MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)

MUSUH BEBUYUTAN TAPI MENIKAH (Jandaku)
JANDAKU (36) Harapan Dan Impian


__ADS_3

Jiwaku meremang, hatiku meradang.


Alih-alih aku tergoda oleh pesona istrinya si Bryan, baru tersadar kalau bisa saja ini permainan bocah pargoy itu.


Iya ga sih? Bisa jadi ini akal-akalan dia yang nyuruh bininya buat cari kelemahan gue. Iya khan? Kemungkinan itu selalu ada. Dan gue harus kuat iman, ga boleh lengah apalagi kalah. Hhh...


Aku harus teguh pendirian. Kalau nanti istrinya si Bryan mulai lagi tepe-tepe, aku harus ingat dan sadar secepatnya. Agar tak terhanyut oleh suasana yang Mirina buat.


Pukul setengah sebelas malam aku langsung tidur. Setelah sepiring mie goreng dan beberapa potong martabak telor masuk mulutku. Lalu beberapa obat dokter juga kukonsumsi.


Belut! Tetaplah bersamaku. Jangan biarkan aku tergoda oleh bujuk rayu wanita lain yang hanya mempermainkan perasaanku dalam meluluhkan hati kamu!


Belut...! Masih adakah rasa cinta dihatimu untukku? Masih samakah seperti tujuh tahun yang lalu? Rasa yang pernah ada dan tak berubah walaupun kau dan aku adalah MUSUH BEBUYUTAN. Cinta yang selama tiga tahun di masa SMA yang kau tulis di buku diary-mu itu katanya tak pernah pudar.


Belut! Aku menyukaimu. Aku menyayangiku. Mengasihi dan semakin mencintaimu. Kini kutahu, diammu adalah kekuatanmu. Kau sedang dalam fase mengsedih sebenarnya, bukan? Kau butuh seseorang yang bisa kau bagi kesedihan dan dukamu itu. Akulah orangnya, Belut! Aku siap. Aku akan selalu jadi belahan jiwamu, selamanya. Yang selalu merasa sedih jika kau menangis. Yang akan tertawa senang jika kau bahagia.


..............


Hari berganti, waktu pun berlalu.


Seperti biasa, pekerjaanku menyortir laporan-laporan barang yang keluar masuk gudang menyita kebebasanku.


Mau bagaimana lagi, aku hanyalah seorang kuli. Yang harus bekerja keras demi hidup serta masa depanku yang kuharap tak pernah suram.


Setidaknya disaat usiaku tiga puluh tahunan, ada seorang perempuan yang mengurus keuanganku. Mengatur rumah tangga, menyediakanku sarapan serta makan malam yang nikmat dengan masakannya yang penuh cinta. Kemudian kami bersenda gurau saling berebut perhatian memberi kasih sayang pada sang buah hati. Uhhuy! Kapan tuh, Tot?


Tar, kapan-kapan! Bikin jengkel ni khayalan!


Kuharap perempuan itu adalah Siti Alifah binti Bapak Mukti. Yang selalu ada dalam mimpi dan benakku. Bersama membangun mahligai rumah tangga nan bahagia. Kapan tuh, Tot?


Tar, kalo monyet udah minta lebaran!!!

__ADS_1


Hiks. Ah, gini amat ya, jadi bujangan yang jomblo akut kalau sedang mengkhayal!?


Dahlah! Kerja, kerja! Kumpulin duit yang banyak. Biar bisa jemput Alifah bawa seserahan, minimal lima puluh juta mau ga ya si Belut nerima gue jadi lakinya? Hiks... (tuk tuk tuk; ketuk jidat)Si Bryan bisa bawa ratusan juta mungkin ke si Alifah!


Hhh...


Aku menatap keluar kaca kantor. Tampak para pekerja yang lalu lalang sibuk dengan box-box besar dipanggul dibahu mereka yang hitam mengkilat dan kekar.


Mereka adalah para petarung sejati. Pekerja keras yang berdedikasi pada perusahaan dan juga anak istri.


