
Selamat Hari Raya Idul Adha 🤗🙏🏻
Pameran di mulai hari ini. Dharra hanya akan hadir pada saat pembukaan dan penutupan nanti 7 hari kedepan. Sisanya dia akan mendelegasikan pada Marvin atau Mili untuk mengecek kondisi penjualan pada saat pameran. Para sales officer tentu saja dibagi menjadi 2 tim. Yaitu tim exhibition dan tim open house untuk stand by di show room.
Karena sistem order dilakukan secara online, maka Dharra bisa mengontrol penjualan dari kantor, Dharra hanya berperan memberi kata sambutan sebagai wakil dari cabang perusahaan.
Mereka keluar dari rumah Aji bersamaan sambil saling merangkul dengan senyum merekah di bibir keduanya.
Membuat pagi yang sejuk itu serasa panas membara bagi Yuli yang tak bisa mematahkan gagang sapu yang ia pegang. Seandainya saja gagang sapu itu bisa ia kunyah, mungkin sudah habis selusin.
Aji dan Dharra tiba di Mall. Dharra memintanya agar diturunkan di drop off Mall agar mempersingkat waktu, karena harus melakukan gladi resik.
Dengan berat hati Aji menuju basement sendirian. Kebersamaannya dengan Dharra membuat Aji ketergantungan akan keberadaan Dharra di sampingnya. Dia menjadi pribadi yang tak percaya diri kala Dharra tak di sampingnya.
"Jangan khawatir sayang. Aku bersedia menggantikan istri tak tahu diri mu itu. Aku bahkan bersedia menjadi yang ke dua, ke tiga, bahkan ke seratus- mu" Cynthia tiba tiba mengapit lengan Aji dari arah belakang kala melihat Aji baru keluar dari mobil dengan wajah yang murung.
Aji yang dikejutkan dengan kehadirannya sontak langsung mendorong tubuh Cynthia. Nahas, karena gerakan refleknya Cynthia terserempet mobil yang sedang melaju mencari parkiran kosong. Namun lumayan membentur tubuhnya yang lemah.
"Nona.. nona apa kau baik baik saja?" tanya pengemudi yang tak menyangka dengan gerakan tiba tiba yang membuatnya menyerempet Cynthia.
__ADS_1
"Ryan?"
"Rakha? apa yang tadi kamu lakukan? nona.. apa kamu baik baik saja?"
Aji tak menyangka bakalan bertemu dengan Ryan yang selalu menjadi saingannya dalam segala hal.
"Perut ku.." Cynthia meringis menggigit bibir bawahnya seraya memegangi perutnya.
Aji memutar matanya malas dengan drama Cynthia. Pasti bakalan ada drama lanjutan. Perasaan tadi yang terserempet adalah lengannya, kenapa perut yang sakit?
"Nona.. kaki mu.. ayo saya antar ke rumah sakit. Rakha, kamu juga harus ikut. Kamu yang tanggung jawab karena sudah mendorongnya"
"Apaan sih? udah kamu aja yang antar, aku gak ada hubungannya sama dia. Lagian salah dia sendiri ngagetin orang. Gak jelas" sarkas Aji yang tak mau terjebak lagi. Dia tahu, kemungkinan besar Cynthia tengah hamil entah anak siapa. Ujung ujungnya? pasti manfaatin situasi agar bisa dinikahin.
"Cih, lagu lama" desis Aji kala menebak modus Cynthia. Bukannya tak mau bertanggung jawab. Namun bukan salahnya jika reflek mendorongnya. Toh dia sendiri tahu kalau dari pertama kenalan Aji sudah menjaga jarak dengannya.
Aji pun segera pergi dari te ka pe. Tak mau berlama lama berurusan dengan mak lampir.
Persetan dengan kata 'bajingan' yang disematkan padanya. Salah sendiri mau berurusan dengan seorang bajingan sepertinya. Setidaknya, dia bukan bajingan bagi istrinya.
__ADS_1
Ryan geram dengan tingkah Aji yang tak bertanggung jawab. Akhirnya, mau tak mau dia mengantarkannya ke rumah sakit tempatnya bekerja.
"Siapa namamu?" tanya Ryan di dalam mobil.
"Cyn..thia" jawabnya terbata karena menahan sakit.
"Baiklah Cynthia, tolong tahan sebentar ya. Kita akan ke rumah sakit terdekat"
Cynthia mengangguk sambil menahan rasa sakit. Keringat sebesar biji jagung bermunculan di pelipisnya.
Mobil pun sampai di depan pintu IGD. Ryan segera berlari meminta bantuan perawat jaga yang langsung membawa brankar karena penjelasan Ryan.
Karena ini bukan rumah sakit tempatnya bekerja, jadi Ryan harus menunggu tindakan yang dilakukan para medis terhadap Cynthia.
Pintu terbuka, pemeriksaan telah selesai. Seorang dokter yang tidak terlalu Ryan kenal keluar dari ruangan dan menghampirinya. Tampaknya dokter itu adalah dokter pindahan.
"Syukurlah istri anda dan janinnya baik baik saja. Saya sarankan, berhati hatilah saat mengajak istri hamil jalan jalan, dan jangan sampai stress. Tampaknya janinnya cukup rentan. Tapi untuk yang sekarang untungnya janin masih kuat. Tolong diawasi terus ya istrinya, jangan dibiarkan bepergian sendiri" sang dokter tersenyum sembari menepuk sebelah pundak Ryan.
"T Tapi... iya, makasih dok" Ryan bermaksud menyanggah, namun sang dokter tampaknya terburu buru.
__ADS_1
"hhhh... jadi runyam nih" Ryan menghela nafas.