MISTERI CINTA THE CARTWRIGHT’S

MISTERI CINTA THE CARTWRIGHT’S
BAB LXIII


__ADS_3

Tubuh Jay kembali berputar memasuki dimensi lain. Saat dia


menyusun sebuah rencana untuk menjebak Marcella, sang tunangan.


“Dia pikir perempuan yang akan dijadikan istrinya ini adalah


wanita yang tahan dari segala godaan. Tapi nyatanya ia salah”.


Semua materi yang dipunyainya tak sebanding dengan ketebalan


imannya. Godaan kehangatan permainan ranjang, masih menjadi celah yang sangat


bisa diandalkan.


Terutama oleh Dico. Tak perlu bersusah payah bagi Jay, menentukan skenario


penjebakan. Meskipun pada saat kejadian penangkapan, dia betul-betul marah


sebagai akumulasi pelampiasannya pada Suti.


Pukulan yang dia layangkan ke Dico sangat keras, seolah Jay


memukuli Hendri disana. Itulah sebab yang membuat sandiwaranya seolah nyata.


Dalam pikirannya yang terlintas kejadian di Hotel Horizon dalam kamar 302.


Dia tak peduli, yang penting semua sesuai keinginannya. Lagi pula


Dico perlu diberi pelajaran karena terlalu sering menggoda sang kekasih hati.


Dengan menjadikannya koleksi one night standnya.


Setelah itu, dia akan membuang wanita baik-baik itu buat Jay. “Sangat


kurang ajar, kan? Dia pikir siapa?”


Gayung bersambut, Marcella yang tak pernah tahan berjauhan dari


pelukan lelaki pun menjadikan dico pelampiasan atas ketidak acuhan Jodi dalam


hubungan mereka.

__ADS_1


Jay yang selalu cuek. Hanya memberikan perhatian sebagai bentuk


formalitas atas koneksi sosial, bertunangan.


Tiga bulan hubungan backstreet pun membuahkan hasil. Dia hamil


dengan lelaki selingkuhannya. “Wow! Sebuah collateral damage yang sangat cantik”.


“Siapa yang bisa menolak pesona bayi? Jelas tak ada”. Apa lagi


kedua orang itu adalah pewaris tunggal. Keluarga Hariyanto, pemilik perusahaan


raksasa kedua di kawasan Asia tenggara dan Arab.


Mungkin setelah pernikahan, mereka akan membuat lagi banyak anak


sebagai penerus keluarga. “Jodi menjadi perantara yang baik, kan?” Meskipun


awalnya hanyalah sebuah rencana jahat darinya.


Perusahaan Dico, jelas amblas. Tak tersisa apapun untuk diwariskan


ke bayi yang akan lahir. Bagaimana bisa mereka mewariskan jika sang ayah tiri


Hobinya yang berjudi dan bermain wanita, merupakan pemicu


hancurnya perusahaan The Dico’s. Padahal baru saja meraksasa dengan menjalin


kerjasama di berbagai bidang usaha. Termasuk The Cartwright.


“Menyesal? Tentu tidak”. Karena persahabatan yang terjalin antara


Dico dan Jodi baru beberapa tahun. Pun saat pria keturunan The Cartwright sudah


menjadi kaya.


Bertemu dengan ketidak sengajaan dalam pesta perusahaan keluarga


Hariyanto. Dan Jay menyumbangkan lagu ciptaannya pada sang tunangan. Saat


itulah dia tahu jika Dico adalah play boy sejati.

__ADS_1


Meskipun begitu Jodi tetap menjalin hubungan dengannya. Dia tahu


bahwa suatu saat, pria di hadapannya ini akan sangat-sangat berguna. “Terbukti,


kan?”


Kembali Jay memejamkan mata, saat lingkaran sinar putih membawa


dirinya ke ruang waktu yang berbeda.


Alun-alun Kota. Ketika dia memaksa menjemput wanita yang


mengenakan kaos oblong dan celana jeans lusuh. Wajahnya penuh peluh dan sedikit


gosong.


Tak perlu ke ahli kecantikan untuk menilainya. Dari tampilan yang


ada jelas menunjukan betapa kerasnya dia mencari nafkah di bawah matahari


langsung.


Menawarkan kerja sama yang menguntungkan si wanita, dia lakukan


dengan para bodyguard dengan baik. Pun saat menjebaknya dengan nominal tinggi yang


tak akan sanggup dia lunasi, andai Jodi menuntut kontrak kerjasama yang mereka


lakukan.


“He…he…he”. Kekehan puas atas kecurangannya membuahkan hasil.


Walaupun dia sempat kabur dari lapangan permainan yang Jay buat.


“Apalah artinya tindakan yang dia lakukan bagi Jodi? Tak  ada”. Dengan kekayaan, taktik dan ambisi yang


dia punya semuanya teratasi. Hanya saja ego Suti yang tak bisa dikalahkannya.


Kekejaman Jay kalah telak dibandingkan wanita itu. Seribu


kekejaman yang dia lakukan masih meninggalkan penyesalan di lubuk hati

__ADS_1


terdalamnya. Apalagi ketika melihat sang kekasih hati menangis dalam diam.


__ADS_2