Menikahi Duda Impoten

Menikahi Duda Impoten
114.Gara-gara Mangga muda


__ADS_3

Ghea sangat malu karena aktivitas mengintip serta menguping nya kepergok oleh Ezra dan Keyna. 


"Aku tadi ingin menghampiri mu di meja makan, Tuan. Tapi aku tidak sengaja melihat dia, jadi aku penasaran apa yang dilakukan oleh nya" Jelas Radit, Ghea melotot tak percaya kala Radit menumpahkan segala kesalahan ini pada nya. 


"Sudahlah, Ezra. Ini hanya masalah kecil jangan terlalu dipermasalahkan" Ucapan Keyna membuat Ezra tidak jadi marah, ia menatap Radit tajam, pria itu menunduk menatap lantai. 


Sementara Ghea menghela napas lega kala Keyna berhasil merayu Ezra agar tidak memarahinya. Tapi, ia tetap dendam kepada Radit. 


"Kau jangan terlalu banyak gerak ya, sayang. Aku ke Kantor dulu" Ucap nya, mencium kening sang istri. Keyna tersenyum sambil mencium tangan sang suami. 


Ezra berlalu pergi disusul oleh Radit di belakang nya, Keyna dan Ghea menatap kepergian dua pria bertubuh tegap itu. 


"Aku dendam sekali dengan kak Radit"ucap Ghea, dan keyna yang mendengar ucapan Ghea tertawa kecil. 


"Sudahlah, dari pada terus memikirkan Radit lebih baik kita duduk bersantai menikmati hari ini" Ucap keyna, Ghea mengangguk setuju. 


Mereka bercerita di Gazebo halaman samping sambil bercerita,menikmati hari yang sangat cerah.


••


Tepat siang hari Ezra baru selesai dengan segala rapat penting dan masalah masalah yang ada di Perusahaan nya. 


Ezra seketika baru teringat jika ia belum mencari keinginan sang istri. 


"Radit" Panggil nya, sang pemilik nama yang sedang sibuk menata dokumen seketika menatap sang Tuan Muda. 


"Ada apa, Tuan?" Tanya nya. 


"Aku sudah tidak ada jadwal penting kan?" Tanya nya lagi, Radit memeriksa tabloid nya yang tergeletak di meja. Lalu ia meriksa daftar kegiatan Ezra hari ini, setelah memeriksa ia menatap sang Tuan Muda dengan senyum manisnya. 


"Hari ini jadwal mu padat, Tuan. Bahkan sangat padat, para kolega penting sudah lama merencanakan rapat ini. Sehingga kita tidak bisa mengundur jadwal nya lagi" Jelas Radit, Ezra memijat pelipis nya. 


"Semenjak kehamilan Nyonya keyna, kau menjadi malas bekerja Tuan" Ucap nya asal, sontak Ezra menatap nya tajam. 


"Kau sudah bosan hidup, ha?!" Hardik nya, seketika Radit memohon ampun beserta maaf kepada sang Tuan. 


"Setelah kau menikah nanti pasti kau akan merasakan apa yang saat ini aku rasakan. Rasanya ingin sekali dekat dengan istri ku dan mengelus perut nya" Ucap nya, membayangkan nya saja sudah membuat hati Ezra bahagia. 


"Seandainya kau masih saja bodoh, Tuan. Masih saja bersama dengan Chalista dan masih mengabaikan Nyonya Keyna" Ucap nya, melihat Ezra hanya diam melamun membuat Radit melanjutkan ucapannya. 

__ADS_1


"Apa mungkin kau Sebahagia ini?" Tanya nya, Ezra tersenyum tipis sambil menatap Radit. 


"Aku sangat yakin, aku tidak akan bahagia bersama nya. Aku hanya bahagia bersama dengan Keyna," Ucap nya, ia memegang cincin pernikahan nya yang terpasang di jari manis nya. 


"Aku mencintai nya, dia segala nya bagi ku. Dulu aku benar-benar bodoh, menyiksa nya tanpa ampun hingga melakukan Keyna secara tidak kemanusiaan"ucap nya, mengingat itu membuat wajah Ezra seketika terlihat sedih. 


" Mengingat itu Radit, terkadang aku merasa seperti mimpi ada di posisi ini bersama dengan Keyna. Aku beruntung memiliki istri seperti dia,aku diberi kesempatan berulang kali oleh nya. Aku akan memberikan segala nya atau bahkan nyawa ku sendiri untuk nya dan boy"lanjut nya, mendengar itu hati Radit menjadi hangat. 


"Aku tidak menyangka kau bisa merangkai kata cinta seperti itu, Tuan. Jika kau mengatakan hal ini di hadapan Nyonya Keyna, aku yakin pasti dia akan sangat senang"


"Aku tidak bisa berkata kata dihadapan nya, rasanya aku gugup sekali"ujar nya, pengakuan itu membuat Radit tertawa. 


" Bagaimana bisa, Tuan? Kau adalah CEO terkaya di dunia ini, bagaimana bisa hanya mengatakan cinta saja kau tidak mampu?"tanya Radit dengan sedikit tertawa, Ezra memalingkan wajah nya malas mendengar ejek kan Radit. 


"Dengar! CEO adalah pekerjaan, jangan kau bandingkan dengan ucapan cinta"kata nya, Radit menganggukkan kepalanya saja. 


