MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)
JANDAKU (81) Aku Yang Dulu Dan Aku Yang Sekarang


__ADS_3

Waktu berjalan mengalir seperti air.


Hari demi hari, minggu berganti minggu. Sebulan berlalu, terus seperti itu.


Aku kini kembali menjadi diriku sendiri yang sibuk dengan jadwal padat pekerjaan sebagai seorang property manager real estate yang kerjanya sibuk wara-wiri kesana kemari.


Tanpa terasa, setahun sudah Alifah bekerja di negeri orang.


Sesekali ia mengirimi kami sesuatu. Ada saja obrolan online nya via Ibu.


Denganku, Ia jarang chat juga. Aku sendiri tak mau terlalu dalam mencampuri urusan Alifah yang akan membuatku sulit move on dan terus berputar disekitaran dia.


Pekerjaanku sudah teramat sibuk. Bahkan tak jarang di hari libur pun aku masih harus masuk kerja, mengontrol urusan ini dan itu.


Kaga enak jadi orang kepercayaan! Selalu dicecar dan disuruh ini itu dengan alasan gue paling berkompeten. Hadeuh! Kaga ada waktu santai, kaga punya lenggang! Ginilah hidup gue sekarang!


Tapi aku senang. Karena kerjaan ini ternyata cocok dengan pasionku.


Penampilanku tak harus rapi. Tak mesti berjas dan berdasi walau kadang sesekali style gaya CEO sempat juga jadi andalan Seorang Gatot Subroto pengusaha muda eksklusif. Hahaha, gaya banget khan gue!?

__ADS_1



Banyak teman Ayah ataupun teman sepengajian Ibu yang begitu bernafsu menjodohkan putri mereka padaku. Bahkan diantara mereka ada yang sengaja datang menyodorkannya dengan dalih berkenalan saja dulu.


Hhh... Hiks.


Syukurnya, Ayah dan Ibu kini lebih enjoy menyikapi kesendirianku. Tak seperti dulu, yang selalu waswas dan seolah memiliki ketakutan tersendiri akan kegetiran percintaanku.


Kini mereka jauh lebih percaya padaku dalam segala hal. Entah, mungkin kini Ayah Ibu lebih mendoakanku dalam diamnya. Tak lagi terlalu khawatir apalagi cerewet seperti yang lalu-lalu.


Benar kata pepatah, lelaki itu langkahnya jauh lebih lebar dari perempuan.


Tapi tetap saja, aku adalah Aku. Gatot Subroto yang slenge'an dan agak nyeleneh dengan hobi nongkrong sendirian di kafe-kafe yang kini bertebaran di sudut kota PP yang makin keren.


Bukan tak lagi ada niatan untuk ke arah yang lebih baik. Bukan tak mau lagi memiliki kekasih yang akan kunikahi untuk menjadi istri. Bukan.


Tapi karena saat ini memang aku merasa belum ada perempuan yang pas, yang bisa menggetarkan hati ini untuk kuajak ke pelaminan.


Aku juga pria normal. Butuh gesekan kasih sayang, juga percikan keinginan bercinta yang luar biasa.

__ADS_1


Di kafe, kadang ada perempuan cantik yang menemaniku minum. Namun tak sampai naik ke atas ranjang untuk kutiduri beberapa jam saja.


Maaf, bukan sok suci. Bukan bagaikan biksu Tong Sam Chong yang selalu berusaha menjaga kesuciannya dari godaan dan rayuan para wanita. Tidak seperti itu juga.


Tapi aku tidak mau sembarangan memasukkan barang berhargaku begitu saja yang bukan pada tempatnya. Selain takut kena penyakit IMS (Infeksi Menular S*ksual) model sipil*s atau raja singa. Yang bahayanya diakibatkan tertular bakteri treponema pallidum. Juga penyakit HIV AIDS. Semua itu bisa terkontaminasi lewat hubungan s*ksual yang tidak pada tempatnya.


Aku nakal, aku bengal, aku bandel.


Tapi sebatas minuman keras, mabok, berantem dan sesekali judi roulette kalau ada yang mengajak. Namun untuk lebih ke hal-hal yang sensitif lebih jauh, aku tak ingin tenggelam dalam kubangan dosa terlalu jauh.


Cukup main yang aman-aman sajalah.


Bodo amat orang bilang gue cowok cemen, cuma bisa maen solo, ngocok sendiri, suka koleksi sabun, pecinta anime dan lain sebagainya, dan seterusnya, dan bla bla bla... It's okay wae. Daripada ntar gue mesti berobat ke dokter dan di vonis penyakit aneh-aneh, hiii... Naudzubillah tsumma naudzubillah.


Belom lagi ntar lo di neraka, ditusuk jadi sate, dirajam, dibakar bolak-balik biar meletek itu sotong lo terus begitu. Hiks... Ngeri lah bayanginnya! Udahlah skip ajalah! Belom mau juga gue nengok itu tempat selagi masih di dunia. Hihihi... (maaf)



...❤BERSAMBUNG❤...

__ADS_1


__ADS_2