My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Kembali Melamar


__ADS_3

Seminggu lagi adalah perayaan 17an di lingkungan komplek. Aji dan Dharra di sibukkan dengan persiapan 2 acara. Terutama acara 17an yang melibatkan orang orang awam di bidangnya. Aji cukup lelah menghadapi orang orang yang merupakan panitia namun sok tahu dalam menggelar acara. Dia adalah Yuli. Selalu nge bossy kala rapat panitia dan mendominasi dalam mengambil keputusan yang seharusnya disepakati bersama.


Terutama soal menentukan partner dalam pembagian tugas. Dimana dengan keukeuhnya selalu ingin berpasangan dengannya. Dan Dharra selalu di cap tidak tahu apa apa. Padahal sebagian besar ide baru keluar dari pemikiran Dharra.


"Pak erte, maaf, saya mengundurkan diri dari kepanitiaan. Bukannya saya lepas dari tanggung jawab dan tidak mensupport bahkan tidak mengabdi pada masyarakat, hanya saja saya tidak nyaman dengan kondisi kepanitiaan. Bapak mungkin sadar jika saya satu satunya laki laki dalam kepanitiaan. Sisanya adalah ibu ibu. Biar saya support dari belakang saja. Lagian ada Dharra sebagai corong penghubung. Jadi kalau ada apa apa, Dharra pasti menyampaikan pada saya"


"Begitu ya. Memang ganjil sih pa. Saya juga tadinya mau menyampaikan ketidak nyamanan pemandangan setiap kali rapat panitia. Khususnya dari ibu Yuli. Saya sepaham dengan pak Rakha. Baiklah kalau begitu, saya merasa lebih lega. Biar saya yang menyampaikan pesan bapa pada ibu ibu panitia yang lain"


"Terima kasih atas pengertiannya pak erte"


fuhh


Aji bernafas lega. Akhirnya dia terbebas dari Yuli. Dia lantas pergi dari kumpulan panitia yang tengah sibuk beradu argumen. Masing masing ingin menerapkan idealismenya. Akhirnya pak erte memecah situasi panas dengan menyampaikan kabar jika Aji mengundurkan diri.


Ada perasaan lega bagi Dharra. Dia benar benar jengah dengan tingkah centilnya Yuli yang selalu memepet Aji, kadang dengan sengaja menempelkan dadanya pada lengan kekar Aji. Meski Aji terlihat risih dan menghindar, namun selama masih berada satu atmosfer dengan ratu abal abal itu, Aji tak pernah dibiarkan lolos dari kungkungannya. Dia ingin menunjukkan keakrabannya pada anggota panitia lain, lalu menciptakan rumor sendiri bahwa sang duda hot itu mengajaknya berselingkuh. Namun tak ada yang percaya padanya.


Berita mengundurkan diri Aji membuat Yuli geram. Tatapan nyalangnya tertuju pada Dharra. Pasti gara gara dia.


Keesokan hari


Aji benar benar memindahkan pekerjaannya lagi ke kantornya. Dia terpaksa berkorban berjauhan dengan cinta pertamanya demi kesehatan jiwanya. Namun Dharra menjadi punya jadwal rutin tambahan tiap hari. Yaitu makan siang di kantor Aji. Bukan apa apa, Aji sengaja menyuruhnya untuk datang setiap hari agar bisa mengusir para bebenyit yang selalu menggodanya untuk melakukan ONS, sekaligus mengumumkan pada dunianya jika dia sudah tidak lajang lagi meski belum ada janur kuning melengkung.

__ADS_1


"Dharra.." panggil seorang pria yang terengah karena habis berlari dari arah parkiran kantor Aji.


Dharra berbalik karena panggilan itu, namun Dharra menyesal tidak mengabaikan panggilan itu.


"Dimas. Ngapain kamu disini?"


"Tentu saja menyewa jasa EO. Kamu.. apa kabar?"


"Baik. Selalu baik"


"Bisakah kamu meluangkan waktu? aku.. aku kangen. Kita bisa sekedar ngobrol sete-"


"Maaf, aku gak bisa. Aku harus cepet cepet balik ke kantor"


"Sayangnya waktu makan siang ini akan aku habiskan disini. Aku sudah ada janji"


Dharra melenggang mendahului Dimas.


"Aku akan melamarmu lagi" teriak Dimas yang sontak membuat Dharra menghentikan langkahnya dan berbalik.


"Apa?"

__ADS_1


"Aku sudah mengumpulkan uang mahar. Aku akan kembali melamarmu. Bibimu pasti menyetujuinya" Dimas antusias dengan berita yang dia sampaikan. Tapi tidak dengan Dharra.


"Tapi aku tidak mau"


jederrr


Bagai disambar petir, jawaban yang tak diinginkan Dimas terlontar.


"Ke-kenapa?"


"Bukankah kamu sudah menyerah?"


"T..tapi..."


"Gak ada yang nyuruh kamu buat ngumpulin uang. Seandainya saat itu kamu meyakinkan bibi, atau nekat membawaku kawin lari, mungkin kita sudah punya anak"


"Dharra, saat itu.. mengertilah.. saat itu aku shock.. aku.."


"Aku juga shock saat kembali ke kontrakanku mendapati kamu bercinta dengan teman sekamarku" Dharra berteriak di lobby. Mengundang perhatian para karyawan dan tamu.


Lelehan air mata menganak sungai. Akhirnya emosinya tersalurkan. Rasa sesak yang ia tahan selama ini, kini terasa ringan.

__ADS_1


"Jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Jika kita gak sengaja ketemu anggap kita gak saling kenal. Aku memang gak kenal kamu yang sebenarnya" Dharra langsung berbalik meninggalkan Dimas yang terpaku.


__ADS_2