
Pagi hari, sepasang suami-istri sedang sarapan bersama. Keyna dan Ezra makan sambil bercerita sedikit mengenai boy dan lain-lain.
Keyna selalu memerhatikan sang suami ketika makan dan ketika Ezra berbicara pada nya. Keyna tidak menyangka bisa berbicara seperti ini dengan Ezra yang selalu kasar padanya dulu.
"Kenapa kau terus menatap ku begitu, sayang?" Tanya Ezra,keyna tersenyum tipis.
Ezra geram, ia mencium bibir keyna sekilas.
Tak lupa pula mengusap lembut perut Keyna yang mulai membulat.
"Ayah pergi ke Surabaya dulu ya, boy.. Jangan nakal dan jaga mama" Ucapnya di hadapan perut Keyna. Ezra mencium perut Keyna dengan lembut, membuat sang empu tersenyum menahan geli.
"Aku khawatir meninggalkan mu seorang diri"katanya, Keyna menggenggam tangan Ezra erat.
" Aku baik-baik saja, aku sangat pandai menjaga diri dan juga menjaga boy"ucap keyna meyakinkan, Ezra menatap sang istri intens.
"Aku akan sering menelpon mu nanti, jadi ponsel mu harus ada disamping mu selalu" Ucap nya, Keyna mengangguk saja.
"Dan beri aku kabar sejam sekali, eh tidak setengah jam sekali. Kau harus kirim aktifitas mu, dan juga beri tahu aku apa yang kau lakukan setiap menit nya" Lanjut nya, Keyna ternganga tidak percaya dengan permintaan aneh sang suami.
"Kau berlebihan"
"Tidak, aku tidak berlebihan. Aku sangat khawatir dengan kalian, ku mohon mengertilah perasaan seorang calon Ayah ini" Pinta nya dengan wajah memelas, membuat Keyna tak sanggup untuk menolak.
"Aku mohon.." Pinta nya lagi, Keyna mengangguk pertanda kalau ia setuju dengan permintaan sang suami.
Ezra tersenyum senang, ia memeluk Keyna erat dan mencium aroma yang akan membuat nya rindu setengah mati nanti.
"Aku akan merindukan mu" Ucap nya, keyna memeluk Ezra erat, ia sangat nyaman dengan aroma tubuh sang suami.
"Ehem"
Suara itu membuat keyna dan Ezra melepaskan pelukan nya, ternyata itu Radit yang sedang berdiri dibelakang mereka.
"Tuan.. Kita sudah hampir terlambat" Ucap nya, Keyna dan Ezra saling tatap satu sama lain.
"Pergilah" Ucap Keyna, Ezra memeluk Keyna lagi, setelah puas ia menghujami wajah Keyna dengan ciuman bertubi-tubi bahkan tidak peduli dengan Radit yang berada disana.
__ADS_1
"Tuan, hargailah jomblo ini"ucap Radit melas, ia iri sekali melihat keromantisan suami istri itu.
" Cepat cari jodoh! Kau itu sudah tua, jangan sampai anak ku sudah remaja baru kau menikah"cibir Ezra, Keyna tertawa.
Sementara Radit hanya tersenyum kecut mendengar hinaan Tuan Muda nya.
"Kalau tidak ketemu juga, gimana kalau sama Ghea saja" Ucap Keyna asal.
"Benar itu, sayang. Ghea juga jomblo" Timpal Ezra, Radit menggelengkan kepala nya cepat.
"Tidak! Aku hanya menikah dengan orang yang aku cintai saja" Ucap Radit dengan tegas, Ezra dan Keyna saling menatap satu sama lain lalu tertawa.
"Iya deh" Ucap mereka bersamaan.
Keyna menghantar kepergian Ezra di halaman depan, Ezra tiada henti memeluk nya bahkan mencium wajah nya.
Bahkan rambut Keyna sampai berantakan, Ezra benar-benar gila begitulah batin Keyna.
"Aku akan pergi, kau jangan pergi kemana-mana selama aku tidak ada"ucap Ezra memperingati sang istri.
"Iya sayang" Sahut nya, Ezra mengusap usap perut Keyna dengan lembut.
"Astaga Tuan, kau menangis?" Ejek Radit, Keyna menahan tawa nya, ia tidak ingin Ezra marah nanti karna ia menertawai nya.
