
Oma panik kala mendengar jika Rakha, cucunya, diculik Justin. Bagaimana tidak, Justin pernah menorehkan luka trauma yang mendalam pada cucu semata wayangnya itu. Oma takut kali ini cucunya tak selamat karena dia sangat tahu jika Justin adalah manusia paling bejat dan beringas.
Oma segera memberi tahu Dharra perihal apa yang terjadi pada cucunya yang mana adalah suami Dharra.
"Diculik? Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini? Oma.. oma tenanglah, sekarang oma kesini ya. Dharra tunggu di rumah. Kita pikirkan baik baik"
Setelah menutup sambungan telpon, Dharra segera menghubungi seseorang yang dia kenal. Seseorang yang pernah di sewanya untuk mencari keberadaan sang suami.
"Halo, Raul. Apa kamu ada waktu? Aku membutuhkanmu"
******
Dharra, Oma, Raul, dan Mario berkumpul di ruang kerja Aji setelah menidurkan kedua anak anaknya.
Tak lupa Marvin yang ikut panik kala mendengar idolanya diculik. Jika ada yang histeris dengan penculikan yang dialami Aji, Marvin lah orang yang paling heboh.
"Marvin. Tenanglah. Atau sumpah demi Tuhan, kupotong anu-mu" titah Dharra tegas dengan rahang mengeras. Inilah aura yang Marvin takuti dari mantan atasannya.
Seketika mulut Marvin bungkam.
Lalu mereka mendengarkan cerita oma yang mengunjungi Justin di ruang tahanan sementara atas permintaan Justin. Hingga oma mendengar sendiri melalui penuturan Mario yang hendak memperingatkan sang bos agar berhati hati namun tak digubris sang bos yang kemudian kejadian itupun terjadi secepat kilat.
"Justin? Siapa Justin?" tanya Marvin berbisik pada Mario. Lalu tanpa mengganggu jalannya diskusi, Mario menjelaskan tentang Justin secara garis besar.
"O EM JII... hmpp... ih tangan yey bau terasi tau gak?" tukas Marvin saat ingin mengatakan sesuatu namun mulutnya dibekap Mario.
"Mangap ni ya, pemirsah... kalo yang yey yey yey pada maksut si Jastin Jastin ini adalah Jastin yang eyke tau-"
"Jangan sok tau kamu ya, mending diem aja deh" sergah Mario yang rak mau saudara sengkleknya mengganggu konsentrasi rapat penting itu.
"Nama aslinya Juned eh Junaidi khaaan?" Marvin tersenyum jumawa.
"Kok tau?" tanya Mario sekaligus membenarkan tebakan kembarannya.
"Ya tau lah. Sesama pecinta batang dilarang saling mendahului. Nih ya eyke kasih bocoran. Tapi apa imbalannya buat eyke" Marvin menaik turunkan alis tebal nya.
"Gimana kalo penjara 10 tahun?" Dharra menjawab dengan sorot mata tajam yang mengancam.
"Ya ampun. Serem amat nek tuh mata. Iya iyaa, eyke kasih bocoran nih ya. HRATISSS-"
"CEPET BILANG" bentak Dharra.
"E- e kon*ol iya ini mau bilang. Duuuuh galak amat ni betina"
Marvin pun menceritakan tentang kegiatan menyimpang orang yang bernama Justin bersama seorang transgender yang mana adalah anak semata wayang dari perusahaan bonafide.
"Dari mana kamu tahu tentang mereka?" tanya Dharra penasaran.
__ADS_1
"Ya tau lah nek. Eyke kan suka nonton pertunjukan live mereka. Mayan kan nonton be ep hratis. Gaosah donlot donlot. Bisa dapet enaknya juga hihihi"
Dharra menyorot tajam matanya, membuat nyali Marvin ciut seketika.
"Oke, kalo gitu lokasi kita sudah dapat, jumlah penjaga juga kita sudah ketahui, tinggal rencana penyelamatannya mau gimana Raul?"
Raul menjelaskan berapa jumlah orang orangnya, ditambah dengan pasukan khusus yang oma punya. Lalu Raul juga bekerja sama dengan pihak kejaksaan dimana keterlibatan pengusaha raksasa yang selalu membebaskan Justin dari tahanan sementara dengan uang suap.
Itulah sebabnya mengapa kasus Justin tidak pernah diproses pengadilan.
