
Chalista tertawa kencang kala melihat Keyna yang terbaring tidak sadarkan diri di lantai dengan tangan serta kaki yang diikat.
Chalista semakin marah kala melihat perut Keyna yang bulat sama seperti dirinya
"Jadi wanita ini hamil? Hamil anak Ezra? Sial**!!" Sentak nya, Chalista menendang kaki Keyna hingga sang empu terbangun.
Karena Keyna belum sadar diri sepenuh nya, Chalista menyiram wajah Keyna dengan air sehingga membuat wanita itu terbatuk karena air memasuki hidung nya.
"Uhuk.. Uhuk.. "
Keyna melihat sekeliling, ia merasa asing.
"Sudah bangun pelakor?"
Suara itu membuat Keyna seketika terdiam, ia melihat Chalista yang berjalan kearah nya dengan tatapan membunuh.
"Chalista?"
"Ya aku Chalista! Orang yang telah kau hancurkan kebahagiaan nya!" Teriak nya, Keyna tersentak mendengar suara teriakan wanita itu.
"Bahkan kau hamil anak Ezra? Hahahha kau kira aku akan membiarkan Ezra menjadi ayah dari rahim mu? Tidak! Keyna tidak!" Teriak nya lagi, keyna berusaha melepaskan ikatan ditangannya, tapi sayang nya tenaga nya lemah.
"Dengar Chalista! Soal kau dan Ezra bukan hanya Ezra yang salah! Kau juga mengkhianati nya! Kau harus ingat itu!"
"Mengkhianati? Aku?" Tanya nya, ia menangkup wajah Keyna, mencengkram nya dengan erat membuat Keyna meringis kesakitan.
"Le-le-lepp-pas kak"
Chalista menghempaskan wajah Keyna, melayangkan satu tamparan keras dipipi itu.
Keyna meringis kesakitan, bukan itu saja.
Chalista menampar pipi Keyna kanan dan kiri sampai keluar darah dari hidung wanita malang itu.
"Aku akan mengambil Ezra dari mu! Aku tidak akan membiarkan mu bahagia bersama dia!"
Keyna hanya diam, semakin ia bicara Chalista semakin menyakiti nya.
"Vere, Jackie! Cepat perkosa wanita ini sampai anak nya gugur!" Perintah nya, dua orang itu datang dengan senyum yang sangat bahagia.
Keyna mundur dengan mengesot, ia meminta pertolongan pada Chalista, tapi sial nya wanita itu malah semakin tertawa kencang.
"Mantap ni bos.. Kita bakal ngerasain tubuh dari istri pak Pradipta" Ucap Jackie, Vere mengangguk setuju.
Chalista duduk di kursi sambil menatap bagaimana anak buah nya menyiksa dan menyentuh Keyna nanti.
Vere menangkup wajah Keyna, tapi Keyna sekuat tenaga memalingkan wajah nya.
__ADS_1
"Cuih"
Keyna meludahi wajah Jackie karna pria itu terus mau menjamah dada nya.
"Berani kau!" Jackie geram, saat ia ingin menampar wajah Keyna tiba-tiba saja..
"ANGKAT TANGAN!!" Teriak pak polisi, sontak tiga serangkai itu terkejut.
Chalista ingin lari tapi untung nya Danu mencekal tangannya.
Keyna menghela napas lega, ia langsung jatuh pingsan.
"Keyna!" Teriak nya, Danu menatap tajam Chalista yang berada disamping nya.
"Aku pastikan Ezra akan kehilangan anak nya" Ucap Chalista, Danu menyerahkan Chalista kepada polisi. Vere dan Jackie juga sudah ditangkap oleh polisi.
Setelah itu, ia langsung lari menuju Keyna.
"Key.. Sadarlah.. Keynaa"
Danu menggendong Keyna dan membawa nya menuju mobil nya untuk membawa ke Rumah sakit.
Di perjalanan Danu juga sempat menghubungi Ezra, kebetulan pria itu belum pergi ke Surabaya.
~Flashback Danu~
Danu sedang menenangkan diri di Taman, ia melihat keluarga cemara yang sedang bermain bersama.
Danu tidak sengaja melihat Keyna yang di hampiri oleh dua orang pria asing bagi Danu.
Danu memerhatikan hingga dua orang itu seperti menculik nya.
Danu terkejut, ia mengikut secara diam-diam dua orang asing itu. Tak sengaja kaki nya menabrak tas selempang milik Keyna.
Danu mengambil tas itu. Tak lupa pula Danu menelpon polisi untuk membantu nya menangkap dua penjahat itu.
