
"Kenapa kau tidak mengatakan nya sedari tadi?" Tanya Ezra penuh mengintimidasi dengan pemilik mangga muda itu.
Pemilik mangga muda itu menelan saliva nya, ia seketika takut saat melihat wajah Ezra.
"Maafkan saya, Tuan.." Ucap nya sambil menunduk hormat kepada Ezra.
Ezra hanya menghela napas panjang, ia bangkit lalu berjalan menuju pohon mangga yang masih kecil itu.
Bahkan hanya dengan sedikit men jinjit Ezra sudah berhasil mendapatkan nya, Radit memberikan uang yang sangat banyak kepada pemilik mangga muda itu.
"Sekali lagi Terima kasih ya, pak" Ucap Radit, pemilik mangga muda itu mengangguk mantap lalu berlalu pergi masuk kedalam rumah nya.
Setelah merasa cukup dengan mangga muda itu, Ezra menyerah kan nya kepada Radit.
"Astaga hampir 2 jam kita bergulat dengan pohon ini, Tuan" Ucap Radit, Ezra mengangguk mengiyakan.
"Ayo kita segera pulang, aku sudah sangat merindukan istri ku"ajak nya, mereka berlalu pergi menuju mobil nya.
Flashback off
Mendengar cerita Radit Keyna tertawa terbahak-bahak, hingga memegangi perut nya yang kram akibat tertawa terlalu kencang.
Ghea terkekeh saja, sambil tersenyum mengejek Radit yang sedang menatap nya tajam.
"Kau menertawakan ku, sayang?" Tanya Ezra dengan wajah memelas, seketika tawa Keyna terhenti.
Keyna meraih wajah sang suami, ia mengecup bibir Ezra sekilas lalu mencium kening nya. Diperlakukan seperti itu membuat Ezra tersipu malu, ia langsung tersenyum lebar dengan menatap Keyna intens.
"Ayo kita ngerujak" Ajak Keyna.
"Tapi ini sudah malam Nyonya, mana ada orang ngerujak malam malam" tolak Radit, seketika ia mendapatkan tatapan tajam dari sang Tuan Muda.
" Salah sendiri mencari mangga ini sampai malam hari. Aku ngga mau tahu, intinya kita harus ngerujak bersama-sama sekarang juga!"ucap nya dengan penuh penekanan, Ezra mengangguk setuju.
"Ghea, sediakan barang-barang yang dibutuhkan. Dan ajak pak Mus sekalian yaa"perintah Ezra, Ghea mengangguk mengerti.
Radit terus saja menatap Ghea yang sudah berlalu pergi, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Keyna dan Ezra mengupas mangga muda itu, mereka saling bercerita sambil Keyna sedikit tertawa karna ulah Ezra.
Radit senyum-senyum sendiri melihat nya, sejujurnya ia iri dengan ke romantisan itu.
Tak lama Ghea datang dengan pak Mus. Pak Mus membawa ulekan dan Ghea yang membawa bahan-bahan lain.
Keyna sangat bahagia, walaupun sudah tengah malam tapi momen seperti ini sungguh sangat menyenangkan bagi Keyna.
__ADS_1
Pak Mus mengulek bumbu, Ghea dan Radit mengupas buah-buahan yang lain.
Radit memotong buah jambu sambil menatap kearah Ghea, sehingga pisau itu melukai tangannya sendiri.
"Auuhh.." Rintih nya, seketika semua orang menatap kearah Radit yang kesakitan.
Ghea langsung meraih tangan Radit yang kebetulan pria itu berada di samping nya.
Ghea mengisap darah Radit yang keluar dari tangan yang terkena pisau, hal itu membuat Radit dan lain sedikit terkejut.
Setelah itu, Ghea bangkit mengambil P3K, ia memasang perban ditangan Radit yang terluka.
"Hati-hati dong kak, untung nya luka nya tidak terlalu dalam" Ucap nya, Radit mengangguk mantap sambil menatap Ghea heran.
Keyna memberi kode kepada Ezra, tapi pria itu terlihat tidak mengerti dengan apa yang dimaksud sang istri.
"Apa sayang?" Bisik nya, keyna berdecak sebal karena suami nya ini sungguh tidak bisa menggunakan kode isyarat.
"Kau ini, cepat pojokkan mereka. Aku yakin ada rasa antara mereka berdua" Bisik Keyna, melihat tatapan tajam sang istri membuat Ezra terpaksa melakukan nya.
"Wah Ghea, kau sungguh sangat perhatian dengan Radit, yaaa.." Ucap Ezra, seketika Ghea menunduk malu dan Radit yang masih saja menatap nya.
"Kalian terlihat sangat serasi loh.. Kenapa ngga bersama saja?" Tanya Keyna.
"Tidak mungkin"
Jawab mereka secara bersamaan, seketika dua orang itu menatap satu sama lain.
"Tidak mungkin aku dan kak Radit bersama, kami berbeda" Jelas Ghea, Radit juga mengangguk setuju.
"Itu benar, dan aku tidak mencintai Ghea Nyonya" Jelas Radit.
