
Semangat sekali pagi hari ini.
Mandi pagi sedikit lebih lama dari jadwal biasanya. Sengaja luluran ala-ala anak perawan. Hiks.
Keramas pun pakai shampo terbaik sampai dua kali. Berharap rambut di kepalaku dapat diatur volume gelombangnya yang ikal meringkal mirip bulu domba.
Selesai mandi, sibuk bongkar isi lemari. Cari kemeja dan celana favorit yang bikin tampilanku makin yahud di mata Alifah.
Tapi yang mana? Ini? Ini? Atau ini?
Ngubek-ngubek lemari plastik dua pintu ukuran besar, tetap saja tak nampak yang paling istimewa.
Hhh...! Perasaan dah lama gue kaga peduli sama penampilan dan berbuat kayak gini!?! Mau pergi ya tinggal pergi. Mau hangout, cabut tanpa ba-bi-bu. Kenapa gue jadi kayak gini sih? Ish! Merasa punya kepribadian ganda deh, akhir-akhir ini! Normal ga sih?
Untung saja, aku ingat akhir bulan lalu pernah membeli semi blazer yang lumayan bagus untuk penampilanku nangkring di kampus Akademi Kebidanan tempat Alifah menimba ilmu.
Srot srot srot
Minyak wangi andalan. CGES. Berharap aromanya membuat Alifah tergila-gila padaku dan langsung bilang, "Gatot Gila! Gatot Gila!"
Haish! Nyengir dikit, boleh?
Pomade G*tsby sebagai sentuhan akhir.
Keren ga, gue?
Bolak-balik, mondar-mandir kaca besar di dinding kamar. Sesekali bergaya ala-ala cover boy yang berlenggok di catwalk.
Lumayan lah, daripada lu manyun! Hiks...
Seengga'nya, ga jauh beda sama si selebgram tunangannya itu. Bedanya, dia ganteng banyak. Sedangkan gue gantengnya sedikit.
Haish! Artinya tetep aje gue kalah pesona sama si Bryan Anggara itu dong! Ripuh, Sitiii!!!
Hm...
Sebelum gue cabut, coba-coba kepo dikit. Alih-alih bandingkan ketampanan aku dan dia, aku malah bablas stalking-in si Bryan Anggara itu lewat IG dan Tiktoknya.
Ngapa ni bocah ga pernah ngapload foto Alifah ya? Padahal si Belut sekarang cantik parah. Hm...! Andai Belut milik gue, bakalan gue pamerin foto-foto kecenya setiap saat setiap waktu!
Eit! Bisa jadi karena si Lifah terlalu cantik, jadi dia emoh pajang foto-fotonya. Selain takut ada yang naksir, takut juga si dibully fansnya yang bejibun. Ya engga'? Ya khan? Ya dong!
Secara dia selebgram. Sudah sekelas artis juga gaya dan tampilannya.
Bahkan ada momen-momen penting bersama orang-orang tenar macam youtuber, penyanyi cover-an dan selebgram lainnya yang ia abadikan di IG miliknya yang memiliki followers yang ratusan ribu orang itu. Nyaris mendekati satu juta. Edun!!!
Tampan, muda, kaya raya.
Ternyata kau beruntung, Alifah! Ck! Kau berhak bahagia. Aku tak boleh merusak kebahagiaanmu, Sayang! Aku tak mau tunanganmu nanti salah faham, jika kita dipergoki sedang jalan berduaan. Masa depanmu tentu saja jauh lebih cemerlang bersama dia daripada denganku!
Hhh...
__ADS_1
Gegana kembali melanda.
Bahkan membuatku down dan sempat buka jas semiku.
Gatot b*go!!! Emang lo ga mau berjuang dulu demi cinta lo yang tulus, suci, murni, seratus persen halal? Hadeeuh! Cemen lo! Baru juga liat foto tunangan si Belut aja, lo udah meleyot K.O. Macam kerupuk kesiram air. Gimana bisa lo sok-sokan ngajak tanding, tarung one by one! Dasar, payah!!!
