
Berkat kesalahfahaman yang semakin meresahkan, aku dan Alifah kembali bermasalah.
Pasalnya ternyata Arif melihat medsos arsitek baru itu memasang foto yang membagongkan.
Gila bener emang, Neng Tiara Andini itu!!! Dia memposting foto lamanya dengan almarhum tunangannya di beranda FB serta IG dan twitter juga. Chaptionnya adalah #merindumu. Hiks... Dan gilanya lagi, yang tau itu adalah foto almarhum tunangannya cuma gue seorang. Yang laen kagak tau!!!
Parahnya lagi, foto tunangannya beneran mirip gue!!!
Semakin parah lagi, pas Arif liat itu postingan, nyokap dan Alifah kebetulan juga lagi nengok ke layar hapenya Arif. Wanjim!!! Parah khan?!?
Seketika perang dunia ketiga pun terpancing.
Hhh...
"Yang!"
"Hm?"
"Siapa perempuan baru di kantormu itu?" cecar Alifah ketika aku baru saja pulang dari kantor.
Saat itu aku sama sekali tak tahu akan terjadi keributan besar dalam rumah tanggaku. Si Arif sama sekali gak ngasih kabar kalo gue bakalan ditatar panjang lebar! Hiks, suwe!
Sembari membuka sepatu fantofel dan kaos kaki, aku cuek saja enjoy sambil menyebutkan nama Tiara.
"Oh... Tiara Andini namanya! Hm... Nama yang bagus, ya?! Cantik sesuai dengan orangnya juga. Lumayan ya yang!?"
Aku hanya tersenyum dan mengangguk merespon ucapan Siti Alifah.
"Kayaknya enak ya, bisa kerjasama sama cewek muda yang mau difoto dengan gaya rangkul-rangkul gitu ya?!"
Aku termenung sesaat.
Apa maksud si Belut? Tanya hatiku yang polos tak tahu maksudnya sama sekali pada saat itu.
"Iyalah. Apalagi pake dibilang 'merindumu' segala! Hm... Ya wajar lah, namanya lelaki sekuat-kuat imannya, tetep aja kucing garong, Lifah!"
Ibu tiba-tiba ikut nimbrung.
Ada apaan sih? Tumben-tumbenan kompak bener ini mertua sama menantu pake mata melotot lebar ga pake ngedip?!?
"Kalo punya niatan poligami bilang-bilang, jangan cuma didalam hati. Terus dipraktekin tanpa izin istri! Itu namanya JAHAT!!!"
Deg.
__ADS_1
Apaan sih si Belut? Koq ngomongnya gitu?
"Tapi di keluarga Ayah, keluarga Ibu, ga ada tuh yang penganut memiliki istri lebih dari satu! Kalo ada, pasti baru niat aja langsung diboikot itu buat disunat dua kali!" tambah Ibu membuatku segera menelan air ludah.
Hiks. Abis dong tuh terong! Kenapa sih Ibu sama Alifah punya fikiran kayak gitu? Ada apaan emangnya?
Alifah tiba-tiba mengambil sesuatu di dalam lemari es. Dan...
Srek srek
Sebuah mentimun besar, seketika ia potong menjadi beberapa bagian tepat di depan mukaku.
Langsung bergidik ngeri dengan mata menatap serius pada Alifah dan pisau dapur yang besar.
"A_ada apa sih dengan kalian?" tanyaku sedikit gentar.
"Ibu sih dukung kebenaran lah!"
Ini Ibu koq malah jadi provokator yak?
"Hellooo! Ada yang mau cerita ada apa ini sebenarnya?" tanyaku dengan suara lantang dan tegas.
"Jangan pura-pura bego deh!" sindir Alifah. Tentu saja Aku jadi terpancing amarah.
"Ngomong yang jelas! Jangan sindir sampir kayak gitu deh! Khan udah seringkali kubilang, kalo ada masalah, bilang. Sampaikan dengan benar! Jangan kayak gini! Ini kekanak-kanakan!"
Alifah mengambil ponselnya, lalu...
"Ini apa?" tanya Alifah sambil menunjukkan gambar postingan Tiara Andini.
"Ini!"
"Ini!!!"
Tentu saja aku langsung membelalakkan mata.
Tiara Andini posting beberapa foto bersama almarhum tunangannya!!!
"Ini siapa??? Kapan kamu foto mesra begini sama cewek ini?"
__ADS_1
"Yassalam!!! Eh, Yang! Kamu ini emang ga kenal suamimu sendiri? Liat pake mata, jangan pake emosi!"
Kini istriku yang melebarkan pupil matanya.
"Kamu emang ga bisa bedakan aku sama laki-laki yang ada di foto itu?"
Alifah mengamatinya lagi.
"Beda model rambutnya, sih!" gumamnya mulai ragu dengan emosinya sendiri.
Hadeeuh! Gini nih kalo cewek udah terbakar api cemburu!
"Liat sendiri! Jangan dulu kemakan sama hoaks yang belum pasti kabar beritanya!"
"Terus ini? Kenapa cewek itu bisa posting foto-foto sama cowok yang mirip kamu? Apa dia lagi mancing atau ngode-in kamu, biar tertarik terus komen? Gitu?"
"Laaah?!? Koq jadi melebar permasalahannya?"
"Aku ini istrimu, Yang! Wajar khan aku cemburu dan terluka? Terus... Kamu ga pernah cerita ada karyawan cewek di kantor kamu. Dulu-dulu ga ada khan? Sekarang ada ga bilang-bilang!"
"Hiks, Lipaaah! Aku udah pernah cerita, kalo ada arsitek baru, cewek, yang sekarang pegang proyek di kampung baru! Kamu inget khan?"
"Kapan ya?"
Yaelaaah... Ini bini gue gini amat ya Allah!!! Jitak boleh ga ya, bibirnya??? Hiks.
"Bentar! Aku jadi gatel, komen dulu di postingannya si Tiara!"
Kuambil ponselku yang ada di saku celana. Lalu membuka aplikasi Insta dan mencari beranda postingan Tiara Andini.
Hm... Ini yang bikin bini gue ngamuk, emak gue nyap-nyap rupanya!
...@Gatot_Koco_Ngombe_Dawet POSTING MBEB YANG BARU DONK, BIAR GA SALFAH (EMOJI NYENGIR DAN DUA JARI BENTUK V)...
"Udah!"
"Komen apaan?"
"Liat aja sendiri!"
"Yang! Yang?"
Aku masuk kamar. Malas ladeni sifat cemburu Alifah yang sebenarnya bikin aku bangga juga.
Ibuku juga diam-diam menyelinap pulang ke rumahnya sendiri. Kini tinggallah Alifah yang gelagapan.
__ADS_1
Dia cemburu, berarti cintanya mentok buat gue doang seorang. Iya khan? Tapi sesekali perempuan kudu juga di kasih pelajaran. Apalagi kadang perempuan suka gitu! Dia selalu merasa menjadi 'korban' padahal kita yang 'batin' mendam kesedihan sendirian. Hiks... Emang perempuan selalu benar. Dan laki-laki selalu salah.
...❤BERSAMBUNG❤...