
Aji tiba tiba menyemburkan air dari dalam mulutnya. Dia lalu terbatuk sembari memiringkan tubuhnya dibantu orang orang yang berkerumun.
uhuk
uhuk
uhuk
"Ya Tuhan, syukurlah kamu selamat nak" oma mengucap syukur karena cucunya berhasil selamat. Mata tua yang dikelilingi kulit keriput itu menitikan air mata haru seraya memeluknya. Dia tak peduli jika bajunya ikut basah
"Siapa.. siapa yang menarikku dari air?"
"Sa.. saya tuan" jawab tukang kebun yang terlihat kedinginan.
"Terima kasih pak.. terima kasih"
"Sama sama tuan"
"Dharra... Dharra mana?"
"Hah.. tadi non... NON DHARRAAAA.... " semua orang terperanjat dan mengalihkan perhatian pada arah teriakan mbok Iyem.
Tampak air di tengah kolam memunculkan gelembung gelembung kecil dan sedikit helaian rambut mengambang.
Aji yang masih sedikit terbatuk segera melompat masuk ke kolam karena dia tahu jika istrinya itu tak bisa berenang.
Tampak Dharra dalam posisi berdiri dan hampir menyentuh dasar kolam dengan kedalaman 3m itu perlahan menutup matanya. Aji segera menariknya dan membawanya keluar dari air. Karena kondisinya yang tangah hamil besar, membuatnya kesulitan untuk mengevakuasinya.
Semua orang berhati hati saat membantu Aji mengangkat tubuh Dharra ke pinggir kolam. Aji melakukan hal yang sama pada Dharra untuk pertolongan pertama pada korban tenggelam.
Aji terus memompa dadanya dan memberikan CPR secara berkala.
"Dharra... Dharra.... bertahanlah sayang... bangunlah... Dharra...."
uhuk
uhuk
uhuk
Air yang memenuhi paru parunya pun akhirnya keluar. Dharra selamat.
"Dharra... dasar bodoh... sudah tahu tak bisa berenang kenapa masuk ke air?" Aji langsung memeluknya erat sambil tergugu berderai air mata.
Dharra tersenyum lemah.
"Kamu menjemputku... aku ingin menyusulmu. Kita adalah satu..." Dharra menjawab dengan lemah, namun senyum itu terus terukir di bibirnya. Senyum bahagia diiringi lelehan air mata. Sebelah tangannya ia angkat untuk menyentuh sebelah pipi Aji. Aji terus mengecupi wajah Dharra sambil terisak. Tak ia lewatkan 1 senti pun.
__ADS_1
Semua orang bernafas lega karena Dharra berhasil diselamatkan.
Oma menangis mengucap syukur atas keselamatan cucu dan cucu menantunya.
"Dharra sayang, syukurlah kamu selamat nak" setetes demi setetes cairan lolos dari sudut matanya yang keriput.
"Oma? oma ikut mati juga?"
Oma be like : 😑😑😑😑😑😑
Aji membopong Dharra yang sudah dibungkus handuk besar. Bibirnya tak hentinya mengecupi wajah Dharra.
Oma memanggil dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi Dharra pasca tenggelam. Dia tak mau berspekulasi kandungannya baik baik saja setelah insiden itu. Namun kali ini dokter perempuan yang oma panggil. Mengingat dokter Ryan menaruh rasa pada cucu menantunya dia tak mau memberikan kesempatan sekecil apapun baginya untuk mendekati Dharra.
Dengan perlahan Aji menaruh Dharra di sofa. Lalu perlahan mengeringkan tubuh Dharra dengan handuk kecil lain. Mbok Iyem memberikan pakaian kering Dharra yang Aji minta untuk diambilkan di kamar. Oma dan Dharra mengernyitkan dahi.
Aji tiba tiba membuka kancing baju Dharra yang basah dan masih melekat.
Dharra sontak terkejut dan menahan tangan Aji. Sedangkan oma menepuk keningnya sendiri. Mbok Iyem? dia tak mau menjadi korban tayangan dewasa lagi dan segera berlalu dari sana. Cukup sekali dia meriang karena aksi mereka yang tak tahu tempat.
"Kamu mau nelanjangin aku disini?" bisik Dharra geram sambil mengetatkan rahangnya.
"Hah?" Aji terperanjat lalu melirik ke kiri dan ke kanan.
"Oh, ada orang ya?"
Oma kesal dengan tingkah absurd cucunya ini lalu menggeplak kepala belakang Aji.
"Kamu pikir oma apaan? cucu sama mantu sama sama somplak. Cepet selesein di kamar. Ada yang mau oma omongin. Jangan lama lama. Heran deh sama kalian bla bla bla...." oma mendumel sambil berlalu.
Aji yang meringis dan sibuk mengusap belakang kepalanya hanya bisa tersenyum jumawa.