Wait, wait, wait!!!
Sori, Jak! Gue ini cowok gentlement! Gue gak pernah setengah-setengah kalo udah milih sesuatu. Dan gue akan berjuang sampai titik darah penghabisan!
Gitu dong lo!
Tapi..., gimana kalo si Alifah malah lebih milih si Bryan? Apa ga 'tengsin' gue?
Kendor lagi semangatku. Hiks. Kenapa ini berasa drama bet hidup gue? Ayolah, mau mau. Engga' engga'! Susah amat mau bergerak juga!
Akhirnya kuhentakkan kaki kananku.
"Bismillah! Berangkaaat!!!"
Aku yakin, doa Ibuku selalu ada bersamaku di jalan yang benar.
Saat ini niatku baik. Hanya ingin menyambangi Alifah di kampusnya. Sekedar menanyakan kabarnya dan ngobrol soal kuliahnya yang tinggal sedikit lagi.
Menyambung tali silaturahmi itu bukanlah perbuatan salah, bukan?
Hehehe...! Pinter nge-les lo, Tot! Sebelas dua belas sama bajaj!
Sepatu casual bahan kulit melengkapi penampilanku yang catchy. Berharap Alifah terkagum-kagum melihat kedatanganku yang tiba-tiba meskipun hanya bermodalkan sepeda motor Yamaha Aerox 155 kreditan selama 35 bulan potong gaji bulanan.
Celingak-celinguk agak susah cari parkiran. Akhirnya ada juga papan pemberitahuan area parkir khusus mahasiswa-mahasiswi di kampus Akademi Kebidanan tempat kuliah Alifah.
Gadis itu sudah semester akhir dan sedang sibuk susun skripsi untuk sidang wisudanya akhir tahun ini. Pasti waktunya kumpul, kopdar bareng teman-teman tak lagi seleluasa di semester awal.
Apalagi jurusan yang Alifah pilih juga membutuhkan otak, tenaga dan waktu lebih dari sarjana lainnya. Seperti halnya aku, hanya empat tahun sudah bisa menyandang gelar sarjana manajemen.
Aku menghela nafas sebagai jeda pilihan untuk melanjutkan langkahku menyusuri kampus yang letaknya tak jauh dari RSPAD itu sendiri.
Sempat mengingat cerita Alifah yang juga tinggal di asramab22 selama dua semester belakangan ini demi memudahkan aksesnya menyusun skripsi dan bolak-balik perpus kampus setiap waktu.
Akhirnya aku berinisiatif menanyakan langsung ke bagian informasi akademi tentang salah satu mahasiswinya semester akhir yang bernama Siti Alifah.
Sayang seribu sayang, ternyata aku datang disaat yang tidak tepat. Hari ini seluruh murid diliburkan karena suatu hal. Para siswa dan siswinya pun kebanyakan pulang ke rumah masing-masing ketimbang berdiam diri di asrama kampus yang diliburkan selama tiga hari itu.
Jodoh gak sih?!? Kenapa Tuhan seperti sedang mempersulit pertemuanku dengan Alifah? Hhh...
Terpaksa aku pulang dengan muka masam. Tak berhasil berjumpa Alifah karena suatu kendala.
Ish, tekor bandar! Dandan pool jor-joran, ternyata hasilnya zero alias nol! Hiks... amsyong double amsyong ini mah!
Untuk mengobati luka di hati, melipir sebentar ke Ramayana Plaza buat cuci mata yang letaknya tak jauh dari kampus Alifah. Hanya berjarak beberapa ratus meter saja. Sepertinya itu pilihan yang tepat.
Banyak anak-anak muda berseliweran wara-wiri menjelang siang. Ada yang niat belanja, tapi tak sedikit yang cuma numpang lewat cuci mata cari angin segar dari para pengunjung yang beraneka ragam.
