
Bagaikan mimpi, pukul delapan malam di chat dua orang perempuan cantik dan seksi. Gilanya lagi, mereka adalah sama-sama ada dilingkaran kehidupan seorang selebgram terkenal yang memiliki followers hampir satu juta orang. Orang atau orang jadi-jadian?!?
Yang satu tunangannya. Satu lagi, istri sirinya.
Dan aku, Gatot Subroto usia 25 tahun bisa menjabani keduanya tanpa saling tahu satu sama lain.
Wanjiiim!!!
Ternyata, kayak gini toh rasanya mendua-mentiga-menempat?!? Hiks. Berasa super ganteng banget ga sih gue? Melambung tinggi ke awan, terbang jauh ke khayangan. Gubrak!!! Buaya daratan, hiks.
Mbak, koq kamu bisa nikah sama selebgram itu? Cinta mati ya?
^^^Hahaha... Kamu kepoh^^^
Banget. Hehehe...
^^^Ya karena cinta lah! Kalo engga', ga mungkin mau diajak nikah.^^^
Duh Gatot bego! Pertanyaan lo kagak mutu banget sih!?! Hiks...
Tot, kapan-kapan kita backpacker-an yok? (Alifah selang, menchat)
^^^Mauuu, kuy^^^
Kita atur jadwal. Selesai sidang ya? Aku bisa tapi jangan lebih sampe empat hari
^^^Siap, Nona Cantik^^^
Aku tersenyum. Ah, serasa mimpi, Alifah mengajakku hangout backpacker-an.
Gatot lagi apa? (Chat Mbak Mirina)
^^^Lagi chattingan sama kamu lah, Yang^^^
O my God!!! Jirrr, gue salah jawab!!!
Segera kuhapus chat balasanku pada Mbak Mirina.
Tapi ternyata chatku kadung dibacanya. Hyaaa!!! Mampus, gue!!!
Dia mengirimiku stiker
Memerah wajahku tertawa menyeringai.
__ADS_1
Untuk menghilangkan rasa malu, aku keluar dulu dari aplikasi What'sApp setelah kirim alasan cari makan dulu pada Alifah.
Suwe' bener! Hiks...
Ternyata gue gak bakat jadi player. Satu cewek aja udah bikin gue pusing. Apalagi ladenin dua perempuan. Mumet endas! Tobat ah, ga lagi-lagi chattan barengan dua cewek sekaligus! Tapi..., tapi kalo gue online, Mirina chat trus ga gue bales, tar dibilang sombong. Dibilang belagu. Haish! Bingung gue!
Aku memang mau turun ke bawah. Cari makanan buat camilan.
Ketika kubuka pintu apartemen, ternyata si Bryan baru pulang dan sedang membuka pintu.
Mata kami pun saling memandang. Tetapi kemudian si Bryan melengos, seperti membuang muka tak ingin melihatku lagi.
Sial*n! Gue juga ogah kali' liat muka lo yang sok kecakepan! Masih gantengan gue dikit walaupun dia banyak! Cuih! (Buang ludah dalam hati)
Kami saling menghindar.
Aku berjalan ke arah luar setelah kunci pintu, si Bryan justru masuk flatnya dan juga kunci pintu.
Pintu lift terbuka dan aku langsung meluncur ke bawah.
Jam di layar ponselku menunjukkan angka 09.12 WIB.
Tujuanku adalah kantin apartemen yang ada diujung sana. Tak jauh dari gerbang gedung bangunan yang selalu ramai dan buka sampai 24 jam. Sangat membantu para penghuni yang tak kenal jam malam, pekerja malam maupun yang sedang lemburan.
Pilihanku adalah mie goreng spesial dan martabak telor istimewa.
"Gatot!"
Aku menoleh, mencari suara yang memanggil namaku.
Mbak Mirina? Mbak seksi itu lagi???
"Beli apa?" tanyanya santui.
"Mie goreng, Mbak! Hehehe... Aku duluan ya?"
"Tunggu, ish! Bareng dong pulangnya! Aku cuma mau beli es boba. Cuaca panas ya malam ini!"
Duh! Bikin degdeg ser, deh ah! Pake ngajak bareng, lagi!
"Tar suami Mbak salah faham, lho?!"
"Engga'! Dia ga terlalu posessif orangnya! Dia juga bebasin aku, buat cari kebahagiaan lain diluar ketika dia ga ada!"
__ADS_1
Waduh?!? Maksudnya apa ini?
"Lha bukannya suami Mbak Mirina tadi udah pulang?"
"Udah. Tapi balik lagi. Mamanya nyuruh dia pulang. Katanya mau fitting baju prewed!"
Hiks! Ngemengnya santui amir, Mbak! Suamimu mau nikah lagi lho itu! Koq... Raut wajahnya datar-datar aja sih?!
Aku hanya menghela nafas panjang. Menoleh ke kanan dan ke kiri. Memperhatikan orang lalu lalang di sekitar area kantin yang ramai.
"Yuk!?"
Aku berjalan dengan langkah pelan.
Tiba-tiba, eh?
Telapak tangan Mbak Mirina memegang dahiku. Sontak memerah wajahku dengan mata nanar kearah netranya.
"Mbak, ga boleh gitu! Mbak wanita bersuami, saya ini bukan adik ataupun saudara Mbak! Walaupun Mbak respek sama saya, tapi Mbak gak boleh asal pegang cowok lain selain suami Mbak!"
Dia menatapku tak berkedip. Kaget mungkin dengan ucapanku yang tegas dan terkesan sok suci.
Namun ternyata itu hanya beberapa detik saja. Tawanya meledak sambil terpingkal-pingkal bahkan sampai memegangi perutnya yang rata. Es boba yang dipegangnya sampai berguncang dan tumpah-tumpah.
"Mbak, hati-hati!"
"Hahaha..., kamu beneran mirip adikku, tau! Hahaha...! Nyebelin tapi ngangenin!"
Hiks...
Aku hanya bisa tersenyum kecut sembari terus melangkah dan pandangan fokus kedepan.
Dia masih tertawa terpingkal-pingkal. Sampai dadanya ikutan goyang-goyang, haiiissh! Belut, maaf! Maaf, maaf! Gue khilaf tiba-tiba salfok sama dadanya yang padat! Huaaa...
Aku menelan saliva. Menoleh kanan kiri, berusaha menghilangkan fikiran kotor yang nyangkut di otak ini.
Huss huss sana!
"Mbak! Maaf, aku pamit duluan! Ada yang harus aku kerjakan cepat! Permisi!"
Sengaja bikin alasan! Lama-lama bersama Mirina, otakku bisa miring, lututku bisa lemas. Bahaya buat kesehatan jantung dan juga juniorku di masa depan! Kebanyakan coolli (istilah gaul masturb*si) juga ga baik buat kesehatan serta keimanan seseorang. Dan pakaian Mirina tuh, selalu memancing syahwat kaum pria terbangkitkan termasuk gue juga!
"Lah? Koq aku ditinggal? Gatooot!!!"
Tak kuhiraukan Mbak Mirina yang memanggil namaku kencang. Aku segera berlalu setengah berlari meninggalkannya yang temangu seorang diri.
__ADS_1
Maaf, Mbak! Aku mumet endas, Mbak!
...❤BERSAMBUNG❤...