"Jomblo abadi seperti mu tidak akan tahu perasaan ku saat ini" Ucap nya kepada Radit, keyna menghapus air mata Ezra yang mengalir dengan tangannya.
"Jangan ejek suami ku, Radit!" Hardik nya, sontak Radit menunduk meminta maaf.
"Aku akan jaga diri, kau tidak perlu khawatir" Ucap Keyna menenangkan sang suami yang masih saja terlihat khawatir.
"Ingat pesan ku, dan jangan lupa lakukan apa yang aku perintahkan tadi, ya.."
"Iya sayang"
Ezra tersenyum sangat lebar kepada Keyna, mereka saling berpelukan. Lalu Keyna mencium tangan sang suami, Ezra juga mengecup kening Keyna.
Sementara Radit menguap kencang, dirinya lelah menunggu drama perpisahan suami istri itu.
__ADS_1
"Ngantuk nya.." Ucap nya dengan suara sedikit kuat, membuat Ezra dan Keyna menatap nya tajam.
"Dia memang Asisten gila" Ucap Keyna, Ezra mengangguk setuju sambil tertawa.
Setelah melewati drama romantis dan juga lebay menurut Asisten jomblo Radit. Akhirnya Ezra pergi bersama Radit, tinggalah Keyna seorang diri.
Ghea menghampiri Keyna yang masih berdiri menatap kepergian mobil yang dinaiki Ezra.
"Yang sabar ya.. LDR-an dulu sama pak suami" Ucap Ghea, Keyna tersipu malu.
"Kenapa kau tadi tidak melihat Radit pergi?" Tanya Keyna, Ghea terlihat salah tingkah ditanya seperti itu.
"Apa kau melihat nya secara sembunyi-sembunyi?" Tanya Keyna lagi, Ghea mengangguk pelan.
Keyna tersenyum tipis, ia merasa terharu dengan rasa Ghea kepada Radit.
"Tadi aku dengar apa yang kau katakan dengan Radit, dan dia mengatakan jika hanya akan menikah dengan orang yang dicintai nya" Ucap Ghea, ia menundukkan kepalanya menyembunyikan kesedihan nya.
Keyna meraih tangan Ghea, ia memegang telapak tangan Ghea sambil menatap sahabat nya itu dengan intens.
"Kau tahu, di dunia ini ada nama nya takdir. Jika Radit ditakdirkan untuk mu, maka dia akan untuk mu. Kau berdoa saja semoga kau menjadi orang yang paling dicintai nya kelak"
Ghea mengangguk mantap, walaupun itu kelihatan mustahil tapi apa salah nya berjuang melalui doa dahulu.
"Aku juga tidak menyangka bisa ada dalam hubungan ini dengan Ezra. Apa lagi akan ada anak dalam pernikahan kami yang berawal dari kata terpaksa dan kebencian satu sama lain. Kau tahu betul, bagaimana Ezra memperlakukan aku demi Chalista" Ucap Keyna, mengingat masa lalu membuat hatinya menjadi sedih.
"Aku sangat kagum dengan mu, key.. Mungkin jika aku diposisi mu juga tidak akan bisa sesabar dirimu" Ujar nya, Keyna tidak ingin berlarut larut membahas masa lalu.
"Ah sudahlah Jangan mengingat masa lalu, ayo kita bercerita di kamar ku saja" Ajak nya, Ghea menolak tapi keyna tetap memaksa dirinya untuk ikut.
Akhirnya Ghea pasrah, ia mengikuti kemauan keyna. Apa lagi itu juga perintah dari Ezra untuk mengikuti kemana pun keyna pergi dan apa yang dilakukan Keyna harus ada dalam pengawasan nya.
Di kamar, Keyna berbaring di kasur sambil makan buah-buahan yang telah disiapkan Ghea tadi.
Bahkan Ezra belum ada sejam pergi, tapi ia sudah menghubungi sang istri.
Ghea merapikan pakain kotor untuk dicuci nanti, ia mengambil kemeja Ezra dan juga jas yang berada di keranjang pakaian kotor.
__ADS_1
Saat Ghea mengangkat jas itu, sesuatu jatuh tepat di kaki Keyna.
Keyna terkejut saat melihat benda yang terjatuh dari kantong jas sang suami.