Tak peduli sengatan matahari. Tak hiraukan sakit linu tulang tangan dan kaki. Demi menjemput impian melihat senyuman keluarga, mereka bekerja keras dengan hati yang penuh harapan bahagia.


Aku masih jauh lebih beruntung dari mereka. Pendidikan lebih unggul sedikit dan pekerjaan lebih enak tak terlalu berat. Jauh lebih baik dibanding mereka yang kerjanya borongan. Hanya sebagai kuli panggul kasar.


Aku harus banyak-banyak bersyukur. Bersyukur pada Tuhanku Yang Maha Agung.


Aku belum harus memikirkan tanggungan walaupun kedua orangtuaku masih lengkap, karena aku masih bujangan.


Padahal aku murni mengirim uang untuk kebutuhan mereka. Bukan untuk disimpan. Apalagi aku hanya bisa mengirimi satu juta saja setiap bulannya. Bahkan pernah hanya tujuh ratus ribu karena banyak pengeluaran dan hutang yang wajib kubayar.


Tak jarang Ibu mengirimiku makanan atau sesuatu barang yang sekiranya berguna untukku lewat paket online.


Untungnya aku pindah ke apartemen. Dan kubilang pada Ayah Ibu kalau tempatku cukup sulit menerima paketan karena tinggal di gedung bertingkat dan alamatnya kurang jelas.


Padahal itu hanyalah akal-akalanku, supaya Ayah Ibu tidak terlalu berfokus memikirkanku dan membeli ini itu untuk dikirim padaku.


Biar uangnya mereka simpan. Bisa dipakai jika sewaktu-waktu mereka butuh, seperti mengganti asbes yang bocor dimusim penghujan setengah tahun lalu.


Begitulah orangtua. Selalu merasa anaknya masih kecil dan butuh sekali uang dan kiriman serta bimbingan.


Minggu ini gue harus pulang Ke Pangkal Pinang! Gue kangen Ayah Ibu! Fix! Gue pulang!

__ADS_1


Aku menelpon Boss. Meminta izinnya dua hari untuk pulang ke rumah orangtua di kampung.


Memang agak alot mendapat izinnya, karena posisiku kerja di tempat baru belum lama. Baru satu bulan. Belum bisa ditinggal dan dititip karyawan yang lain.


Dan opsi yang Boss beri justru membuatku termangu memikirkannya baik-baik.


...[Kenapa gak lo suruh orangtua lo datang ke Jakarta? Apalagi sekarang lo tinggal di apart. Mereka bisa seminggu, sebulan tinggal di sana kalo mau!]...


Iya juga ya? Waktu itu khan gue tinggal di kostan putra. Ga boleh bawa teman menginap lebih dari satu hari, apalagi berhari-hari. Sekarang gue tinggal di apartemen. Bisa ajak Ayah Ibu ke Jakarta sekalian bernostalgia. Secara mereka kecilnya tinggal di Jakarta juga. Bahkan sampe nikah dan lahirin gue pun di Jakarta.


"Boleh nih, Boss?" tanyaku memastikan.


...[Ya boleh lah! Kecuali orangtua lo tidur dan tinggal di gudang. Itu ga boleh!]...


"Thanks, Boss! Makasih banyak! Hehehe... Makasih makasih makasih!"


Hatiku gembira.


Aku bisa sedikit pamer pada Ayah Ibu dengan pencapaianku kini.


Tinggal di apartemen lantai sepuluh. Walaupun itu cuma sewa perbulan dan itupun dibayar sama Boss. Tapi sangat membanggakan! Hehehe...


Terima kasih ya Tuhanku Yang Maha Segalanya.


Aku harus semangat, makin semangat dan lebih semangat!


Lif! Semoga kita bisa bersama. Aku, kamu, Ayah, Ibu, Papamu, adikmu... Kita hidup bersama. Bahagia selamanya. Aamiin!!!



...❤BERSAMBUNG❤...

__ADS_1


__ADS_2