MISTERI CINTA THE CARTWRIGHT’S

MISTERI CINTA THE CARTWRIGHT’S
BAB LXXVIII


__ADS_3

POV DAVID


Aku David Robinson sang asisten pribadi Mr. Clark Robinson.


“Kalian pasti berpikir jika aku adalah keluarga dari majikanku, kan? Kalian


salah”.


Namaku kuperoleh ketika tanpa sengaja Mr. Clark memergokiku mencuri


roti di kawasan Melbourne. Pemilik toko yang tak terima dengan kelakuanku,


hendak melaporkan ke polisi.


Tapi dicegah oleh beliau, yang mau membayar semua kerugiannya.


Termasuk membelikanku banyak makanan untuk dibawa ke jembatan tempatku tinggal.


Semuanya kubagi kepada orang-orang yang bernasib sama denganku.


Dan Mr. Clark mengajak jalan-jalan di sekitar jembatan sesudahnya.


Aku yang masih berusia sepuluh tahun, diajak diskusi oleh bosku


tentang pandangan hidup. Target-target masa depan yang harus kugapai nantinya.


Sehingga saat itu juga, mataku terbuka bahwa hidup tak hanya


berurusan dengan makan, minum dan berpakaian yang layak. Tapi jauh di atas


semuanya, masih ada yang harus kita capai.


Sehingga aku menurut saja saat beliau mengajak tinggal dirumahnya


dan memberiku pendidikan yang tinggi. Tentu saja berimbas dengan kehidupanku


yang jauh dari kata miskin.


Makan makanan yang bergizi menu mewah pula. Yang tak pernah


terpikirkan olehku saat hidup di kolong jembatan.


Bahkan dikuliahkan ke Amerika tentang bisnis dan manajemen


perusahaan. Dan beliau memberiku nama keluarganya. “Bisa dibayangkan betapa


beruntungnya aku, kan?”


Walaupun aku juga harus mengerti akan keanehan sifat papa


angkatku, yang belakangan ini kuketahui dampak dari ilmu kanoragan Naga Lelono-nya.


Tapi dibalik kekejaman yang dipunyainya, aku tahu jika bosku


adalah orang yang baik hati dan penyayang.


Dan disinilah aku sekarang membantu sang pewaris meneruskan bisnis

__ADS_1


keluarga The Robinson atau Peter Jansen.


Permusuhanku dengan tuan Jay dulu sangat kentara. Kalau ditanya,


“Apa penyebabnya? Tentu saja aku tidak bisa menjawab. Karena secara pribadi aku


tak punya dendam apa pun. Kecuali mengikuti perasaan bos sekaligus ayah


angkatku. He…he…he. Lucu ya”.


“But all are fine, now. Karena nyonya Suti sudah bersatu lagi


dengan suaminya. Dan mereka baik-baik saja. Jadi tak ada alasan bagiku untuk


menyimpan dendam, kan?”


“Permasalahannya sekarang, aku sedang dalam mode persaingan dengan


Andrew untuk memperebutkan cinta dua bersaudara ‘Santi dan Sinta’, nanny dari


si kembar The Cartwright”.


“Kalau boleh jujur sih, aku lebih menyukai kakaknya yang bernama Santi.


Dia lebih lembut dan kalem, meskipun saat berkelahi dalam latihan sangat garang


dan lincah. Dua kali aku terbanting dalam ‘Trial fighting’ itu. But it’s okay,


aku suka gadis ganas. Ha…ha…ha”.


“Papa Clark Robinson, restui kami ya”.


***


POV ANDREW.


“Gedeg aku dengan David. Bagaimana bisa dia juga menyukai Santi. Gadis


manis pengasuh Arsen. Mengapa dia tidak menyukai adiknya saja? Padahal Sinta


tak kalah cantik dengan kakaknya?”.


“Aku bisa mengalahkan Santi dalam trial fighting. Kedudukan kami


dua-satu. Poinku dua dan dia satu. He…he…he”.


“Kalau dipikir, mengapa kita berebut? Bukankah ada dua gadis manis


dengan kemampuan sama. Bedanya yang satu cerewetnya minta ampun. Sampai sering


kututup telingaku mendengar bicaranya. Apalagi kita sering ketemu di Mansion,


saat aku mengikuti Mr, Jay”.


“Ada saja yang menjadi bahan pembicaraan, ketika aku ingin diam. Itu


yang membuatku sedikit jengah”.

__ADS_1


“Tapi dibalik itu semua, aku bersyukur dengan bersatunya bos


dengan istrinya. Karena kusadari ternyata sifat jahat Mr. Jay adalah kamuflase


dari rasa cintanya yang begitu besar terhadap nyonya Suti”.


“Baiklah”.


“Aku adalah Andrew Hariyanto. Kalau ada yang bertanya mengapa


namaku seperti orang asing? Apakah aku seorang expratriat? Jawabannya tidak. Aku


asli pribumi dengan tubuh tinggi, berotot dan hidung pesek. Wajahku manis khas


orang Jawa”.


“Mengapa namaku Andrew? Itu karena ibuku pengemar dari bintang


film yang bernama ‘Andrew white’. Ha…ha…ha. But it’s okay nama ini membawa


keberuntungan bagiku”.


Dua jenjang dibawah Mr. Jay, saat kuliah, aku sering berkegiatan


di pecinta alam dan bermusik dengan kakak tingkatku ini.


Orangnya baik dan tidak sombong meskipun dia terkenal dan dapat


orderan manggung dimana-mana.


Dengan kegemaran kami yang sama, jadilah kita bestie meskipun tak


terlalu dekat. Apalagi saat dia lulus kuliah terlebih dahulu, jarak kami


semakin jauh.


Sampai suatu ketika aku bertemu dengan kak Jay lagi di acara


seminar kampus. Temanya ‘Kiat sukses pengusaha lokal’, dia adalah salah satu


pembicaranya.


Aku yang sedang butuh pekerjaan, mendekat padanya. Mengingatkan pertemanan


kami dan akhirnya jadilah aku asisten pribadinya.


Mengikuti semua jalan pikiran dan sepak terjangnya, meskipun


terkadang bertentangan dengan sifat-sifatku. “Tapi apa mau dikata? He’s the big


bos, okay”.


“Ternyata feelingku benar jika Mr. Jay adalah orang baik”.


Dan disinilah aku sekarang dengan kesuksesanku. Yang tengah


memperebutkan cinta seorang gadis dengan asisten nyonya Suti. “Bapak ibuk

__ADS_1


restui anakmu agar dapat bersanding dengan Santi, ya?”


__ADS_2