Menikahi Duda Impoten

Menikahi Duda Impoten
113.Bumil Bahagia.


__ADS_3

Pagi hari suara burung berkicau serta cahaya terik matahari membangun kan Keyna dari tidurnya. Keyna tersenyum kala melihat sang suami yang memeluk pinggangnya erat.


Wajah tampan itu selalu ia rindukan setiap saat nya, Keyna tidak tahu ntah sejak kapan dirinya menjadi bucin terhadap Ezra Pradipta. 


Keyna melepaskan kaitan tangan Ezra di pinggang nya, ia melakukan nya dengan pelan-pelan takut pria itu akan terbangun. 


"Hmm.. Keyna.. Kau mau kemana?" Tanya Ezra dengan suara khas bangun tidurnya. 


Keyna tersenyum tipis karna melihat Ezra yang langsung bangkit dan duduk menatap dirinya dengan mata setengah terpejam. 


"Aku mau buang air kecil" Jawab nya, Ezra mengangguk saja. Mungkin ia masih sangat mengantuk. 


Keyna bangkit dari kasur untuk menuju bathroom, ia tidak sadar dengan Ezra yang mengikuti nya dari belakang. 


Saat Keyna ingin menutup pintu, ia terkejut kala melihat Ezra yang nyelonong masuk. 


"Loh ngapain ikut?" Tanya nya, Ezra tersenyum tipis sambil menatap Keyna dari atas sampai bawah. 


"Kita belum pernah main di sini loh, sayang" Ucap nya, Keyna tidak mengerti dengan apa yang dimaksud sang suami. 


Karna Keyna hanya diam, Ezra meraih tangan Keyna agar lebih dekat dengannya. 


Keyna hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan sang suami, ia tahu sekali bahwa Ezra tidak pernah bisa dihentikan jika sudah ingin. 


Dan benar saja Olahraga pagi terjadi didalam bathroom, Keyna baru sadar ternyata senikmat ini bermain dengan tempat yang penuh tantangan. 


Keyna benar-benar kagum dengan gairah Ezra yang sangat tinggi, mengingat itu membuat Keyna tidak yakin jika dulunya Ezra adalah pria impoten. 


Setelah percintaan singkat dan penuh keterpaksaan dengan diri Keyna, kini Ezra sedang bersiap-siap untuk bekerja dengan Keyna yang sedang menyiapkan sarapan untuk sang suami di dapur dengan dibantu Ghea. 


Ghea melihat wajah Keyna yang berseri-seri, dan tubuh nya yang terlihat segar dan ceria. 


"Tadi malam suara desah** mu dan tuan terdengar loh, key" Bisik Ghea, Keyna menatap kearah Ghea yang tersenyum nakal kepadanya. 


"Jadi malu" Ucap Keyna, Ghea menggelengkan kepalanya. 


"Emang ngga bisa kalau main itu jangan ada suara sedikit pun?" Tanya nya dengan wajah lugu, Keyna dulunya juga berpikir seperti itu. 


"Tidak bisa, Ghea. Itu terlalu nikmat untuk kita diam, semakin kita mengeluarkan suara maka gerakan nya akan semakin kencang membuat kita menjadi keenakan tahu" Jelas Keyna gamblang, Ghea sampai menelan ludah mendengar penjelasan Keyna. 


Keyna tersadar, ia langsung membekap mulut nya sambil menatap Ghea yang ter bengong mungkin membayangkan apa yang Keyna jelaskan. 


"Ah Ghea! Kau jangan membayangkan apa yang aku katakan tadi" Ucap nya membuat Ghea tersadar dari lamunannya. 


"Kau membuat ku jadi penasaran dengan rasanya" Bisik Ghea, seketika Keyna langsung memukul pelan tangan Ghea. Mereka tertawa bersama, Pak Mus yang sedikit mendengar cerita mereka hanya tersenyum tipis saja. 

__ADS_1


Keyna dan Ezra sedang menikmati sarapan pagi mereka. Ezra tiada henti menatap Keyna yang sedang makan dengan lahap. 


"Suka dengan menu pagi ini?" Tanya Ezra, Keyna mengangguk saja. 


"Aku sangat lapar, karna kau terus menyerang ku pagi dan malam"


"Eh kalau yang malam kau sendiri yang menyerang ku, jangan membalikkan fakta" Sanggah Ezra, Keyna terkekeh.


"Ezra.. Aku ingin mangga muda, rasanya dibuat rujak pasti enak" Pinta nya, Ezra tersenyum mendengar permintaan sang istri. 


"Sebelum itu aku mau memberi ini pada mu"katanya, Ezra mengeluarkan kotak cincin dari kantong jas nya. 


" Ini sebenarnya cincin pernikahan kita"ucap nya, keyna melihat dua cincin sederhana tapi terlihat mahal.


Ezra meraih tangan keyna, memasang salah satu cincin di jari keyna. 


"Sangat cantik" Puji nya, Keyna tersenyum bahagia melihat cincin itu di jarinya. 


Keyna mengambil kotak itu di tangan Ezra, lalu meraih tangan sang suami untuk memasang pasangan cincin itu di jari Ezra. 


