Menikahi Duda Impoten

Menikahi Duda Impoten
105.Buah Dari Brownies


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Ezra berbaring diatas kasur dengan tangan nya yang terus menggenggam tangan Keyna terus menerus. 


"Masih sakit perut nya?" Tanya Keyna, Ezra menggelengkan kepala nya, ia menatap Keyna dengan senyum yang sangat manis. 


"Terkadang sakit, terkadang juga hilang" Ucap Ezra, Keyna mengusap lembut perut sang suami. 


"Aku kesal tadi kepada mu, tapi melihat mu sakit membuat rasa kesal ku hilang" Ujar Keyna, ia mencium tangan Ezra dengan penuh kasih. 


Ezra menarik tangan Keyna hingga wanita itu jatuh kedalam pelukannya,Ezra mendaratkan kecupan bertubi-tubi di wajah cantik Keyna. 


"Besok aku akan pergi ke Surabaya, aku ingin melihat mu sepuas nya sekarang" Ucap Ezra, ia terus menghujami wajah Keyna dengan ciuman membuat Keyna merasa risih. 


"Lepasin, Ezra"


Ezra tidak menghiraukan, ia tetap mencium wajah Keyna terus menerus hingga turun ke leher wanita itu. 


Ntah sejak kapan, Ezra sudah berada diatas Keyna. 


"Aku boleh.. Hmm.."


Ezra ragu melanjutkan pertanyaan nya, Keyna sangat mengerti dengan apa maksud suami nya itu. 


Keyna mengusap wajah tampan sang suami dengan senyum tipis nya, membuat keyna semakin terlihat sangat cantik dan menggoda di mata Ezra. 


"Aku ingin tahu, apa suami ku ini masih impoten atau tidak.."


"Lalu?"


"Malam ini aku milik mu" Bisik keyna, Ezra tersenyum lebar. 


Dua sepasang kekasih itu saling tatap satu sama lain dengan senyum dan penuh cinta. 


"Baiklah, akan aku buktikan kepada mu bahwa aku sudah sembuh dan aku juga ingin menjenguk junior"ucap Ezra membuat keyna menjadi merinding seketika. 


Ezra melu*** bibir keyna dengan lembut, seperti orang yang kehausan sentuhan, sudah lama ia tidak merasakan ini. 


Keyna mengalungkan tangannya di leher Ezra, ia benar-benar pasrah kali ini dengan sang suami. 


Ezra melepas tautan bibir itu kala pasokan oksigen mulai habis, mereka saling tatap dengan napas yang memburu. 


Ezra melepas kemeja nya sambil terus menatap keyna dengan penuh damba. 


Keyna merasa gugup, padahal mereka pernah melakukan nya sebelum nya tapi ntah kenapa keyna merasa mereka seperti pengantin baru saja. 

__ADS_1


Setelah Ezra full tanpa pakaian, Keyna menelan saliva nya kala melihat tubuh kekar Ezra yang sudah lama tidak ia lihat. 


Keyna memejamkan mata nya kala melihat senjata milik sang suami yang sudah seperti menara monas. 


"Kenapa mata nya ditutup?" Tanya Ezra dengan suara serak, seperti nya gairah sudah mengusai nya sekarang. 


"Malu" Jawab keyna, ia menyembunyikan wajahnya di tubuh kekar sang suami yang berada di atas nya. 


"Kau sudah sering melihat nya, sayang.."


"Iya! Tapi ini pertama kali nya kita melakukan nya dengan cinta tanpa paksaan satu sama lain" Ucap Keyna, karna wanita itu terus berbicara Ezra gemas. 


Ezra langsung mendarat kan luma*** di bibir mungil itu, dan pergulatan panas terjadi setelah sekian lama. 


Ezra dan Keyna saling menuangkan rasa cinta dan rindu di pergulatan itu. Keyna merasa Ezra menyentuh nya dengan penuh kelembutan membuat nya semakin bergairah. 


Dan Keyna menganggap bahwa ini adalah malam pertama pernikahan mereka dengan ada nya boy di rahim nya. 


••


Tepat pukul 22:00, Ezra dan Keyna baru selesai dengan pergulatan panas mereka. 


Keyna kelelahan melayani Ezra yang ternyata sangat gagah di ranjang. 


