Menikahi Duda Impoten

Menikahi Duda Impoten
110.Merayu Paksu (1)


__ADS_3

"Maafkan aku.." Lirih Keyna pada sang suami yang masih menatap nya dengan raut wajah penuh dengan kekecewaan. 


"Hubungan jika tidak ada rasa percaya untuk apa, key.. Aku percaya pada mu, dan aku juga merasa kau berhak percaya pada ku. Apa semua bukti bahwa aku berubah itu tidak cukup? Katakan aku harus apa agar kau memercayai ku?" Tanya Ezra dengan gusar, Keyna tahu bahwa Ezra sedang menahan emosi yang ada di hatinya. 


"Aku percaya pada mu, sayang.. Aku percaya, semua yang kau buktikan dan kau lakukan untukku itu sudah lebih dari cukup"


"Tidak key, jika yang kau katakan itu benar, mengapa kau membahayakan diri mu dan juga boy? Kenapa kau tidak mengingat semua yang aku lakukan untuk mu hanya karna kau melihat cincin dan kalung itu?" Tanya Ezra lagi, Keyna ingin menjelaskan tapi.. 


"Cukup key! Aku tahu akan posisi ku dihatimu. Lakukan yang kau suka dan yang kau pikirkan. Aku tidak akan melarang mu atau bahkan mengekang mu dengan rasa cinta ku ini" Ucap Ezra, ia berlalu pergi. 


"Tunggu, Ezra.."panggil Keyna, Ezra menghentikan langkah nya tepat di pintu masuk. 


" Aku akan mencari makanan untuk mu, tetaplah disana"ucap nya, lalu melanjutkan langkah nya berlalu pergi. 


Keyna terdiam, ia melihat raut kekecewaan diwajah Ezra yang sangat dalam. Baru kali ini pria itu bersikap seperti itu padanya, keyna semakin merasa bersalah. 


Saat keyna ingin bangkit, Ghea masuk kedalam ruangan nya dengan membawa yang diperintahkan Ezra tadi melalui Radit. 


"Keyna, kau baik-baik saja?" Tanya nya, Keyna mengangguk mantap. 


"Kau bohong kepada kami! Kau bukan ke Mansion kedua melainkan bertemu dengan wanita ular itu" Ucap nya kesal, keyna tersenyum tipis. Ia sekarang sedang memikirkan Ezra yang marah kepada nya. 


"Kau kenapa?" Tanya Ghea, keyna menghela napas panjang. 


"Ezra marah pada ku karna aku tidak percaya pada nya"


"Soal cincin itu?" Tanya Ghea, keyna menganggukkan kepala nya mantap. 


"Tuan muda adalah orang yang realistis dan juga akan bersikap bodoh jika sudah mencintai seseorang. Tapi, aku lihat sendiri bahwa dia mencintaimu key.. Dia benar-benar cinta pada mu" Ujar Ghea, Keyna mendengarkan perkataan Ghea baik-baik. 


"Aku tahu dengan kesalahan tuan muda dulu, tapi dia juga sudah berusaha memperbaiki semua nya. Dan kau juga sudah mengambil kesepakatan untuk memaafkan beliau bukan? Itu artinya kau menjalani rumah tangga yang sebenarnya dengan tuan" Lanjut nya, keyna menatap Ghea dengan intens, ia semakin merasa bersalah saja pada Ezra. 


"Kau tau itu artinya apa? Artinya kau harus mempercayai tuan sepenuh hati mu, apa lagi ada boy didalam perut mu. Hal apa yang membuat mu ragu dengan tuan muda? Bahkan kau tau sendiri bagaimana sikap Chalista bukan?"

__ADS_1


"Aku menyesal.." Ucap keyna pelan, Ghea menggengam tangan keyna erat. 


"Tuan muda hanya sedikit marah padamu karna kau tidak percaya pada nya sehingga kau membahayakan nyawamu sendiri"ucap Ghea. 


" Lalu aku harus apa sekarang?"tanya keyna lugu. 


"Minta maaf dong, gitu aja nanya" Jawab Ghea cepat, sontak keyna memukul pelan lengan Ghea. Mereka saling tertawa satu sama lain. 


Ezra masuk keruangan Keyna bersama dengan Radit, Ghea memberi kode kepada Keyna untuk memulai aksinya.


"Ghea, aku akan mengantar mu pulang ke Mansion Utama" Ucap Radit, Ghea mengangguk mengerti,Ghea pamit kepada Ezra dan juga Keyna. 