Dharra ikut menertawakannya. Kesian oma. Pikirnya.
Aji melirik pada Dharra. Lalu tersenyum.
"Sepertinya kita harus melaksanakan perintah Ratu Agung" seringai mesumnya membuat Dharra bergidik. Tanpa aba aba, Aji lantas membopong Dharra kembali dan membawanya ke lantai 2. Ke kamar mereka.
Aji meluapkan rasa rindunya pada Dharra. Bukan nafsu birahi belaka yang dia rasakan. Namun rasa cinta dan kasih sayang yang tulus. Dan Dharra bisa merasakannya.
"Ada apa denganmu?" tanya Dharra penasaran disela sela goyangan pinggul Aji.
"Ada apa denganku? tentu saja menyalurkan rasa cintaku" Aji melambatkan tempo gerakannya.
"Apa kamu gak takut sama suamiku?" goda Dharra yang kemudian mengecup hidung mancungnya.
"Hahahahaha....." Aji tergelak. Merasa lucu dengan sikapnya sendiri.
__ADS_1
"Suamimu bilang padaku, katanya aku harus menghabisimu" Aji mempercepat temponya membuat Dharra menggelinjang.
"Maafkan aku sayang. Terima kasih karena kamu mau bersabar menungguku dan memperjuangkan cinta kita"
Dharra terheran. Ada yang aneh dengan penuturan suaminya.
"Aku sudah ingat semua sayang. Aku minta maaf kalau aku sempat melupakanmu"
"ssshhh....." Dharra menempelkan telunjuknya pada bibir seksi Aji agar dia berhenti berbicara. Sejurus kemudian dia menepuk bokong polos Aji.
"Lanjutkan sayang. Lagi nanggung" Dharra berbisik nakal seraya mengedipkan sebelah matanya.
Aji tersenyum jahil.
"Istri nakal. Apapun untukmu sayang"
Aiooo rudal Ajiii... bekerjalaaaah..😂
Makan malam tiba. Mereka kembali berkumpul dalam meja makan menikmati hidangan yang Dharra buat. Suasana kembali terasa hangat. Tadinya oma ingin membahas sesuatu. Namun Dharra memberikan isyarat agar mereka tak membicarakan masalah di depan Bintang.
Oma pun setuju. Dia merasa takjub dengan kepekaan Dharra. Dia bahkan memikirkan tumbuh kembang anak yang bukan darah dagingnya.
Bintang akhirnya terlelap setelah dibacakan cerita oleh Dharra. Aji selalu terpesona melihat interaksi Dharra dengan Bintang. Dia memang tak salah pilih dalam menjatuhkan hatinya. Semoga perhatian dan kasih sayang mereka tak kan berkurang sedikitpun saat buah hati mereka lahir kelak.
"Oma. Bisa langsung jelaskan siapa Justin? Sepertinya dia datang kesini untuk mengancam. Ada yang oma sembunyikan dari Rakha?"
"Hhhh... serapat rapatnya kita menyembunyikan bangkai, tetap saja akan tercium juga. Seperti yang tadi oma sampaikan, Justin itu keponakannya adik ipar oma. Dulu dia salah pergaulan. Kepribadiannya melenceng. Keluarga sudah melakukan berbagai upaya. Namun dia malah berubah menjadi seseorang yang beringas. Berkali kali keluar masuk penjara karena melecehkan beberapa anak laki laki-"
grepp
Tangan Aji meremas tangan Dharra.
"Maksud oma.. dia seorang.." Dharra mencoba menebak.
"Predator anak. Ya dia pelaku pedofil yang paling dicari pada masa itu di lingkungan kita. Selain itu dia juga seorang bise*ksual. Malam itu, mantan istri Rakha menaruh obat dalam minuman yang akan mbok Asih berikan pada Rakha sepulang kuliah. Oma tahu dan oma menukarnya dengan yang baru. Lalu oma... oma menuangkannya pada gelas di kamarnya. Oma ingin memberikannya pelajaran. Namun kebetulan Justin datang untuk meminta uang agar dia bungkam tak menyebut nama keluarga"
"Oma yang tahu jika mantan istri Rakha pasti sudah meminum minuman yang dipesannya pada mbok Asih menyuruh Justin untuk masuk ke kamar itu. Alasan oma agar dia mengambil uangnya sendiri. Dan persis seperti yang oma perkirakan, mantan istrimu menyerangnya karena efek obat perangsang itu. Dan-"
"Jadi Bintang adalah-"
JAWAB NDILI YAK😁
MAAP BARU BISA UP TAPI GABISA DOUBLE UP
LAGI KURANG ENAK BODY NEH🤒🤧KENCENGIN HADIAHNYAAAAA
BIAR OTHOR SEHAT N SEMANGAT UP LAGI BEIBEH😷
__ADS_1