MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)
JANDAKU (24) Hiks... Kena Mental Gak Tuh


__ADS_3

Bahagia hati bila dapat membuat menyenangkan hati orang.


Seperti hatiku kini, tenang dan damai meskipun Boss Gila memarahiku habis-habisan.


Katanya Boss, aku tak bisa bertanggung jawab di hari pertama kerja. Malah bikin kekacauan sampai pintu rolling door gudang ada yang jebol.


Aku tak tinggal diam. Sedikit menyahut, siap dipindahkan lagi kalau kinerjaku tidak benar. Tetapi malah dibentak untuk tidak menyela omelannya.


Hadeuh, Boss! Belum puas ya maki-maki gue? Kayaknya jadi Boss itu niatnya biar ada anak buah yang bisa dicaci maki ya? Ck... Sedih gue. Hiks...


"Jangan songong, pake ngajak debat! Udah tau salah, cukup diam dan dengarkan! Jangan sok jagoan, berani lawan atasan!"


Dih? Dibilang songong, pake ngajak debat!? Lha khan cuma jelasin doang, Boss!?! Fix lah, Boss Edan, emang! Hiks...


"Ya udah! Terus pertanggung jawaban kamu gimana, Tot?"


"Koq saya yang tanggung jawab? Khan... Saya ga tau namanya mau ada musibah. Boss! Saya malah pulang udah lewat isya lho itu! Keluarin modal dua ratus ribu buat beli rokok, kopi sama jajanan dari kantong saya sendiri. Tanya aja Mas Rasdi, Mas Oji, Diki sama Bang Firman! Saya gak laporan ke Boss, karena saya juga cari aman sama pengen punya teman demi keamanan! La, namanya musibah mana kita tau!"


"Itu namanya kau teledor! Masih untung cuma kebobol gak sampe ada barang customer yang digondol! Apalagi barang penting, barang berharga kayak sepeda motor dan lain sebagainya!"


Aku diam.


Secara semua ucapannya ada benarnya juga.


Tapi aku tak terima jika Boss terus-terusan memojokkanku sampai terhimpit kayak gini.


"Sekarang kamu saya pecat!!!"


Hah???


"La Boss??? Ga bisa sembarang gitu dong, Boss! Saya akui saya lengah. Tapi saya udah bekerja semaksimal mungkin. Mau gimana lagi saya, Boss? Apa harus kerja jagain gudang 24 jam? Harus tidur lesehan depan pintu gudang biar aman dari gangguan? Boss,"


"Jangan banyak omong! Ayo, cepat kemasi barang-barangmu. Lalu pergi dari sini!"


"Boss? Boss beneran ini? Boss mecat saya secara tidak hormat? Oh gitu, Boss! Oke! Oke..."


Emosiku meninggi. Tensi darahku seketika menaik.


Sial*n punya Boss Edan! Udah gue diombang-ambing kerja mati-matian sampe kesana kemari gue turutin maunya, ujung-ujungnya di pecat secara tidak hormat! Bangk*e bener punya Boss model begini! Dikira ga ada kerjaan lain apa, sampe segitunya dia sama gue!!! Oke, fine...! Liat lo, Boss!!!


Amarahku sudah diubun-ubun.


Memerah wajahku bahkan hampir ungu karena amarah yang kutahan agar tak sampai meledak.


Bahkan rekan baruku sesama karyawan gudang semua berusaha menenangkan Boss. Tetapi tetap saja Boss Angkuh itu mengusirku dengan pongah sambil bertolak pinggang sembari mengacungkan telunjuknya dan berkata, "Keluar!!!"

__ADS_1


Aku tentu saja tak terima penghinaan ini.


Walaupun bingung dan linglung nanti mau kerja dimana, akhirnya aku turuti perintahnya yang menyakitkan hati.


Aku bergegas keluar.


Tergesa-gesa dengan hati membara.


Tiba-tiba...


Byur...


Byuuurrr


Dua ember air berturut-turut seperti sengaja disiramkan seseorang ke atas tubuhku.


"Hahaha...!


"Happy birthday to you... Happy birthday to you...! Happy birthday happy birthday, happy birthday to you...!"


"Hip hip, horeee...! Hip hip, horeee!"


"Selamat ulang tahun, Gatot! Selamat ulang tahun, Gatot!..."


Kena mental gak tuh?!? Hik hiks... Dimarahin abis-abisan, dicaci sampe dipecat dengan tidak hormat. Ternyata... Huaaa...hik hik hiks!


Boss, ngapa umur gue jadi 50 tahun? Hiks... Bocah tua nakal, dong gue!


"Tapi bo'ong, ong, ong, ong! Gatot gue pecat, tapi bo'ong!"


Seketika blank otakku.