Toko-toko distro berlomba-lomba memajang barang dagangan dengan promo diskon harga yang gila-gilaan.
__ADS_1
Padahal mah itu hanya tipu muslihat para perusahaan retail dan konveksi dalam target pemasaran mereka. Rata-rata mereka menaikkan harga sampai dua kali lipat. Lalu setelah itu memberi label diskon bahkan sampai ada yang begitu menggiurkan dengan potongan harga 50 persen plus 20 persen. Itu gokil dan tidak masuk akal jika memang benar. Ck ck ck... Taktik strategi pemasaran yang sangat sering dijumpai di toko manapun itu!
Bruk.
"Pak Mukti! Gimana sih bawa barang? Hati-hati dong! Itu khan jam tangan mahal yang barusan kubeli. Kalo pecah dan rusak, emang pak Mukti sanggup ganti!?!"
Aku terperanjat.
Kaget dan sumpah tak percaya pada pemandangan di depan mata.
Walah? Itu khan..., Papanya Alifah?
Baru saja aku hendak menghampirinya, sekedar say hello tanya kabar basa-basi sebentar. Tiba-tiba mataku terbelalak. Salfok pada cowok tinggi yang barusan memarahi mantan mertuaku itu.
Itu khan si Bryan Anggara? Tunangan Alifah? Lah, Koq? Koq gitu amat sih sikap tindak-tanduk si selebgram ternama itu pada Papa tunangannya tadi?
Aku benar-benar salah fokus pada wajah tampan yang berada sekitar dua meter di depanku itu.
Ck ck ck...! Ganteng doang, tapi minim attitude!
Bahkan dengan gaya parlentenya si Bryan itu melenggang tenang di depan Papanya Alifah yang tampak sulit bergerak cepat karena tangannya yang penuh barang belanjaan Tuan Besar.
"Papa!"
"Ga-Gatot?"
"Papa apa kabar?"
"Baik, baik! Maaf, Tot! Papa masih kerja ini. Kapan-kapan kita ngobrolnya, ya?"
"Sini, biar kubantu bawakan barang belanjaannya!"
"Ga usah, Tot! Papa pamit, ya?! Ga enak sama juragan Papa tuh yang di sana!"
Aku menelan saliva. Merasa sangat miris melihat dan mendengar suara pelan Pak Mukti, Papanya Alifah sambil tersenyum kikuk dan menunjuk ke arah Bryan Anggara yang terlihat cuek berjalan santai agak jauh di depan kami.
"Pa!..., itu...bukannya tunangan Alifah ya?" ujarku pelan membuatnya terkesima. Sepertinya beliau juga terkejut karena aku mengetahui kebenarannya.
"Tahu dari mana?" bisiknya hati-hati.
"Alifah!" jawabku, juga dengan suara berbisik.
Tiba-tiba,
"Pak Mukti bawa dulu semua barang belanjaan ke bagasi, ya? Aku mau ke toko itu sebentar!"
"I-iya, Den!"
Den? Raden? Biarpun si Bryan putra juragannya, tapi mengingat cowok tajir itu adalah tunangan putrinya... Rasanya panggilan itu terlalu berlebihan khan? Iya ga sih?
Ingin rasanya kujotos wajah kinyis-kinyisnya beberapa kali supaya cowok tampan itu menyadari kalau tingkahnya sudah kelewatan.
Ini si Belut tau ga sih, kalo tunangannya itu perlakukan Papanya sekejam ini? Belom juga jadi mertua beneran, songongnya udah level dewa. Apalagi kalo sampe kejadian nikah sama si Belut nantinya, bisa-bisa jadi keset diinjak-injak gak punya harga diri sama sekali dianggapnya! Beneran bikin gue esmosi aje ni kunyuk!!!
...❤BERSAMBUNG❤...
__ADS_1