MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)
JANDAKU (88) PART INAYAH


__ADS_3

Tiga tahun lebih yang lalu, keluarga Bu Rukiyah, tetangga Pak Mukti di pemukiman Green Garden dirundung duka.


Putri sulung mereka yang paling dibanggakan sakit keras selama nyaris satu bulan lamanya.


Anak gadisnya yang sudah berusia 24 tahun itu begitu tertutup dengan percintaannya. Seringkali Bu Rukiyah khawatir, kalau Inayah akan jadi perawan tua karena belum pernah sekalipun membawa teman pria ke rumah.


Bu Rukiyah bahkan sempat cemas kalau anak gadisnya yang begitu cantik jelita ternyata penganut aliran pelangi alias tidak punya ketertarikan pada lawan jenis.


Ketika Inayah sakit dan harus diopname di Rumah Sakit, wanita paruh itu menyelidik kamar anak gadisnya.


Dua buah buku diary Inayah menjadi jawabannya. Tentu saja membuat bu Rukiyah merembes mili.


Lelehan airmata terus berlinang mengaliri pipinya sambil terus membaca kalimat demi kalimat yang putri kesayangannya itu torehkan di lembar putih tulang dengan bahasa puitisnya yang menyayat hati.


Dear diary...


Hai. Hari ini aku lelah sekali. Mama seperti biasa, selalu saja ribut dengan Mamanya Alifah. Hhh...! Lelah tau, melihat mereka tak pernah akur sedari kami kecil. Sialnya lagi, Alifah juga jadi ikutan benci sama Mamaku juga karena emang Mama nyebelin parah.


Dear...


Aku sedih. Aku ingin bersahabat dengan Alifah dan sekolah di SMU yang sama. Tapi... Mama lebih memilih mendaftarkanku di sekolah khusus putri demi menginginkan aku berperilaku layaknya princess. Hhh...


Mama sering banding-bandingkan agar aku tidak serampangan seperti Siti Alifah. Padahal, aku sangat ingin sekali hidup bebas menikmati masa remajaku yang indah seperti Alifah. Hhh...


Hai, Diary...


Hari ini aku ketemu cowok misterius yang senyumnya mahal itu di halte bis. Ya Tuhaaan! Beneran makin ganteng. Makin cute parah. Ternyata dia tinggal di gang sebelah. Kyaaa...

__ADS_1


Dear Diary...


Aku ketemu cowok itu lagi. Dia lagi nongkrong bareng teman-temannya di pos Karang Taruna dekat rumahku. Iiih... Suaranya baguuus! Aaa... Berasa jadi orang yang dinyanyiin langsung sama dia deh. Uhuk. Boleh ga ya, kalo aku deketin. Tapi... Malu lah, masa cewek duluan yang ngajak kenalan. Ihiks.


Dear Diary...


Boleh khan Aku jatuh cinta? Boleh khan aku mencintai dia? Hik hiks... Dia beneran tipeku banget. Tipe-tipe cowok manis yang ga terlalu badboy juga ga terlalu penurut. Ya Tuhan! Tolong jodohkan aku dengan dia, Tuhan! Ish, aku malu buat tanya siapa namanya karena di wilayahku tinggal aku ga punya teman. Huaaa...


Dear...


Beneran seperti kesambar petir. Cowok yang kutaksir ternyata ada hubungan sama si Alifah. Dia..., dia mau dinikahin sama si Alifah besok. Huaaa... Tuhan, betapa kejamnya nasibku ini!


Hhh... Hai Diary!


Aku ga punya semangat hidup. Ga punya semangat buat sekolah. Tapi... Setelah mendengar suara tawa Gatot Subroto yang merdu dikamar sebelah, semangatku terpacu lagi. Thanks, God. Walaupun dia milik Alifah, tapi aku masih dikasih kesempatan untuk melihatnya diam-diam. Bahkan kini aku bisa tahu intonasi nada bicaranya. Aku kini hafal suara tawanya.


Dear Diary...


Dear Diary...


Ada senang di hati. Ternyata, hubungan Gatot dan Alifah tidak seperti yang orang duga selama ini. Mereka ternyata, ga ada hubungan percintaan sama sekali. Rupanya mereka berdua sering ribut walaupun udah jadi pasangan suami istri. Syukurlah.


Dear...


Gila ga sih kalo aku jadi suka tidur sambil cium-ciumin celdam Gatot? Huaaa... Oh Tuhan tolonglah aku, jangan biarkan diri ini jatuh cinta semakin dalam kepadanya. Kyaaa...


Dear...

__ADS_1


Hhh... Akhirnya mereka bercerai. Akhirnya, akhirnya dan akhirnya. Aku senang dan bahagia. Aku akan coba untuk belajar memulai lebih dulu mengajukan pertemanan di medsos dengan Gatot Subroto.


Diary...


Aku sedih. Rupanya Gatot sudah membekukan semua akun medsosnya. IG, FB, twiternya juga ga bisa aku follow. Ada apa sih? Hiks Tuhan... Aku rindu dia.


Hai Dear...


Ternyata Gatot udah pindah. Rumahnya udah dijual. Hhh... Pupus sudah harapan... Cintaku layu sebelum berkembang. Andai Tuhan memberiku jodoh, Ku ingin cowok seperti dia. Seperti Gatot Subroto. Beruntung sekali Aku masih menyimpan kenang-kenangan berharga miliknya. Akan terus kujaga, celdam Gatot. Moga suatu saat kita dipertemukan kembali.


............


.............


Tangisan Bu Rukiyah semakin keras. Terlebih ketika pihak rumah sakit mengabari keadaan putrinya yang semakin memburuk.


Takdir Inayah ternyata mati muda di usia 24 tahun.


Amat disayangkan. Gadis itu meninggal dunia dalam keadaan masih single dan belum menikah.


Tentu saja Bu Rukiyah dan suaminya merasakan kesedihan yang teramat dalam.


Mengingat Siti Alifah yang kabarnya kini telah menikah untuk kedua kali sedang diujung perceraian karena ingin rujuk kembali dengan Gatot suami pertamanya.


Tentu saja bu Rukiyah panas dan memiliki niat buruk. Ia mencari celdam Gatot Subroto di lemari putrinya. Bu Rukiyah pun sengaja melemparkan barang milik Gatot yang lama disimpan almarhumah Inayah putrinya ke dalam liang lahat.


Tekadnya agar supaya jiwa Gatot tetap hidup di dalam dunia sang putri dan tidak bersama lagi dengan Alifah, putri tetangga yang paling dibencinya.

__ADS_1


...❤BERSAMBUNG❤...


__ADS_2