My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Tunggu Aku Sayang


__ADS_3

Kami terus mengejar dead line yang aku ciptakan demi segera berkumpul bersama keluarga. Terlebih anggota baru keluarga kecilku. Kami terus bolak balik keluar masuk warnet untuk mengecek konfirmasi dari beberapa perusahaan investor dan para pembeli saham baru.


Dikarenakan aku yang merubah jadwal pertemuan yang sudah disepakati sebelumnya, maka aku yang harus mendatangi mereka karena jadwal mereka menjadi semrawut karena ulahku.


Selesai makan siang, aku menyempatkan diri untuk mampir ke bengkel Brian, kawanku. CB AUTO.


Dan ternyata mobilku mengalami kerusakan parah akibat kebakaran itu, terutama bagian interior.


Hhhh... butuh waktu setidaknya 1 minggu agar mobil mewah oma kembali normal.



Tak berlama lama karena jadwal berikutnya hampir tiba. Karena kita memakai uang Mario, jadi aku tak bisa seenaknya menyewa mobil apalagi beli baru, terpaksa kita menggunakan taxol.


Saat hendak melangkah keluar setelah berpamitan, Brian bilang jika istrinya sudah kembali dari menderek mobil yang mogok di jalan tol.


Sebagai temannya, aku pun berniat menyapa sekaligus berpamitan, namun dikejutkan dengan pemandangan yang membuat ku dan Mario reflek memegang leher kami masing masing.


"Jangan pernah jual nama ibumu di depanku lagi, karena itu ga kan pernah berhasil"


srett


uhuk uhuk


Wanita super itu melepaskan cengkeramannya dari leher seorang pria yang mana adalah mantan suaminya yang meminta rujuk.


*Cerita Chelsea dan Brian selengkapnya bisa dibaca di novel sebelumnya yang berjudul "Montir Janda Ku" ya gais😉. Yang pasti gak kalah seru😙



Sungguh bodoh laki laki itu karena melepaskan berlian seperti nya.


Aku tiba tiba teringat akan istri menggemaskanku, Dharra.


Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah melepaskannya.


Ahh aku jadi rindu wanita mungilku itu.


Selesai berpamitan Mario terlihat gusar karena sedari tadi kami terjebak di pinggir jalan, karena taxol yang kami tumpangi mengalami bocor ban. Dan parahnya tidak ada ban cadangan di bagasi.


Sial


Bisa terlambat kalau begini caranya.


Karena tadi taxol itu dipesankan oleh Brian, kami tidak bisa memesan kembali dan mengandalkan taxi konvensional yang lewat.


Namun nihil.


Panas yang terik membuatku melepaskan jas kerjaku.

__ADS_1


Hampir 1 jam menunggu, tak kunjung terlihat hilal taxi sialan itu.


Namun otak instantku bekerja cepat kala melihat kedatangan bus kota. Dilihat dari jalurnya, bus ini melewati area gedung perkantoran yang kami tuju.


Akupun segera melambaikan tangan agar bus berhenti.


"B-bos... apa gak salah?" Mario ragu dengan keputusanku.


Aku hanya mendelikkan mataku. Salah nya yang telah membakar mobil kerjaku.


Sebenarnya aku tak keberatan naik bus. Karena saat mengawali merintis perusahaan jasa EO ku dulu aku sering melakukannya demi meminimkan budget.


Bus pun berhenti. Kami naik dan mencari kursi kosong.


Ha.. kebetulan ada satu lagi yang kosong. Akupun segera menempatinya. Sedangkan Marimar? dia memilih berdiri bergelantungan dekat dengan pintu keluar. Kutebak dia takut mabuk darat.


cih


Dasar lemah.


Masih dengan pikiranku yang tertuju pada rumah nyamanku, dimana istri cantik dan anak anakku menungguku, tiba tiba lengan sebelah kiriku terasa berat.


