MISTERI CINTA THE CARTWRIGHT’S

MISTERI CINTA THE CARTWRIGHT’S
BAB VII


__ADS_3

POV


Marcella


‘Dia datang wow, Jodi datang! Mata ini membeliak tak percaya.


‘Hei tunggu dengan siapa itu? Apa rekan bisnisnya atau partner one night standnya,


sepertinya bukan? Aku tidak pernah melihat perempuan itu? Gayanya anggun sekali


dan hei dia cantik. Kulitnya eksotis khas orang Indonesia. Pasangan yang pas buat


Jodi yang keturunan eropa. Aku jadi cemburu’, batinku.


Pun begitu kupaksakan senyum mengembang di bibir ini saat mereka menghampiri kami di


pelaminan dan mengucapkan selamat. Rico suamiku sudah mengetatkan rahang dan


mengepalkan tangan kanannya. Kusenggol dia dengan ujung siku kananku.


‘Relaks Rico, ingat ini pernikahan kita’, bisik ku kepadanya. Sedetik kemudian wajah


yang tersenyum dipaksakan kembali tersembul di wajah itu.


Walau tak beberapa lama kemudian raut muka Rico kembali memerah menahan amarah ketika


Jodi mengucapkan hal yang tak terduga. Kupikir dia datang ke pesta kami karena


hatinya sudah merelakan apa yang terjadi, ternyata tidak.


‘Uuuuh betapa bodohnya aku. Dia kesini hanya untuk menunjukkan dirinya mampu move on


dariku. Itu adalah salah satu ego tertinggi dari Jodi. Meskipun kalah dia akan


tetap menunjukkan taringnya’.


Kupandangi lekat perempuan di sisinya yang selalu menebar senyum manisnya kemana-mana. Aku


sedikit kesal dan iri pada ia, bagaimana tidak, baru sebulan yang lalu kuakhiri


hubungan cintaku dengan Jodi, ternyata dia sudah secepat ini dapat gantinya.


Padahal yang kutahu setelah ia putus dari kekasih pertama yang simpang siur informasi dari


hubungan tersebut. Jodi baru mau menerimaku sebagai kekasih hatinya


menggantikan si dia yang telah pergi dengan lelaki lain.


 Itu pun setelah aku merasa capek dan lelah


mengejar cinta yang ternyata bukan untuk ku, bahkan setelah enam tahun kita


sebagai sepasang kekasih. Betapa nelangsanya aku saat bermesraan, tiba-tiba


saja dia menyebut nama kekasih dari masa lalunya.


‘What the hell?’.


Akhir yang manis saat aku bertemu dengan Rico di salah satu perjamuan perusahaan. Ia yang


seperti orang kebingungan karena perusahaan keluarganya hampir bangkrut dengan


kesalahan pengelolahan manajemen, serta campur aduk antara uang perusahaan yang


dipakai untuk kepentingan pribadi oleh ayah tirinya.


Aku tak mau ambil pusing dengan hal itu saat Rico kujebak dengan permainan ranjang yang


manis dan kubuat seolah aku menjadi korban, dia akhirnya mau menikahiku. Dengan


syarat aku mau investasi di perusahaan keluarganya.


‘It’s no problem, karena aku adalah insvestor dengan banyak modal dibidang apapun. Meski


aku tak langsung terjun menangani sendiri disetiap saham yang aku tanam, tapi


hasilnya sangat bisa diandalkan’. ‘


‘Yaah dua keuntungan dengan membunuh dua burung dengan satu batu’. Aku mendapatkan


perusahaan baru dan disisi lain dendamku pada Jodi terbalas, Rico adalah


sahabat terbaik yang dia punya, aku yakin ia sangat-sangat sakit hati dan


terpuruk.


Tapi nyatanya aku salah, dia datang dengan kekasih barunya.


‘Ouch’, betapa kesalnya aku. Menatapi pergerakan mereka di ruangan pesta ini, kemesraan


yang ditampilkan alami. Gerah seolah semuanya menyelimutiku dalam ruangan


tertutup serta panas, terasa sesak sekali.


…………………………………………………

__ADS_1


POV


RICO


‘Brengsek mau apa Jodi kesini, mempermalukanku. Tunggu saja kalau ia membuat ulah dipesta


ini?’, ancamku.


Entah lah persahabatanku dengan dia rusak gara-gara kami menginginkan perempuan yang


sama. Dia sangat mencintai Marcella saat aku hadir di tengah-tengah mereka.


Perasaanku sangat puas ketika mampu menjauhkan dia dari wanita yang sangat


kucintai ini.


Betapa tidak, Marcella tengah mengandung anak ku. Sebentar lagi aku akan menjadi


seorang ayah. Sangat bahagia, itu jelas. Meskipun aku bukanlah pria pertama


yang menjamah tubuhnya. Setidaknya aku satu-satunya yang membuat dia hamil.


Kubenci Jodi karena dia munafik. Pemabuk berat, suka clubbing adalah kegiatan yang


acapkali dilakukan. Aku yang semula anak mommy, mulai terhanyut oleh


hasutannya. Jadilah kami berdua sering pulang kerumah dalam keadaan mabuk. Atau


harus berakhir disebuah apartemen karena one night stand yang kita lakukan


dengan para wanita dari night club.


Tak ada penyesalan saat Jodi menjadi sahabat toxic ku. Sampai suatu malam aku terjebak


dengan Marcella di apartemen pribadiku. Lenguhan dan ******* menuntut dari ia


membuatku berkali-kali melakukannya. Ia pun tak keberatan, bahkan mampu


mengimbangi permainannku.