"Pasti ini ada kaitan nya dengan Chalista" Ucap nya, Danu mengintip dua orang itu membawa Keyna masuk kedalam mobil.
Dengan gerakan cepat Danu mengejar mobil itu, ia ingin mengabarkan Ezra tapi seingat nya pria itu sedang berada di Surabaya.
Danu menghentikan niat nya, ia akan mengabari Ezra nanti saja, ia juga takut kehilangan jejak mobil itu.
Sehingga mobil itu berhenti di sebuah gudang peninggalan ayah Chalista, tak lama polisi juga sampai bersama-sama dengan Danu.
FLASHBACK OFF
Disisi lain, Ezra dan Radit masih berada di Perusahaan Utama. Ada rapat penting sehingga jadwal penerbangan nya menuju Surabaya harus ditunda di sore hari.
__ADS_1
Ezra khawatir dan sedikit marah kala Keyna tidak memberi nya kabar sama sekali, bahkan panggilan nya tidak terjawab membuat nya kesal saja.
Tiba-tiba ponsel nya berdering, ia pikir Keyna ternyata Danu. Awalnya Ezra malas mengangkat panggilan dokter cabul itu, tapi ntah kenapa Ezra merasa panggilan itu sangat penting.
"Halo" Akhirnya Ezra mengangkat panggilan itu.
"Ezra, kau dimana? Cepat datang ke Rumah Sakit Internasional. Keyna diculik Chalista, dan dia sedang tidak sadar kan diri sekarang"
Panggilan itu berakhir, Ezra panik, bahkan ia sampai terburu-buru mencari kunci mobil.
"Radit!" Teriak nya,Ezra memasuki lift untuk menuju lantai bawah.
"Chalista! Aku akan beri pelajaran yang mematikan kepada mu, jika terjadi sesuatu kepada keyna ku" Ucap nya, Ezra mengepalkan tangannya menahan emosi dan rasa khawatir nya.
Ezra keluar dari lift, seketika para karyawan menunduk takut kala melihat raut wajah Ezra.
Radit yang sedang berbicara dengan resepsionis, seketika ikut panik kala melihat Tuan muda nya yang terus berjalan cepat bahkan sedikit berlari untuk menuju parkiran.
Radit mengejar nya
"Tuan, ada apa?" Tanya nya, Ezra masuk kedalam mobil diikuti oleh Radit juga.
"Cepat bawa sampai Rumah Sakit Internasional! Jika kau terlambat dan terjadi sesuatu kepada keyna ku, maka aku akan habisin nyawa mu pada saat itu juga!!" Ancam nya, Radit menelan saliva nya kasar.
Tanpa banyak bertanya, Radit melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Sejujurnya ia penasaran apa yang terjadi dengan Keyna, tapi ia takut bertanya pada sang tuan muda.
Ezra berulang kali menghubungi Danu tapi pria itu tidak menjawab panggilan nya, Ezra semakin takut. Bayangan kejadian buruk benar-benar membuat nya ketakutan, apa lagi ia sangat takut kehilangan Keyna dan juga boy.
"Cepat!" Perintah nya, Radit langsung menambah kecepatan tak peduli dengan pengendara lain yang marah karna Radit menyupir secara ugal-ugalan.
Akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit Internasional. Ezra langsung berlari, ia dapat melihat dengan jelas Danu yang sedang menggendong istrinya.
Ezra langsung merebut tubuh Keyna dari Danu, ia menatap Danu tajam seolah-olah sedang menelan hidup-hidup dokter itu.
Danu hanya diam, ia kagum dengan kecepatan Ezra yang tiba-tiba saja sampai tak lama darinya.
Ezra berteriak memanggil perawat dan dokter yang akan menangani Keyna.
Dokter Tari dan juga Danu langsung membawa Keyna menuju ruangan kelas VVIP.
"Kau tetap di luar bro, aku akan pastikan Keyna baik-baik saja" Ucap Danu dengan penuh keyakinan, Ezra mengangguk pasrah.
Danu menutup pintu ruangan itu, Ezra berdiri terdiam didepan pintu. Ezra tiada henti mengutuk kesalahan nya, ia menyalahkan semua kejadian yang terjadi pada istri nya ke diri sendiri.
Radit datang, ia melihat Tuan Muda nya yang menangis.
__ADS_1
"Tuan.."
Seketika Ezra duduk di kursi tunggu dengan tangan yang menutupi wajahnya, Ezra menangis dalam diam. Radit ikut merasakan kesedihan sang Tuan, ia hanya menepuk bahu Ezra agar pria itu merasa tenang.