"Wah.." Ucap Keyna dengan wajah berbinar, Ezra tersenyum melihat Keyna yang sangat bahagia dengan hal sederhana ini. 


"Maaf kan aku ya.." Ucap Ezra


"Aku baru memberi cincin pernikahan kita saat ini, aku baru memberi momen ini pada mu"jelasnya, Ezra bangkit dari duduk nya. 


Ezra mengambil kalung di kantong jas nya, lalu memasang nya di leher Keyna. 


Kalung itu sangat indah terpasang di leher Keyna yang jenjang, Ezra mengecup leher Keyna membuat sang empu geli. 


"Kalung ini pasti mahal"


"Untuk mu apapun akan aku berikan, sayang"ucap Ezra, Keyna memegang kalung itu dengan senyum manis nya. 


" Teruslah meminta segala hal kepada ku, agar aku merasa berguna untuk mu. Dan terus repotkan aku dengan segala keinginan mu, agar aku merasa sangat kau butuhkan dalam hidup mu."ucap Ezra dengan menatap nya intens, Keyna mengangguk saja dengan air mata yang mengalir. 


Ezra panik kala melihat Keyna menangis, ia menyeka air mata sang istri dengan penuh kelembutan. 


Keyna memeluk Ezra yang berdiri disamping nya."Aku merasa sangat beruntung diperlakukan seperti ini oleh mu, Ezra. Aku tidak menyangka kita bisa ada diposisi ini"ucap nya dalam pelukan Ezra. 


Ezra melepaskan pelukan Keyna, ia berjongkok agar berhadapan dengan Keyna. 


Ezra mengecup tangan Keyna dengan lembut, dan mengecup perut Keyna yang terdapat benih nya didalam sana. 


"Aku dulu selalu membuat mu menangis dan menderita, key. Tapi kali ini aku janji, hanya air mata bahagia yang akan keluar dari mata indah mu" Ucap nya dengan menatap Keyna penuh dengan ketulusan dan cinta. 

__ADS_1


Air mata Keyna terus mengalir, ia mengangguk sambil tersenyum kepada Ezra yang terus saja menatap nya. 


Tiba-tiba Ezra merasakan perut Keyna seperti ada yang menendang


"Apa itu boy?" Tanya nya, Keyna mengangguk mantap. 


"Dia sudah menendang? Apa dia mendengar apa yang kita katakan?" Tanya Ezra, wajah nya berbinar sangat bahagia dengan momen ini. 


"Dia sudah mulai menendang tapi tidak sering, dia sangat aktif" Jawab nya, Ezra mengusap perut Keyna dengan senyum diwajahnya. 


"Boy.. Ayah mau pergi kerja dulu ya, setelah itu kamu akan ayah jenguk lagi" Ucap nya, Keyna tertawa kecil mendengar nya. 


"Sudah cuma mangga muda saja yang kau ingin kan hari ini?" Tanya Ezra, Keyna mengangguk mantap. 


"Barang lain seperti tas mahal, atau tas limited edition yang baru saja keluar bulan ini, kau tidak ingin beli?" Tanya Ezra lagi, Keyna menggelengkan kepalanya. 


"Kau terlalu hemat, sayang. Aku kerja keras siang dan malam itu untuk mu dan boy. Gunakan uang ku sesukamu, aku tidak akan mempermasalahkan nya"


"Aku hanya ingin diri mu, kau sudah tidak kasar dan selalu mencintai ku, itu sudah cukup. " Ucap Keyna, Ezra tersenyum tipis mendengar nya. 


"Baiklah, kalau kau ingin hal lain lagi telpon saja aku ya"


"Oke bos"


Ezra dan Keyna tertawa, mereka tidak menyadari dengan Radit dan Ghea yang mengintip mereka dari kejauhan. 


"Syukur lah" Ucap mereka bersamaan, sontak mereka saling tatap satu sama lain. 


"Loh kenapa kak Radit ada disini? Sejak kapan?" Tanya Ghea, ia tidak menyadari kedatangan pria itu sama sekali. 


"Kau ini masih kecil, tidak pantas melihat keromantisan rumah tangga seperti itu" Ucap Radit, bahkan ia tidak menanggapi pertanyaan Ghea sama sekali. 


"Dih masih kecil? Aku sudah hampir 21 tahun kak" 


"Kapan? Besok?" Tanya Radit


"Tidak si, sekitar 3 bulan lagi" Jawab nya, Radit berdecak mendengar nya. 


Ghea memalingkan wajah nya malas, ntah kenapa ia sangat kesal sekarang melihat Radit yang semakin sok ketampanan dibelakang nya. 


"Loh kemana mereka?" Tanya Radit, bahkan Ghea baru sadar jika pasangan romantis itu sudah tidak ada di meja makan. 


"Eh iya kak, kemana ya? Kok tiba-tiba hilang"Ghea juga terkejut. 


" Apa yang kalian berdua lakukan?"suara itu membuat Ghea dan Radit membeku. 

__ADS_1


__ADS_2