Bukan hanya sekali dua kali kita melakukannya dimanapun, kapanpun saat ada


kesempatan, yang sayangnya malam itu terpergok oleh Jodi. Dia datang dengan


membawa buket bunga besar serta kotak cincin permata untuk melamar Marcella.


Adegan panasku pun terjeda saat pintu apartemen ditendang dari luar.


‘Braak’.


‘Rico….Cella. Apa yang kalian lakukan? Teganya kalian menghianatiku’.


tubuh polosnya. Sedangkan aku sibuk menarik boxer yang ada dipojok kasur.


Jodi menatap kami berdua penuh amarah, tak kupedulikan. Bahkan ketika dia meninju


muka ku berkali-kali sampai darah mengucur disudut bibir ini tak kuhiraukan.


Cella menangis histeris diantara perkelahian ini.


‘Jodi sudah, hentikan!’


‘Tak ada ampun bagi penghianat seperti dia Cella. Katakan padaku apa dia memaksamu,


lelaki brengsek’.


‘Apa maksudmu dengan memaksa Jodi?’, tanya Marcella bingung.


‘Dia mencampurkan obat perangsang kedalam minumanmu kan, sehingga kamu tak sadar


untuk mengikuti permainannya’, kata Jodi sembari hendak melayangkan pukulannya


lagi. Tenagaku yang sudah terkuras habis karena menggauli Marcella ditambah


perkelahian ini, membuatku hanya terengah disudut ruang.


‘Kamu salah Jodi. Aku melakukannya dengan sukarela’.


‘Kamu mencintainya Cella?’, tanya Jodi terkejut.


‘Iya aku mencintainya, jadi jangan pukul lagi. Aku tidak mau ayah dari anaku babak


belur’.


‘Jadi ba…..bagaimana dengan ku Cella. Bagaimana dengan hubungan kita. Lihat aku


membawakanmu buket ini dan cincin yang kamu inginkan. Aku akan menjadikanmu


istriku. Menjadi penerus keluarga Cartwright!’, teriak Jay marah.


‘Aku tak peduli….aku sudah tak mencintaimu lagi Jay. Kamu pun begitu kan?’.


‘Apa maksud dari pertanyaanmu?’


‘Oooh ayolah Jay, kamu masih mencintai dia kan? Gadis dari masa lalumu. Itulah

__ADS_1


sebabnya ketika ku ajak kau bercinta, bayangan dia selalu hadir ditengah-tengah


permainan. Dan aku sangat kecewa dengan itu. Jadi lupakanlah Jay. Ku akhiri


hubungan ini’.


‘Tidaaak kau kejam Cella……kau sangat jahat. Lihat saja apa yang kuperbuat nanti’.


‘Lakukanlah sesukamu Jay, aku tidak peduli’, Marcella mengucapkan kalimat itu sambil


menangis serta menepuk-nepuk pipi membuatku sadar.


‘Rico…bangun sayang aku disini. Bangunlah demi anak kita’, bisiknya.


Ketika ku membuka mata hanya terlihat kilatan penuh emosi dari wajah Jodi, tangannya


mengepal dan berkali-kali dia meninju tembok disebelahku. Aku tak peduli karena


kini Marcella merangkulku serta menciumiku. Dengan smirk lebar serta sorot


penuh penghinaan kulayangkan pada Jodi.


Dia yang marah membanting semua yang dibawanya ke arahku dan Marcella yang duduk


bersimpuh dilantai sebelum pergi meninggalkan kami dengan suara,


’Braaak!.


…………………………………………………


POV


JODI


‘Jeff’.


‘Ya bos’.


‘Ikuti dia tapi jangan sampai dia tahu’.


‘Eemm, ada lagi Bos?’.


‘Pastikan dia selamat sampai ke kosannya’.


‘Baik bos’.


‘Dan ingat jika ada yang tergores seujung kuku pun dari tubuhnya, kau harus lenyap juga


dari muka bumi ini’.


‘Siap bos, jangan kuatirkan hal itu’.


‘Tarno, ayo jalan. Biar si Jeff mengurus sisanya’.


‘Baik tuan’.


Setelah itu suara mobil melaju di jalan raya terdengar nyaring di seantero alun-alun


kota. Malam yang sunyi dari segala hiruk pikuk kegiatan manusia, membuat mobil


Bentley itu menebarkan histerisnya.


Sebelumnya……………………


Pada saat aku menurunkan Suti di alun-alun kota, kupandangi lekat-lekat punggung wanitaku


itu. Dia tak menyadari walau mata tajamku menghunus tepat ke arahnya.


Heran, kemana sifat mudah perasa miliknya. Padahal dulu dalam jarak lima ratus meter


pun apabila ada orang yang melotot penuh kebencian ke arahnya dia akan menoleh


balik ke orang tersebut. Seolah punya indra ke enam dan punya mata dibalik


belakang kepalanya.


‘He….he,


kutertawai pemikiranku yang konyol. Punya mata dibelakang kepala mungkin mirip


laba-laba koleksi daddy dulu, yang sempat tak terurus karena meninggal mendadak


terkena serangan jantung.


‘Apa yang membuat Suti seperti itu, tak punya rasa kuatir sama sekali terhadap bahaya


yang mungkin mengintai disekitar, apalagi ini sudah malam hari’.


Kekuatiran akan hal buruk terjadi kusuruh si Jeff menguntit dan menjaganya sampai di


kosan. Pikiranku melayang membandingkan sikap Suti sekarang dengan dahulu,


kugelengkan kepala berkali-kali sebelum memerintahkan sopirku menjalankan mobil ini.


 ‘Tak perlu kuatir lagi toh, Jeff adalah

__ADS_1


bodyguard kepercayaanku’. Dan mungkin aku bisa, heeemmmm’, berbagai rencana


terbit di benak. Aku pun tersenyum’.


__ADS_2