"Oke, kalau begitu, Raul dan orang orangmu kalian berjaga disini, pasukan oma dipimpin Mario sebagian berpencar di area ini. Dan kamu, Marvin-"
Strategi yang sedang di jelaskan Dharra sembari menggambarkan denah sederhana di atas kertas berukuran A3 menggantung kala Dharra mendapati orang orang tengah memperhatikannya.
Memperhatikan yang tidak biasa dari tubuh Dharra tentunya. Karena Dharra mengenakan piyama berkerah rendah dan Dharra lupa mengenakan torso nya.
Tentu saja mata mata itu mengarah pada kembarannya.
Dharra menggebrak meja untuk menyadarkan mereka.
BRAKK
"FOKUS PADA MISI"
"E-e montok montok iya *****-"
Oma hanya menggelengkan kepala. Tak percaya dengan tingkah absurd orang orang di ruangan itu.
"Perlu saya ingatkan untuk menyelamatkan posisi kalian karena suami saya tidak akan tinggal diam saat berhasil diselamatkan. Kalau kalian kabur sekarang, aku yang akan menyelamatkannya sendiri, dan dia yang akan mencari kalian satu per satu"
trekk
Dharra mematahkan pinsil yang dia genggam.
"Fokus"
"B-baik bu"
Akhirnya mereka menyelesaikan diskusi strategi dan langsung bergerak.
Dharra menitipkan anak anaknya pada mbok Iyem, tak lupa dia membuat ASI cadangan dengan memompa nya dan menyimpannya di dalam lemari es.
Dharra berdo'a agar Aji sang suami diberi kekuatan dalam menghadapi traumanya.
Ada sekitar 5 mobil yang melaju kearah yang Marvin tunjukkan. Dharra di supiri Mario, sedangkan Oma dengan asisten dan supir pribadinya, dan 3 mobil lainnya yang berupa mobil blind van berwarna hitam mengangkut sekitar 20 orang yang tergabung antara pasukan khusus dan orang orang Raul.
Mereka menggunakan rompi anti peluru. Berjaga jaga jika harus terjadi baku tembak mengingat jaringan Justin yang dikenal sadis dalam operasi kotor nya.
__ADS_1
Mereka sampai di lokasi. Namun memarkirkan kendaraan mereka cukup jauh agar tidak dicurigai.
Para anggota pasukan dengan senyap menempati posisi masing masing.
"Marvin, kamu masuk duluan. Cari tahu keberadaan pak Rakha" titah Raul yang kemudian menyematkan ear set blue tooth agar mereka bisa memantau apa yang terjadi didalam sana melalui suara.
Marvin senyam senyum malu mendapat perlakuan manis seperti itu.
plak
"Fokus" Raul menepuk pipi Marvin agar kembali ke dunia nyata.
"Anjrit lo" dumel Marvin.
Untunglah Marvin bisa bersikap seperti biasanya. Dengan tingkah centilnya dia menggoda dan melewati penjaga.
Raul dan beberapa orangnya berjaga di balik benteng. Dharra tak bisa jika hanya menunggu di dalam mobil. Dia ikut turun dan ikut memantau dengan mengintip dibalik tembok.
"Bersiaplah, dia berhasil keluar" titah Raul pada sambungan blue tooth nya yang didengar oleh semua pasukan.
Terlihat sosok yang Dharra kenal berlari sekuat tenaga kearahnya. Namun di belakangnya tampak seseorang berdiri mengangkang dengan membidikkan senpi ke arahnya.
Raul akhirnya memunculkan diri dan membidik orang yang berada dibelakang Aji.
Dharra yang tak mau suaminya terkena terjangan timah panas pun akhirnya memutuskan untuk menyergapnya. Mendorongnya dengan kuat sehingga Aji terjatuh bersamanya kearah samping. Dan Raul dengan leluasa melesatkan timah panas kearah musuh.
dsing
brukk
Tepat sasaran.
Tubuh itu ambruk
Seketika pasukan diberi perintah untuk langsung menyergap lokasi dan mengamankannya.
Raul mendekati tubuh yang ambruk itu, yang ternyata adalah Justin.
Justin berakhir mengenaskan.
Raul melubangi kepalanya.
Sementara Wilson alias Wanda, dia terkena timah panas di bagian kaki kanannya karena berusaha kabur saat proses penangkapan terjadi.
Pihak kejaksaan berterima kasih pada mereka karena telah membantu penangkapan sindikat jaringan penculik.
Mereka tak bisa bergerak leluasa dikarenakan birokrasi yang mempersulit penyelidikan.
__ADS_1