Ezra menghela napas panjang menatap kearah Radit yang masih ter selimut gengsi seperti dirinya dulu.
"Sudah jangan membahas hal lain, ayo makan rujak ini" Ucap pak Mus, seketika mata Keyna berbinar senang.
Keyna dan lain makan dengan lahap, sambil cerita sedikit mengenai hal lucu.
Keyna sangat bahagia dengan momen seperti ini, apa lagi melihat Ezra yang ternyata sangat ramah tidak seperti dulu yang angkuh dan seperti tidak bisa tersentuh sedikit pun.
Setelah makan rujak bersama, mereka kembali istirahat di kamar masing-masing.
Ezra dan Keyna sedang berbaring diatas kasur saling berpelukan erat.
Keyna berbantal tangan kekar sang suami, ia menatap langit-langit kamar.
__ADS_1
"Kau baru tahu jika Ghea menyukai Radit?" Tanya Ezra, seketika Keyna duduk sambil menatap Ezra yang berbaring.
Ezra ikut bangkit, ia duduk berhadapan dengan Keyna yang menatap nya intens.
"Ghea menyukai Radit jauh sebelum kau ada disini, saat aku masih bersama dengan Chalista di awal menikah" Jelas nya, Keyna mendengar kan penjelasan Ezra dengan seksama.
"Aku mengetahui nya saat di Mansion kedua, pertama kali aku bertemu dengannya aku sudah tahu tatapan Ghea yang berbeda saat melihat Radit"ucap Keyna, Ezra mengusap rambut Keyna yang sangat harum.
" Ghea dan Radit tidak akan bersama, bukan hanya karna kasta tapi karna hal lain"ujar Ezra, ia sangat tahu dengan kehidupan Radit yang sudah lama bekerja sebagai orang kepercayaan nya.
"Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanya Keyna, bukannya menjawab pertanyaan sang istri Ezra sudah membuka kancing piyama Keyna hingga kebawah.
Keyna menatap Ezra tajam, tapi ia dapat melihat kilatan kabut gairah di mata sang suami.
Keyna berbaring, dan Ezra melum** bibir nya dengan penuh menuntut, Keyna bahkan kewalahan membalas nya.
Setelah puas dengan ciuman itu, Ezra menatap Keyna dengan tatapan sayu
"Sayang.. Izinkan aku menjenguk boy ya"pinta nya, Keyna mengangguk pelan sambil menenggelamkan wajah Ezra di dada nya.
Pergulatan panas kembali terjadi, seperti tidak ada puas nya satu sama lain. Ezra benar-benar tidak menyangka senikmat ini merasakan gairah berhubungan.
"Terimakasih sudah hadir didalam kehidupan ku" Ucap nya sambil mengecup kening Keyna.
Mereka baru selesai dengan percintaan panas itu, Keyna memeluk Ezra erat sambil tersenyum tipis. "Lain kali pelan pelan dong, sayang.. Takut nya boy bisa terluka loh" Ucap Keyna. Seketika Ezra langsung bangkit untuk melihat perut Keyna.
"Apa aku menyakiti mu?" Tanya nya, dengan wajah panik dan seperti sangat khawatir.
Keyna menggelengkan kepalanya cepat, sungguh sangat bahagia dikhawatirkan oleh Ezra seperti ini.
"Kau tidak menyakiti ku, hanya saja tadi gerakan mu terlalu cepat hingga milikku terasa ngilu" Jelas Keyna, Ezra menghela napas lega.
"Maaf kan ayah ya sayang.. Kalau sudah bersama mama mu, ayah tidak bisa menahan diri" Ucap nya di perut Keyna, ia mengelus lembut perut sang istri berharap boy mau menendang lagi seperti kemarin.
Tapi sekian lama Ezra menunggu, Boy juga tidak kunjung memberikan kode kepada sang ayah. Ezra menatap Keyna dengan tatapan sedih, Keyna tahu arti tatapan itu.
"Mungkin boy sudah tidur, karna ayah nya juga habis jenguk kan" Ucap Keyna, ia mengelus tangan Ezra yang berada di atas perutnya.
Ezra tersenyum sangat lebar, ia menatap Keyna yang berbaring sambil menatap nya
"Kau sangat cantik" Puji nya, Keyna menahan rasa salah tingkah nya dihati. Jujur, hati nya saat ini seperti ingin terbang dari tubuh nya karena dipuji serta ditatap seperti ini oleh Ezra.
"Kau juga tampan" Puji Keyna balik, Ezra berbaring disebelah Keyna, ia membawa Keyna kedalam dekapannya.
Keyna sangat nyaman dengan posisinya saat ini, Ezra tiada henti mengecup kening dan wajah nya membuat Keyna benar-benar terganggu. "Kalau kau terus cium aku, gimana aku mau tidur?" Keluh nya, seketika Ezra menghentikan aktivitas nya.
__ADS_1
Ezra terkekeh saja, ia tidak bisa menahan diri saat sedang bersama sang istri. Kalau Keyna sedang tidak hamil, mungkin akan membawa wanita itu ke dalam pergulatan panas sampai pagi.