MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)
JANDAKU (79) Kembali Berjuang


__ADS_3

Hhh...


Cinta, satu kata yang mengandung banyak arti. Sulit dijabarkan, susah diartikan. Terlalu mumet dan bikin rudet isi kepala juga.


Untuk saat ini, fokus utamaku hidup bukan untuk mencari cinta lewat jodoh.


Fokusku saat ini adalah cinta kepada kedua orangtua.


Hari demi hari berjalan bagaikan roda pedati yang terus berputar.


Siang malam, silih berganti.


Tujuh hari dalam seminggu, sepertinya waktu sangat cepat berlalu.


Aku, masih sibuk wara-wiri kesana kemari ke bagian belahan kota Babel wilayah perairan.


Usahaku dalam bisnis tanah bisa dibilang hoki yang luar biasa. Mungkin karena niatku yang besar ingin memberangkatkan umroh Ayah Ibu, Allah memudahkanku mencari rezeki halal berlimpah ruah seperti saat ini.


Boss-ku puas dengan kinerjaku. Beliau akhirnya datang ke kota PP bersama saudara-saudaranya untuk survey tanah yang akan dibelinya.


Memang hokiku lagi bagus, ternyata kesepakatan jual beli terjadi. Dalam waktu kurang dari sebulan, komisiku sebesar 35 juta bersih berhasil masuk rekeningku. Benar-benar suatu keberkahan.


Aku bisa memberangkatkan umroh Ayah Ibu dengan uang tabunganku sendiri. Berkah Alifah, hanya dengan 40 juta saja Ayah Ibu bisa ibadah ke Tanah Suci.


Padahal biaya rata-rata pada umumnya sekitar 25 juta ke atas perorang bahkan ada yang sampai 30 juta. Tapi karena Alifah mempunyai orang dalam dari travel itu sendiri bahkan ia mendapat kursi gratis dari pihak Arab Saudi, maka biaya transportasi Ayah Ibu dipangkas lumayan banyak.


Thanks, My Belut!


"Kenapa si, Tot, gue juga khan mau bahagiain Ayah Ibu! Secara mereka berdua adalah orang tua gue juga! Beneran jahara banget sih lo sama gue! Gue khan cuma bantu sepuluh juta doang. Tapi, pada akhirnya tetep lo take down biayai sendiri semuanya. Ck!"


Aku tersenyum sembari tertunduk.


Aku adalah anak tunggalnya Ayah Ibu. Urusan mereka berdua otomatis adalah tanggung jawabku sepenuhnya.


Dengan bantuan Alifah yang mengurusi semuanya dari pendaftaran sampai urus pasport saja itu sudah sangat luar biasa dimataku. Andaipun aku sudah punya istri, entah apakah istriku akan sehebat Alifah dalam mengurus Ayah Ibu. Bahkan sampai urusan test kesehatan, vaksinasi serta manasik haji pun Alifah yang membantu.


Fix, definisi istri impian banyak pria diluaran sana!

__ADS_1


............


"Lip!"


"Jangan cemas, kali Tot! Khan ada gue! Ayah Ibu pastinya akan selalu ada di sisi gue koq!"


Aku menunduk malu dengan senyum dikulum.


Hhh...


Mengantar kepergian mereka bahkan sampai bandara Soetta, adalah hal paling berat bagiku sampai saat ini.


Ayah Ibu merangkulku bergantian.


Perpisahan yang menyenangkan, walau harus melihat deraian air mata Ibu yang sedih karena akhirnya beliau tahu kalau hubungan asmaraku dengan Eliza kandas sudah.


Malam selametan yang digelar di rumah seminggu menjelang ibadah haji kecil Ayah Ibu mengindikasikan tentang hal buruk itu.


"Tot! Eliza koq ga datang? Kenapa? Ada hal penting apa yang bikin dia ga bisa hadir diacara selametan walimatussafar umrohnya Ayah Ibu?" tanya beliau pada saat itu.


"Kamu..., putus ya sama Eliza?"


Aku tak mampu menjawabnya.


Tak bisa menjelaskan part demi partnya dengan tersusun rapi. Selain menenggelamkan wajah sedih ini dipangkuan beliau, dan hati penuh harapan, suatu hari mereka akan bahagia melihatku bahagia.


Tuhan, jika kuboleh meminta... Aku ingin Ayah Ibuku selalu sehat. Selalu kuat dan semangat mendapat umur panjang hingga bisa menyaksikan keberhasilanku dalam karier juga rumah tangga. Aamiin...


Aku tak ingin menangis.


Tak boleh menangis. Karena usiaku 25 tahun lebih dan aku seorang lelaki sejati.


Ibu mengerti diriku. Ayah juga.


Keduanya merangkulku tanpa kata. Hanya usapan lembut serta tatapan kasih sayang mereka yang penuh makna.


Aku sayang kalian, Ayah, Ibu!

__ADS_1


...............


Ayah, Ibu dan Alifah telah berangkat umroh bersama rombongan travel yang dipilih Alifah.


Gadis itu super luar biasa.


Nyaris aku tak percaya, perjalanan waktu dan kariernya melesat tanpa kutebak sebelumnya.


Dia rupanya bekerja 'dengan hati' dan bertekad merubah kesedihan hidupnya menjadi tenaga super ekstra untuk masa depannya.


Aku malu mengingat diriku.


Berkubang terus dikubangan yang sama. Berharap Tuhan akan berikan aku cinta dan cinta.


Aku lupa, Tuhan itu Maha Pengasih. Begitu banyak cinta yang datang padaku melebihi espektasiku. Cinta tulus Ayah dan Ibu. Cinta suci Siti Alifah, JANDAKU yang kini adalah saudaraku. Cinta para sahabat yang senantiasa mensupportku via online dan realita. Thanks God! Sorry, I'am forget it!


Juga kemudahan demi kemudahan yang Tuhan beri dalam usahaku kali ini.


Seperti mimpi, sepupu Boss yang bernama Boss Ardi memberiku jabatan sebagai humas dan manager pemasaran di usaha propertinya yang baru di rintis di kota ini.


Sejujurnya aku juga belum begitu mengenal kota kecil penuh kedamaian ini secara keseluruhan.


Maklum, hanya menetap selama empat tahun dimasa kuliah. Lalu hijrah kembali ke Ibukota untuk urusan bekerja. Dan kini pulang pun hanya karena keadaan yang membuatku tinggal lagi bersama Ayah dan Ibu.


Boss Ardi membuka usaha hunian perumahan di atas lahan yang dibelinya di sekitar pesisir pantai Pasir Padi.


Ternyata uang memang bisa membuat segalanya lebih indah. Kebun-kebun serta lahan kosong para warga yang dibeli boss-ku kini akan disulap menjadi hunian perumahan untuk kaum urban milenial muda yang ditargetkan menjadi konsumen/pembeli/penyewanya. Beneran otak pengusaha tajir mah ga kaleng-kaleng! Ck! Angkat topi ajalah gue, sebagai kacung yang ikut kecepretan rezeki jadi bawahannya!


Sesuai rapat penting yang digelar boss dan membuka perkantoran di kota PP, para jajaran cukong siap meluncurkan proyek besar infrakstruktur hunian perumahan untuk kalangan menengah ke atas dengan nama Berlian Indah Greenland Residence dibawah PT Asheday Graha naungan APPERINDO (Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia.


Aku dipercaya Boss Ardi memegang perusahaannya di wilayah ini.



Sungguh doa Ayah Ibu yang begitu mustajabnya di Tanah Suci Mekkah! Alhamdulillah.


...❤BERSAMBUNG❤...

__ADS_1


__ADS_2