang berat-berat" Jelas nya. 


"Lalu apa lagi dok? Mari kita bicarakan diluar" Ajak Ezra, dokter Tari berlalu keluar kamar bersama dengan Ezra. 


Dari celah pintu yang sedikit terbuka, Keyna dapat melihat Ezra yang sedang berbicara kepada Tari. 


"Key.. Kenapa wajah mu terlihat masam begitu?" Tanya Danu, keyna menarik napas dalam-dalam. 


"Ezra marah pada ku kak, dari kemarin loh" Jawab nya, Danu tersenyum kecil. 


"Aku akan memberi ide brilian pada mu, agar Ezra tidak marah lagi"


"Ide mu kak?aku tidak akan percaya lagi pada mu." Tolak keyna, Danu menautkan alisnya. 


"Kemarin saja aku minta solusi malah kau membuat ku dalam posisi ini" Ucap keyna, seketika Danu ingat dengan yang dimaksud keyna. 


"Hehe maafkan kakak, ya.. Begini, cara merayu Ezra itu mudah"


Keyna menjadi penasaran, ia sudah putus asa membujuk pria itu. 


"Apa kak? Beri tahu aku"


Danu berbisik kepada Keyna, wanita itu mengangguk paham dengan yang dijelaskan oleh Danu. 


"Kau yakin akan berhasil?" Tanya keyna, Danu mengangguk mantap. 


"Pasti sangat manjur" Jawab nya, melihat wajah Danu membuat nya menjadi yakin. 


"Oke semangat berjuang ya.. Semoga berhasil" Ucap Danu, pria itu berlalu pergi. 


Keyna tersenyum senang karna sudah menemukan ide brilian dari kak Danu, ia sudah tidak sabar untuk bereaksi malam nanti. 


Tepat di tengah hari, Ezra dan Keyna pulang ke Mansion Utama. Disana sudah ada Renata dengan Rose yang menunggu kedatangan mereka. 


Rose memijat tangan Keyna yang berbaring di kamar nya, serta Renata yang sedari tadi terus menceramahi sang putrinya. 


"Kau itu harus bersikap baik pada suami mu, key.. Ibu lihat, Ezra sudah benar-benar berubah" Ucap Renata, Keyna mengangguk saja. 

__ADS_1


"Ini dibilangin ngangguk mulu tapi ngga di dengerin"


"Ibu.. Keyna dengar, dan keyna juga menyesal kok dengan apa yang keyna lakuin hanya karna curiga dengan Ezra" Jelas nya kepada sang ibu, rose tersenyum tipis mendengar perdebatan kecil antara ibu dan anak itu. 


"Ibu Renata, jangan terus salahkan keyna dalam hal ini. Ezra juga salah, sudahlah" Timpal rose, Renata tersenyum saja. 


Renata sangat bersyukur putrinya memiliki mertua yang baik dan selalu saja mendukungnya dalam hal apapun. 


"Ezra dimana ma, bu?" Tanya keyna kepada kedua orang tua nya. 


"Tadi Ezra mama lihat lagi bicara dengan Radit di lantai bawah, mungkin membahas soal masalah perusahaan di Surabaya" Sahut rose, Keyna rindu dengan wajah tampan itu.


Keyna berbincang dengan Rose dan Renata,mereka membahas tentang menjaga kehamilan dan juga cerita tipis-tipis mengenai lahiran nanti. Keyna sudah tidak sabar menyambut boy, rasanya ia ingin sekali cepat mencapai posisi itu. 


Malam hari Keyna makan malam seorang diri di kamar, dengan Ghea yang menemani nya. 


Ezra sedang sibuk mengerjakan dokumen nya, bahkan sedari tadi siang Keyna tidak melihat Ezra sama sekali. 


"Ghea.." Panggil nya, sang pemilik nama yang sedang menatap ponsel dengan tangan ditekuk wajah tidak mendengar panggilan Keyna. 


"Ghea!" Panggil Keyna lagi, seketika Ghea tersadar, ia menatap Keyna yang menatap nya juga dengan heran. 


"Kok tumben melamun? Ada masalah kah?" Tanya Keyna, Ghea mengangguk mantap. 


"Aku ingin kuliah, key" Jawab nya, Keyna kira Ghea melamun karna memikirkan Radit. 


"Kalau pengen kuliah aja melamun nya ngga gitu, Ghea.. Pasti kamu mikirin Radit" Ucap Keyna, seketika Ghea mengangguk mantap. 


"Aku seperti nya tidak akan menyukai nya lagi, semakin lama aku semakin merasa kalau dia sangat susah untuk ku gapai" Curhat nya, Keyna mencerna curhatan Ghea dengan baik. 


"Aku dan dia beda kasta, banyak sekali perbedaan kami key" Lanjut nya, keyna mengerti dengan posisi itu. 


"Aku juga kalau tidak karna hutang tidak akan bisa menikah dengan Ezra, dan kau tahu aku tidak langsung bahagia dalam pernikahan ku" Ucap Keyna, Ghea menjadi terharu dengan perjuangan Keyna selama ini. 


"Jangan pikirkan yang aneh-aneh, lakukan apa yang perlu kau lakukan saja. Nanti soal itu aku yakin ada Takdir yang bekerja" Ucap Keyna, Ghea mengangguk setuju. 


"Baiklah, kau sudah selesai makan kan? Aku mau tidur ni.."


"Sudah, susu nya juga sudah habis"


Ghea mengambil nampan, menata rapi piring dan gelas di benda itu lalu pergi dari kamar Keyna untuk beristirahat. 


Keyna melihat jam yang menunjukkan pukul 22:00, tapi sang suami tidak juga masuk ke kamar. 


"Apa dia akan tidur di ruang kerja nya? Apa semarah itu dia pada ku?" Tanya keyna pada dirinya sendiri, tiba tiba ide dari Danu muncul dibenak nya. 


"Akan ku coba" Ucap nya, Keyna bangkit menuju walk in closet untuk mengerjakan rencana merayu sang suami. 


"Jangan panggil aku Keyna Adinata kalau ini tidak berhasil" Ucap nya sambil bercermin dikaca. 


"Ayo boy, dukung mama mu ini dalam misi merayu ayah mu" Ucap nya sambil mengusap usap perut nya. 

__ADS_1


__ADS_2