
Poin ke enam dalam surat perjanjian sialan itu memang mengatakan kalau tidak ada penolakan untuk se ks. Tapi kenyataannya, Abid hanya tegak saja, dia tidak sampai dalam tahap memaksa. Itu bukan gaya dia banget. Dinka jelas ketakutan, milik gadis itu pasti akan rusak kalau dipaksa. Terkadang, fo re play saja tidak cukup untuk membuat basah seseorang, apalagi untuk pertama kalinya.
Kelihatan Abid ini pe mer ko sa, kan? No-no, konsepnya: Dinka dalam keadaan mau, menyerahkan dirinya. Lagipula, dia tidak suka cewek berisik semacam Dinka.
"Kenapa sih, kamu takut begitu an?" Abid mengompres kening Dinka yang kamar karena kejedot pintu, setelah kejedot kepalanya. Sesekali ditiupnya agar tidak terlalu perih. Tangannya yang lain memegang Oparin Gel, yang akan dia sapukan di luka itu setelah ini.
Mata Dinka jelalatan menghindari Abid. Bibirnya dilipat sampai tak terlihat.
"Kalaupun penganut childfree, bukan berarti nggak mau hubungan se ks, kan?" Gesture Dinka jelas menolak menjawab pertanyaannya, jadi dia menebak-nebak secara random.
Abid menyudahi kompresannya, lalu mengambil kasa dan membuka salep berbentuk gel tersebut. "Karena, nggak semua HS berakhir dengan bun ting!"
Dia menatap Dinka lagi untuk menempelkan gel ke kening Dinka. "Kalau kamu masih mikir begitu, artinya kamu perlu upgrade pengetahuan. Kamu ketinggalan sudah terlalu jauh!"
"Nggak mungkin bisa begituan kalau nggak cinta kan?" Dinka membantah berdasarkan fakta yang ada. Begitu kan konsep pernikahan mereka?
Mata mereka bertemu, lantas Dinka membuang muka. Dia memang tidak tahan diperlakukan lembut begini. Dia mudah tersentuh. Kehidupannya terlalu kasar dan masa bodo, jadi begitu ada yang lembut hanya untuk urusan memar kecil begini, Dinka sudah ingin menangis.
__ADS_1
Bukan Mama Papanya suka memukul atau bagaimana, tapi mereka dari dulu terlalu sibuk mencari nafkah. Hidup mereka susah, baru setelah ketemu keluarga baru Mama Kira saja hidup mereka perlahan berubah. Dinka terbiasa hidupnya begitu, pokoknya. Saling menyayangi, tapi ya, begitu ....
Kepala gadis itu menunduk, matanya basah. Abid bahkan meniup lukanya, padahal mamanya kalau dia terluka hanya bilang: itu luka kecil, jangan cengeng!
Dan Abid kaget dibuatnya. Pikirnya, Dinka tertekan karena kata-katanya. Dada Abid membusung saat dia menarik napas dalam. "Aku hanya bertanya, bukan mau nyuruh kamu mau melakukannya. Jangan salah paham, Din ... wajar kalau aku heran, kan?"
Dinka sontak menggeleng. Dia mulai terisak. Abid mode kalem begini, menggendongnya ke kasur, memperlakukan dia lembut, membuat hatinya meleleh.
Abid mengurungkan niatnya untuk pergi. "Jangan jadi beban, Din ... udah sana tidur." Mungkin Dinka butuh waktu menjelaskan dirinya.
Abid turun, sudah memunggungi Dinka. Tapi sepasang tangan melingkar di perutnya. Sesuatu yang hangat menempel di punggungnya.
"Mas boleh kok, ambil haknya Mas ...."
Alis Abid naik bersamaan. Apa dia barusan mencerahkan otak pentium Dinka? Gercep banget upgrade-nya?
Tapi nggak mungkin, kan ... Abid menoleh dan berekspresi histeris, tertarik, dan langsung hajar. No! Big no ... gengsinya selangit. Harga dirinya harus tetap dijunjung tinggi-tinggi, dia harus bijaksana dihadapan istri kecilnya ini.
__ADS_1
"Nggak perlu memaksakan diri. Aku katakan itu, bukan mau bujuk kamu agar mau bercinta, walau itu hak aku sebagai suami kamu. Aku bukan pemaksa, Din—"
Abid memutar badan, membuat pelukan Dinka terlepas. Bibirnya tersenyum. "Untuk melakukannya, kamu juga harus ikhlas. Ngerti, kan maksud aku?"
Dinka mengangguk seraya mengusap wajahnya.
"Biar dihitung ibadah dan jadi berkah," lanjutnya, seraya mengusap rambut Dinka. Ini kali pertama Abid mengusap rambut istrinya ini. Sungguh Abid kagum melihat kecantikan Dinka, rambutnya hitam dan lembut, pantas kalau gadis ini menutupinya. Dinka pasti akan jadi rebutan cowok diluar sana kalau melihat ini.
Untuk kali pertama, Abid setuju sikap Dinka yang cuek, konyol, dan galak, coba saja Dinka ini lembut dan feminim, pasti dia tidak akan punya kesempatan memiliki istri secantik Dinka.
"Tapi, Mas ... apa benar itunya Mas beneran berfungsi?"
Abid kejengkang! Astagfirullah, Dinka! Baru juga dibaikin dikit!
*
*
__ADS_1
*
Masih suka Dinka sama Mas Abid berantem dan mode war atau damai dan berakhir anu? 😌