Tinggallah Ezra dan Keyna berdua di ruangan itu, hari sudah mulai malam. Ezra menata makanan yang baru saja ia beli, ia juga merapikan sofa yang ada untuk tempat tidur nya nanti. Keyna harus dirawat inap selama satu hari atas saran dari Dokter Danu dan Tari. 


Keyna memerhatikan Ezra yang sedang sibuk menata makanan di piring


"Suami ku.." Panggil nya, Ezra hanya diam fokus dengan kegiatan nya. 


"Makan lah dulu, setelah itu minum obat dan tidur" Ucap nya, Ezra meletakkan piring itu di pangkuan Keyna yang duduk di atas bed pasien. 


Keyna mengerucutkan bibir nya, apa lagi saat melihat Ezra yang memberikan piring itu tanpa mau menyentuh tangannya sama sekali. 


"Aku ingin disuapin sama suami ku" Pinta Keyna, Ezra melihat wajah Keyna yang penuh harap. 


Akhirnya Ezra mengalah, ia mengambil piring itu ditangan keyna lalu menyuapi istri kecil nya dengan telaten. 


"Wah boy.. Kita disuapin ayah loh" Ucap keyna dengan sedikit bernada manja agar pria itu terpancing atau bahkan tersenyum kepadanya. 


Tapi Ezra malah mengusap usap perut Keyna tanpa bicara sepatah katapun.Keyna mengunyah makannya sambil menatap kesal Ezra, pria itu tetap berekspresi datar. 


Setelah selesai makan, keyna meminum obat lalu berbaring di atas bed pasien sambil melihat Ezra yang sedang menonton televisi yang menyiarkan acara Politik yang dirinya tidak paham. 


"Suami ku.. Cari acara kartun dong" Pinta nya, Ezra langsung mengambil remote lalu mencari acara yang diminta Keyna. 

__ADS_1


Ezra menemukan siaran kartun anak TK botak kembar berbaju kuning dan biru. 


"Ha ini aja suami ku" Ucap nya, Ezra meletakkan remote itu dimeja lalu ikut menonton acara yang dipinta keyna. 


Keyna tidak fokus menonton kartun itu, ia lebih melihat kearah Ezra yang masih saja diam sedari tadi. 


"Huh.. Kalau diam begitu terus gimana mau ngerayu nya?" Gumam keyna di dalam hati, tiba-tiba ide jahil dan brilian nya muncul. 


"Suami ku.. Aku ingin buang air kecil" Ucap nya, Ezra langsung bangkit dari duduk nya. 


"Bisa jalan sendiri kan?" Tanya nya, Keyna merasa senang mendengar suara yang sangat ia rindukan itu, padahal baru beberapa menit tidak mendengar nya. 


"Tidak bisa, gendong" Pinta nya dengan manja, Ezra menggendong Keyna ala bridal style. Dengan posisi itu Keyna bisa melihat wajah tampan sang suami. Jujur Keyna tidak mengerti dengan Ezra, yang marah tapi masih peduli pada nya. 


Sesampainya di toilet, Ezra mendudukkan Keyna di closet. 


"Aku akan menunggu di luar, jika sudah selesai panggil saja aku" Ucap nya, saat Ezra ingin berlalu pergi, keyna mencekal tangan nya. 


"Temani aku.." Pinta nya, Ezra mengangguk saja. 


Keyna tersenyum tipis kala Ezra memalingkan wajah nya kearah lain, biasanya pria itu akan bersikap mesum padanya saat seperti ini. Tapi kali ini, Ezra benar-benar dalam mode marah, sehingga tidak mau mesum pada sang istri. 


Setelah keyna selesai, ia meraih tangan Ezra untuk membantu nya berdiri. 


Keyna juga meraih wajah Ezra yang sangat tampan itu, ia mengecup bibir Ezra sampai lama tapi pria itu tidak menyambut kedatangan bibir nya. 


Keyna menatap Ezra tajam, tapi pria itu malah memalingkan wajah nya, tidak ingin menatap nya sama sekali. 


"Kau tidak membalas ciuman ku?" Tanya keyna kesal, bukannya menjawab Ezra malah menggendong nya lalu mendudukkan keyna disofa untuk menonton acara kartun kesukaan nya itu. 


Keyna mengerucutkan bibir nya, karna Ezra tidak membalas ciuman nya walaupun itu hanya sesaat saja. 


"Keterlaluan" Gumam keyna didalam hati, ia menatap tajam Ezra yang sedang membuatkan susu untuk nya. 

__ADS_1


__ADS_2