MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)
Bahagia Tapi Menderita


__ADS_3

Kuantarkan Alifah samai gerbang asrama kampusnya pukul dua belas malam.


Bagaikan drama Korea percintaan romantis, ia dadah-dadah padaku sementara mataku menatap wajahnya tanpa kedip sampai menghilang dibalik lorong asrama. (kata-katanya malah jadi kek horor sih? -tanpa kedip sampai menghilang dibalik lorong asrama- Duh? Emang My Belut itu demit! Ck ck ck...)


Aku keluar menuju parkiran. Menengok kanan kiri yang sepi karena ini malam jum'at.


Orang gila khan ya, ketemuan kencan di malam jum'at! Haish, untung si Lipah ga berubah jadi kunkun atau ocong! Lipah asli yang kencan bareng gue! Dan bagi pecinta gila macam kita ini, harus pandai memanfaatkan waktu. Selagi bisa curi-curi kesempatan ketemuan tanpa ketauan emaknya si Bryan sama keturunan tengilnya itu, babat ajalah! Yang penting, kita happy! Iya ga? Hehehe...


Cinta itu indah.


Cinta itu memabukkan.


Benar-benar membuatku teler sampai terkewer-kewer. Hiks.


Pukul setengah satu malam, aku sudah ke rumah apartemen. Lumayan cepat karena jalanan yang sepi dan aku mengebut pula karena ingin cepat sampai.


Tapi didepan rumah aku hampir berlari dan teriak ketakutan. Ternyata Mirina sedang berdiri dengan tangan bersidekap menghadap lorong.


"Gatot! Ini aku!!!" katanya meyakinkanku.


"Ish, Mbak! Malem jum'at lho ini! Ngapain sih berdiri gitu sendirian? Bikin orang takut aja!"


"Aku nunggu Bryan pulang!"


"Ya nunggunya di dalam kamar. Ngapain disini? Malam-malam pula!" ujarku setengah mengumpat.


"Aku baru koq keluarnya! Koq suamiku jam satu kurang belum juga pulang ya?"


Aku sebenarnya enggan menanggapi pertanyaan yang aneh itu menurutku. Aku ingin masuk ke dalam apartemenku.


"Hubungi aja!" jawabku asal.


"Hapenya mati!" Mirina juga mengucap singkat.


"Hm! Aku masuk ya, Mbak? Kamu juga, sebaiknya tunggu di dalam aja! Daripada diluar. Takut tau, maljum ini!" godaku sembari tersenyum tipis.


"Kamarku lampunya mati, Gatot! Makanya aku mending nunggu di luar daripada di kamar. Serem!"


Aih? Ah...alesan gak tuh? Hm... Mancing gue keknya ini sih!


"Hubungin pengelola apartemen aja, Mbak!"


"Udah. Katanya besok pagi baru mau digantinya!"


"Oh gitu! Aku pamit masuk!"

__ADS_1


"Gat, bisa minta tolong ga?"


"Engga'! Permisi!"


Gue harus tegas. Perempuan model Mirina itu sangat berbahaya. Racunnya bisa bikin kehidupan gue hancur sehancur-hancurnya!


Aku masuk ke apart. Membiarkan Mirina termangu sendirian dengan mata menatapku sendu.


Ayah Ibu rupanya sudah tidur.


Televisi LED berukuran 26 inc pun sudah dimatikan dan dicabut stop kontaknya.


Tring


...Gatot, please... Mbak takut...


Hadeuh, Mbak!


Tapi aku juga tak tega membiarkannya begitu saja.


Akhirnya aku menchat Alifah, menanyakan keberadaan si Bryan dan menyuruhnya cepat pulang karena istrinya mulai menggangguku.


Alih-alih membuat Alifah cemburu, justru aku malah mendapatkan balasan stiker lucu dan tak ada tanggapan lain dari kekasihku tercinta itu.


Yassalam. Hiks ...


Ni orang cemburu apa bodo amatan ya? Ish, beneran bikin gue mengkesel jadinya nih!


