My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Buaya Berbulu Domba


__ADS_3

Oma mengapit lengan Dharra dengan senyuman yang terus mengembang memenuhi pipi keriputnya. Tangannya menepuk nepuk punggung tangan Dharra. Sesekali melirik ke arah Dharra dan tersenyum. Senyuman yang cantik untuk wanita seusianya. Dharra jadi penasaran secantik apa oma saat masih muda? dan akan seperti apakah dirinya saat tua nanti?


Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Pengunjung semakin ramai. Pihak Mall sangat puas dengan event kali ini, yang berdampak besar pada omzet toko lain di dalam Mall. Itulah salah satu alasan ayah Cynthia tidak membela anak semata wayangnya itu. Banyak yang harus dipertaruhkan jika Cynthia dibiarkan seenaknya. Selain para karyawan, tentu saja sumber penghasilan keluarga mereka juga menjadi taruhannya.


Dharra menuntun oma perlahan ke area pameran. Aji membantu menjaga dan membuka jalan jika ada seseorang yang tiba tiba menghimpit dan menabrak tubuh ringkih wanita yang telah susah payah membesarkannya. Tentu saja dibantu supir dan satu orang pengawal yang selalu mendampingi oma jika bepergian.


Dharra dengan spesifik dan perlahan menggunakan bahasa awam menjelaskan produk andalan terbaru dealer nya. Oma terlihat manggut manggut dengan penjelasan Dharra. Kemudian tangannya terangkat dan telunjuknya menunjuk salah satu mobil yang tengah dipamerkan.


Dharra mengikuti arah yang ditunjuk oma.


"Itu salah satu produk keluaran terbaru kami, oma. Mazda CX-9 yang ini mempunyai fitur All Wheel Drive, artinya-"


"Bungkus 1 buat oma. Yang merah ini oma suka"



"Baik oma. Harga mobil ini Rp.958juta. Kita punya beberapa sistem pembayaran, oma-"


"Oma transfer ke rekening kamu aja. Kamu urusin ya, nanti langsung kirim ke rumah. Sekalian kirim sama cicit oma yang bayak ya" Senyum oma benar benar terlihat mengintimidasi Dharra.


"Gimana pak Hendra? sudah pilih yang warna apa?" oma sedikit berteriak pada salah satu pengunjung yang tengah mendengarkan penjelasan SPG.


"Iya oma. Saya pilih yang ini. Lumayan juga buat jalan jalan. Gak perlu kuatir tergores kalo dipinjam anak saya. Pusing saya, Jaguar punya dia dikit dikit penyok. Akhirnya Lamborghini saya yang jadi sasaran. Saya ngambil 2, buat stok kalo yang satu ancur"


Dharra tercengang dengan penuturan pria matang yang mana adalah tetangga oma. Beli mobil kayak beli odong odong.


Dan Dharra dibuat semakin tercengang kala mendapati ternyata oma mengajak hampir satu erte ke pameran, dan 5 diantaranya membayar secara cash termasuk oma. Suatu pencapaian yang luar biasa sepanjang sejarah karier Dharra.


Aji tersenyum kala melihat binar keharuan Dharra. Juga senyuman yang terpatri di bibir keriput sang oma. Aji sangat tahu. Oma sedang mengungkapkan rasa terima kasihnya pada sang cucu menantu yang sudah bersedia menjadi ibu sambung cicitnya yaitu Bintang.


"Waaah.. kalo ada oma pasti diborong semua"

__ADS_1


"Eh ada dokter Ryan. Enggak nge borong kok. Cuma beli hadiah pernikahan aja. Dokter beli hadiah pernikahan juga?"


"Bukan buat hadiah, oma. Cuma pengen genti aja. Lagian yang mau dikasih hadiahnya juga udah dicaplok buaya"


"Setidaknya, buayanya gak berbulu domba" timpal Aji tiba tiba yang datang dari arah belakang Ryan.


"Oma, bisa pinjam KTP nya dulu sebentar? untuk mencantumkan nama dalam STNK nya" pinta Aji yang malas menyapa Ryan.


"Pake KTP Dharra aja. Oma lupa gak bawa dompet"


"Terus tadi beli bensin gimana?"


"Oma ngutang dulu sama pom bensinnya. Tenang aja. Lagian yang punya pom bensin itu juga kan oma. Udah, oma cape, mau pulang. Kamu sama Dharra masih lama?"


"Mungkin sebentar lagi oma. Habis ngisi data data oma"


"Pokoknya besok harus udah ada di rumah ya mobilnya. Jangan lupa pake pita yang gede. Hadiah oma buat Dharra. Dan malam ini kalian harus tidur di rumah oma. Kesian Bintang"


"Iya oma. Nanti Rakha bilangin ke Dharra. Oma hati hati dijalan ya. Jangan kecentilan, inget umur, oma"


Oma menepuk lengan Aji yang di balas drama ringisan Aji seolah tepukan itu sangat menyakitinya.


"Oma juga kan butuh teman hidup. Gak kesian sama oma, harus liatin ke uwuan kalian terus?"


Oma segera meninggalkan area pameran. Usianya yang senja sudah tidak bisa berlama lama berjalan. Untungnya oma punya pekerja yang setia mengawal. Seperti sekarang yang dengan sigap membukakan kursi roda yang sedari tadi dibawanya dalam keadaan terlipat.


"Aji, oma mana? tanya Dharra yang sedari tadi menunggu di meja.


"Udah pulang. Kecapean omanya"


"Oooh.. trus KTP nya mana? mau cepet diproses"

__ADS_1


"Kata oma pake KTP kamu aja. Besok mobilnya harus udah dikirim ke rumah oma. Pake pita gede. Trus kasih kartu ucapan yang isinya 'Happy Wedding' "


"Hah? oma mau nikah lagi?"


Aji mengulum senyum.


"Pokoknya ikuti aja instruksi oma. Udah yuk pulang. Bintang nanyain terus"


"Ah iya. Bentar ya"


"Jadi... kamu benar benar sudah menikah dengannya?" tanya Ryan memastikan.


"Iya. Berhati hatilah dengan buaya yang satu ini. Karena tidak akan segan memangsa lawannya" ancam Aji yang langsung melengos pergi.


****


Setelah mengisi formulir surat pemesanan kendaraan. Dharra membayar dengan cara transfer ke rekening resmi dealer. Lalu keluarlah faktur penjualan sesuai dengan detail pesanan. Karena pembelian atas nama Dharra, jadi tidak ada masalah dalam melakukan pembayaran yang berasal dari rekening Dharra sendiri. Hanya saja Dharra merasa ada yang mengganjal dari saldo rekeningnya.


Dharra bergegas mengimbangi langkah Aji menuju parkiran basement lagi.


"Sayang. Kayaknya oma salah input transfer deh" tanya Dharra.


"Apa? coba ulangi?"


"ck.. ngelamun ya kamu. Oma kayaknya salah-"


"Bukan itu.."


"Apaan sih?"


"Tadi kamu panggil aku apa?"

__ADS_1


Dharra yang mengerti arah pertanyaan Aji sempat termenung. Setelah itu dia melancarkan aksinya dengan menyenggol adiknya dengan boko*ng bohay nya seraya menekan kata "SAAYAAAANG" dengan suara versi seksi, lalu melengos pergi sambil terkikik.


"Sa... sayang.. tungguu... tanggung jawab kamu. Liat aja bakalan ada ronde selanjutnya di mobil. Sayang..." Aji berteriak memanggil sambil mengejar Dharra. Kelinci kecilnya ini minta diajarin sopan santun kayaknya.


__ADS_2