Radit menunjukkan jam di tabloid nya. " Setengah jam lagi Meeting akan dimulai Tuan"ucap nya, Ezra mengangguk paham. 


"Soal keinginan Nyonya, setelah selesai Meeting akan kita cari" Lanjut nya, Ezra memberikan jempol nya kepada sang asisten pribadinya.


••


Keyna duduk di Gazebo depan dengan wajah ditekuk, ia kesal sekali lagi-lagi Ezra tidak menepati janji nya. 


"Aku rasa Tuan Muda sedang sibuk, Key" Ucap Ghea, ia membawa nampan berisi susu untuk Keyna minum. 


"Aku tahu, tapi dia sudah berjanji kepada ku. Sekarang aku membayangkan makan mangga muda itu, Ghea.." Lirih nya, Ghea sangat tahu dengan keinginan bumil yang tidak bisa ditahan sedikit pun. 


"Sabarlah.. Katakan pada boy untuk bersabar" Ucap nya, mendengar itu Keyna menarik napas nya dalam-dalam agar kemarahan dihati nya mereda. 


Sampai malam Keyna menunggu hingga tidak mandi atau makan sedari siang. Hanya meminum susu, itu pun karna dipaksa oleh Ghea. 


Keyna menatap pintu masuk dengan menggigit kuku jari nya, ia geram sekali dengan Ezra yang tidak pulang sudah hampir larut malam. 


Keyna menatap jam dinding menunjukkan pukul 22:30, tapi Ezra juga belum terlihat. 


Ghea menghampiri Keyna dengan membawa makan malam nya, ia tersenyum kecil kala melihat Keyna yang terus saja menatap pintu masuk. 


"Key.. Makan lah dulu, kasian loh sama boy kalau kamu ngga makan" Rayu Ghea, Keyna mengangguk lagian ia juga sudah sangat lapar. 

__ADS_1


Keyna makan secara paksa,perut nya sudah sangat lapar tapi memang hatinya sangat menginginkan mangga muda yang dirujak. Membayangkan nya saja sudah membuat air liur nya menetes, tapi Ezra malah memberi harapan palsu padanya. 


Keyna mendengar suara mobil Ezra, seketika ia bangkit dan berjalan cepat menuju keluar Mansion untuk melihat sang suami. 


Ezra yang baru saja turun dari mobil sedikit terkejut saat melihat Keyna yang berjalan dengan langkah cepat kearah nya. 


Wanita itu langsung memeluk nya erat, dengan senyum tipis nya Ezra membalas pelukan itu. 


"Sayang.. Jangan berjalan seperti itu,aku takut kau terjatuh nanti" Ucap Ezra memperingati sang istri, Keyna terus memeluk Ezra erat mencium aroma sang suami. 


"Kau belum mandi?" Tanya Ezra, ia melihat Keyna yang masih memakai baju pagi tadi. 


Keyna tidak menjawab, ia memeluk Ezra erat hingga pria itu tidak bisa bergerak sedikit pun. 


Radit menghela napas panjang sambil membawa kantong plastik berisi mangga muda pesanan Keyna. 


Ezra mengangkat tubuh Keyna dari pelukan nya hingga berada didalam gendongan nya ala bridal style. Karena takut terjatuh, Keyna mengalungkan tangannya di leher Ezra. 


"Kau begitu merindukan ku, hmm?" Tanya nya berbisik ditelinga Keyna, wanita itu merasakan sedikit geli kala Ezra mencium telinga nya. 


Keyna heran kemana kemarahan nya pergi, padahal ia sudah berencana akan marah besar kepada Ezra yang sudah memberikan harapan palsu padanya. 


Ezra membawa Keyna menuju ruang tengah dengan Radit yang mengikuti dibelakang nya. 


Keyna duduk di sofa, ia meraih tangan Ezra untuk duduk disebelah nya. 


"Kenapa kau lama sekali pulang nya? Aku menunggu mu sedari tadi.." Tanya nya dengan wajah sedih, Ezra mengelus pipi Keyna yang semakin membulat saja semenjak kehamilan nya. 


"Pekerjaan Kantor menahan ku, sayang.. Sebenarnya aku sudah pulang saat petang tadi, tapi ada kendala diperjalanan" Jelas nya, Keyna menatap Ezra intens kala pria itu mengatakan ada kendala diperjalanan nya menuju Mansion. 


"Mangga muda ini yang membuat kami terlambat pulang, Nyonya muda" Timpal Radit, seketika Keyna menatap kearah nya. 


"Aku menunggu mangga muda itu dari siang, aku ingin sekali.." Ucap Keyna, Radit memberikan kantong plastik itu kepada Keyna. 


"Aku akan menceritakan semua kepada mu Nyonya, agar kau tahu pengorbanan Tuan untuk mendapat kan nya" Ujar Radit. 


"Aku sudah katakan pada mu, untuk melupakan saja kejadian tadi bukan?" Tanya Ezra dengan wajah penuh ancaman, tapi seketika hilang kala Keyna melotot kearah nya. 


Ghea datang dengan membawa teh untuk Ezra dan Radit, lagian ia juga ingin mendengar hal apa yang akan dikatakan pria itu. 

__ADS_1


Radit tersenyum bahagia kala ia melihat Tuan Muda nya yang sudah tidak berkutik disamping Keyna, ia sangat antusias menceritakan kejadian tadi kepada Nyonya muda nya.


__ADS_2