Aku baru saja hendak ke luar. Tetapi mendengar suara Mirina samar.


"Iiih, malem banget siiih!? Ini khan malem jum'at! Masa aku dianggurin sendirian! Jahat deh!"


Hm... Rupanya si seleb tengil itu udah pulang. Syukur deh!


Aku bisa bernafas lega, masuk kamar dan pergi tidur.


............


Motorku dipreteli orang di parkiran basement apartemen.


Tentu saja aku marah luar biasa.


Kudatangi pihak keamanan setempat. Mencak-mencak minta pertanggungjawabannya dan juga langkah yang diambil pihak pengelola karena keteledoran keamanannya.


Cctv pun rupanya sudah disabotase terlebih dahulu. Hingga mereka sulit dilacak. Para pembuat onar itu sepertinya bukan orang yang asal juga dalam beroperasi.

__ADS_1


Tapi yang membingungkan, semua onderdilnya masih ada. Lengkap. Hanya dipreteli satu persatu menjadi hancur bagian-bagiannya.


Ini orang beneran ga ada kerjaan! Motor bener dia bongkar sampe jadi pada misah semuanya! Aaarrrggghhh!!!


"Sepertinya ini ada permasalahan intern Mas dengan si pelaku!" ujar kepala sekuriti membuatku meradang.


"Yang jadi masalah itu bukan urusan intern atau ekstern masalah saya! Tapi dimana pihak keamanan pada waktu kejadian pelaku berbuat begini! Itu pertanggung jawaban, Mas!" semprotku kesal membuatnya menunduk.


"Maaf, maaf Mas! Kami semua teledor. Kami minta maaf atas kejadian ini!"


"Ck! Cuma minta maaf doang mah, gue juga bisa! Ini urusannya gimana? Motor gue jadi bubuk rangginang begini, siapa yang mau tanggung jawab?!?"


"Begini saja, Mas! Mas bisa membuat surat pengajuan minta ganti rugi di bengkel yang ada di wilayah apartemen. Terus dikirim ke kotak pos pengaduan!"


"Heleh! Kelamaan! Sekarang saya ga mau tau, Mas bawa motor saya ke bengkel! Saya mau motor saya bisa layak pakai lagi! Ga mau kayak gini! Dan urusan pembayaran, silakan itu urusan Mas! Nih, kunci motornya! Saya penghuni apartemen B2 112 atas nama Gatot Subroto!"


Aku kesal sekali.


Padahal semalam pulang hampir jam satu. Tapi koq bisa-bisanya ada orang iseng jahilin motorku.


Huwaaa...! Aaarrrggghhh!!!


Mana kerjaanku sedang banyak. Bahkan ada beberapa yang kutumpuk dari kemarin karena aku tak mau lembur demi bisa ketemuan dengan Alifah.


"Gatot!"


"Apaan, Dik?"


Diki berlari tergopoh-gopoh ketika melihatku turun dari ojol.


"Boss ngadat, ada barang yang keselip belom dikirim katanya! Aduh! Mati kita!"


"Elo aja yang mati, gue mah ogah!"


Aku segera bergegas masuk kantorku. Membuka laptop dan semua catatan jurnal buku besar pengiriman.


Mataku pedih, dan mulutku menguap lebar. Masih sangat mengantuk.


Setelah hubunganku dengan Alifah lebih terbuka, jam istirahatku memang tak tentu. Tak lagi teratur seperti dulu.


Dulu, kami hanya intens chattingan. Bersenda gurau lewat aplikasi WA. Kini kami seringkali keluar malam. Dan aku pulang sampai jam satuan.


Senang, tapi kurasakan kondisi badanku kena imbasnya juga. Mata cepat mengantuk, tubuh lelah, konsetrasi kerja juga menurun.


Seperti saat ini. Aku mendecak kesal pada kesalahan yang kubuat sendiri. Ini sama seperti definisi Bahagia tapi Menderita.

__ADS_1


Hiks.


...❤BERSAMBUNG❤...


__ADS_2