"E buset ni emak emak, main nyandar aja sembarangan"


Seorang wanita paruh baya dengan dandanan yang cukup menor tertidur di sebelahku dan nahasnya wajahnya menempel sempurna pada lenganku. Kemudian karena bus yang bergoyang membuat kepalanya menggulir ke dada sebelah kiriku. Belum ditambah air liurnya yang beberapa kali menetes. Membuatku memajukan posisi duduk ku agar tak menjadi sandarannya.


Bukannya tak sopan, hanya saja aku tak mau membagi tubuhku dengan wanita lain. Apapun alasannya.


"B-bos. Maaf.."


Mario memberikan kode padaku agar aku melihat kearah pakaian kerjaku.


"Ah sialan. Kenapa bajuku lipstik semua?"


Terlihat beberapa penumpang mengulum senyumnya menertawakan kesialanku.


Aku lantas memakai kembali jas di siang yang panas ini.


Lelah


Satu kata yang kurasakan saat ini. Tapi aku harus kuat demi keluarga kecilku.


Tak terasa terang berganti gelap.


Satu per satu berhasil aku selesaikan dengan memuaskan. Meskipun ada satu client yang meminta reschedule menjadi besok pagi karena hari ini mendadak ada masalah dalam proyeknya.


Dengan langkah gontai aku memasuki kamar. Aku melirik ke arah kamar mandi yang terdengar suara percikan air dari dalamnya, membuatku menipiskan bibir dan membuat lengkungan.


Sayangku pasti menungguku karena jam segini belum tidur.

__ADS_1


Aku yang berniat membersihkan diripun memilih merebahkan diri di kasur empuk nan nyaman.


Tak terasa mata ini menutup seolah ditarik medan magnet alam mimpi.


Dharra, istriku. Dia terlihat cantik dan seksi dengan pakaian perangnya. Tangan lentiknya menyusuri pundak, legan, dada, leher dan.. dia menciumku dengan lembut.


"Sayang, cium lagi" aku memintanya lebih mengeksplore mulutku dan tubuhku. Sentuhan yang sangat aku rindukan 2 hari ini.


oek


oek


oek


Suara tangisan jagoanku membuka mataku. Aku belum sempat menyapanya semalam karena tubuhku yang kotor.


Aku terkejut kala mendapati pakaian ku telah berganti dengan piyama. Dan lengket di tubuhku sedikitnya berkurang.


Kulihat ke arah sofa dimana istri tercinta masih memejamkan matanya dengan pulas.


"Sayang, aku kangen" aku membelai pipi dan kepalanya. Kasihan dia pasti kelelahan karena menjaga anakku semalaman.


Akupun meraih baby El dan sedikit menimangnya. Mencium pipi yang mulai terlihat gembul.


Lidahnya dia keluarkan berulang kali.


"Jagoan papa lapar ya. Papa bantu ya. tapi jangan sampai mama bangun. Pasti mama kelelahan"


Karena posisi tidurnya yang menyamping memudahkanku membuka beberapa buah kancing dan bra khusus menyusui.


Aku menopang tubuh baby El agar Dharra tak terganggu tidurnya. Kulihat anakku dengan rakusnya menyesap buah yang menggantung, sumber penghidupannya.


"Ingat ya nak. Papa hanya meminjamkannya selama 2 tahun. Setelah itu, ini kembali menjadi milik papa seutuhnya" dengan jahil aku sedikit meremasnya. membuat juniorku yang dibawah sana menggeliat.


Gawat


Bisa gagal meeting kalo diterusin.


Sabar ya sayang.


Hanya tunggu 1 hari lagi. Aku akan kembali menemani kalian.


Akupun mencium bibirnya dalam.


Sungguh, ingin rasanya aku melepaskan monsterku dan mengobrak abrik sarangnya saat ini juga. Namun apa daya. Aku harus lebih bersabar sebulan ini.


Aku menyerahkan baby El pada mbok Iyem untuk dimandikan. Karena akupun harus segera bersiap.


Aku meminjam mobil oma yang lain. Aky belum sempat bercerita apapun secara detail. Hanya memberi tahukan oma mengenai jadwalku hari ini.

__ADS_1


Tunggu aku sayang.


__ADS_2