Antara senang, sedih, juga terharu bercampur jadi satu.


Baju yang basah kuyup membuatku tersamar hingga tak ada yang sadar kalau aku meneteskan airmata.


Ternyata temen-temen gue merhatiin gue! Mereka rupanya sayang gue, walau terlihat cuek juga tak peduli.


"Thanks, gaess! Makasih, Boss! Makasih teman-teman semua. Makasih banyak perhatiannya juga siraman rohani dua embernya! Hiks!!! Wanjriiit, baju gue basaaah! Sampe semp*k juga niiih!!!" teriakku membuat semua tertawa ngakak.


"Harusnya tadi siram air comberan ya, Boss?" kata temanku Reyhan, yang kini jadi SCM di kantor tempatku dulu. Kupikir Pratama yang bakalan duduk di kursi bekas aku. Nyatanya Pratama tetap masih punya pesaing berat, yakni Reyhan.


Semua karyawan di kantor tempatku dulu rupanya sengaja digembol Boss Edan untuk nge-prank aku.


"Telat, Boss! Ulang tahun saya kemaren. Ini mah lewat sehari! Hehehe...! Tapi makasih banyak, Boss! Boss perhatian banget sama saya!"

__ADS_1


"Dih, ge'er! Siapa juga yang perhatian sama kamu. Saya cuma ikutin kata anak-anak semua, tuh! Yang kasak-kusuk mau kasih kamu surprise! Ya udah, sekalian deh!"


"Tadi Boss cuma akting khan, Boss, pecat saya? Saya masih kerja disini khan? Masih bakalan digaji akhir bulan ini khan?" tanyaku, memastikan.


"Emang kamu mau kalau aku pecat?"


"Lah si Boss mah! Kurang santui gayanya!"


"Dasar kau, Tot! Ayo, ayo! Hari ini kalian kerja rodi. Bersihin gudang bantu Mas Rasdi dan lain-lain angkut barang ke kontainer. Sesuaikan jadwalnya, berangkat jam berapa. Dianter ke kapal mana!"


Teman-temanku yang biasa dikantor hanya bengong melompong melihat cara kerjaku kali ini.



"Gue kira si Gatot dikirim ke gudang kerjanya enak, cuma tanda tangan, duduk manis ongkang-ongkang kaki. Terima gaji deh diakhir bulan!" gumam Pratama merasa iba padaku.


"Tah tuh, lo tau khan gimana kerjaan gue sekarang khan, Tam? Masih iri dengki gak lo, hah?"


"Hehehe...! Ga lah, Tot! Kita khan friend. Bestie gitu, orang bilang! Hehehe... Ada slek sedikit wajarlah, sesama rekan kerja."


Teman-temanku tertawa lepas.


Begitulah hidup. Kita kadang seringkali iri melihat keberhasilan orang lain. Padahal dibalik keberhasilan orang itu ada tetesan darah, keringat dan airmata yang lebih banyak dari kita. Belum tentu juga kita bisa mengikuti tata cara dan jalan mereka yang penuh lubang, onak berduri. Tapi kita sering suka salah kaprah menilai keberhasilan orang lain.


Hari ini makan siang kami istimewa. Traktiran Boss karena aku ultah. Formasi lengkap semua termasuk Tara, cewek satu-satunya dibagian operator ikut serta.


Tiga porsi makanan seafood saus asam manis dan seafood kuah Padang terhidang di meja restoran sekitar apartemen.


Hari ini makan besar judulnya.


Terbayar juga rasa kantuk dan lelahku karena bergantian jaga gudang sampai pagi bersama empat rekan kerjaku yang baru.


Suasana ceria membuat hatiku bahagia. Sampai ingin memosting foto kebersamaanku di status What'sApp dengan caption My Day.



Thanks, Boss! Thanks, teman-teman semua. Diusiaku yang ke-25 tahun aku mendapatkan surprise party yang indah dari kalian semua.


Tring.


...Sayang, maafin Ibu juga Ayah ya. Lupa sama hari jadimu yang seharusnya kami ucapkan. Maafin Ibu, Ayah ya? Sampai lupa hari ulang tahun anak sendiri....


Aku tersenyum membaca chatan Ibu. Segera ku VC beliau. Kuperlihatkan hari-hariku bersama teman-teman, kalau aku begitu bahagia karena terlahir dari rahim Ibu. Wanita yang paling mulia bagiku.


Makasih Ibu, kau telah melahirkanku kedunia ini dengan keringat, tenaga dan doa-doa. Terimakasih atas semua jasamu padaku yang tak kan bisa terbalas meskipun aku tua nanti. Love you, Ayah, Ibu!

__ADS_1


(Love you too My Belut) Jujurly, I miss you...


...❤BERSAMBUNG❤...


__ADS_2