Dengan handuk yang masih terlilit di pinggang, Ezra duduk di kasur sambil mengusap perut keyna agar wanita itu merasa tenang. 


"Boy.. Maafkan ayah ya, ayah mu ini benar-benar rindu dengan mama mu" Ucap Ezra, ia mendekat kan wajah nya diperut keyna yang mulai terlihat besar. 


"Lain kali main nya jangan lama-lama, sayang.. Aku takut menyakiti boy" Ucap Ezra, mendengar itu membuat Keyna kesal kepada sang suami. 


"seharus nya aku yang mengatakan itu" Cibir Keyna, Ezra tertawa kecil. 


Ezra mengecup perut Keyna, ia sangat bahagia sekarang memiliki istri Keyna dan akan menjadi seorang ayah. keyna telah menjadi wanita yang mewujudkan impian nya.


"Ternyata kau benar-benar sembuh" Ucap Keyna, ia memerhatikan gerak-gerik Ezra yang sedang mengusap usap perut nya. 


"Aku juga seperti mimpi, sayang.. Apa lagi dengan ada nya boy, membuat ku semakin seperti mimpi saja" Ucap Ezra,air mata nya mengalir menandakan bahwa dirinya begitu terharu. 


Keyna bangkit dari tidur nya, ia menangkup wajah Ezra agar menatap nya. 


Keyna mengecup bibir Ezra, lalu menatap sang suami dengan senyum manis nya. 


Mereka saling berpelukan erat, mengingat masa lalu hubungan mereka yang suram membuat Keyna serasa mimpi ada diposisi ini sekarang. Menjadi orang yang paling di cintai Ezra dan akan menjadi seorang ibu dari pria yang pernah ia benci dan selalu ia umpat setiap harinya. 

__ADS_1


••


Ghea dan Radit sedang dibingungkan oleh kedatangan Rose dan Renata. 


Mereka sudah menunggu selama dua jam, tapi Ezra dan Keyna tidak keluar juga dari kamar nya. 


"Sebenarnya apa yang dilakukan mereka?" Tanya Renata pada Radit yang bahkan juga tidak tahu. 


Rose menghampiri Ghea, anak dari bi Ita yang begitu ia sayangi selayaknya putri nya


"Tadi saat kau memanggil mereka, apa yang mereka katakan?" Tanya rose, Ghea bingung harus menjawab apa. 


"Katakan saja" Ucap rose menyakinkan Ghea. 


Ghea menatap Radit, meminta pertolongan pada pria itu. 


"Tuan muda tadi sakit, mungkin nyonya muda sedang mengobati tuan sehingga tidak mendengar panggilan Ghea" Ucap Radit, Renata dan rose saling menatap satu sama lain. 


"Kalau begitu kami kembali saja ke Mansion kedua, mungkin mereka sedang butuh waktu berdua dan kita jangan menganggu mereka" Ucap Renata kepada rose. 


"Iya aku setuju, lain kali kami akan datang lagi"ujar rose. 


Radit dan Ghea mengantar kedua orang tua itu menuju mobil mereka yang terparkir di halaman, setelah mobil itu berlalu pergi Ghea dan Radit menghela napas lega bersamaan. 


Ghea tersadar, ia melihat Radit yang kini juga menatap nya. 


"Katakan, apa yang kau dengar tadi sehingga kau tidak bisa mengatakan nya kepada nyonya rose"


"Aku mendengar suara anu"


"Anu apa?" Tanya Radit, ia benci sekali dengan penjelasan setengah begini. 


"Suara ketika suami istri berada dikamar" Ucap Ghea, Radit semakin tidak mengerti. 


"Bertengkar?"


"Tidak!"


Ghea geram kala Radit tidak mengerti sama sekali dengan apa yang ia katakan. 


"Bergulat?" Tanya Radit lagi, seolah-olah mereka sedang bermain tebak kata. 


"Iya, tapi ini diatas kasur" Jawab Ghea, seketika Radit mengerti. 

__ADS_1


Radit tersenyum tipis, itu berarti hubungan mereka benar-benar sudah membaik sekarang. Radit ikut merasa bahagia,ia senyum-senyum sendiri membuat Ghea heran. 


__ADS_2