
Aji menyelesaikan pekerjaannya lebih awal. Dia memajukan semua jadwal dalam 1 hari. Meski hingga larut malam dia lakukan demi bisa pulang lebih cepat dan bertemu istri tercinta. Dia tak sabar diapa apakan istrinya. Pasti membuatnya tak bisa beranjak dari tempat tidur.
Dharra memerintahkan Mario agar menjemput suaminya di bandara. Namun Mario meminta ijin pada Dharra untuk menjemput adiknya di rumah sakit setelah dari bandara. Dan Dharra tidak keberatan. Pun dengan Aji.
"Selamat datang bos. Dan selamat kembali. Mungkin nyonya sudah menyampaikan pada bos mengenai penjemputan adik saya. Apa bos keberatan?" Mario ingin memastikannya lagi dan bertanya pada bos nya.
"Tentu saja tidak masalah. Asal tidak terlalu lama. Aku sudah rindu istriku. Semoga kamu paham"
"Baik bos. Saya janji tidak akan lama. Adik saya sudah menunggu dan sudah siap"
"Ya sudah. Ayo cepat. Waktu terus berjalan"
"Baik bos"
"Si bos ga sabaran banget uwu uwuan sama bini" batin Mario yang merasa iri karena kejombloannya.
Mereka tiba di rumah sakit. Mario berhenti di depan lobby utama rumah sakit karena sang adik telah menunggunya di lobby.
Mario turun untuk membantunya memasukan tas yang berisi pakaian ganti sang adik.
__ADS_1
Mario membuka pintu penumpang depan untuk adiknya. Tidak mungkin dia menyuruhnya untuk duduk bersebelahan dengan bos nya yang tengah tersenyum sambil mengetikkan sesuatu pada ponselnya karena sedang melakukan chat dengan istrinya.
"Sudah bos. Kenalkan ini adik saya Marvino. Marvin ini bos baru kakak. Berterima kasih lah karena sudah diijinkan menjemputmu"
"Terima kasih pak.. bos Rakha ya ampuuuun ternyata itu anda. O em ji eyke gak nyangka ternyata kita berjodoh cyyyn..." suara bass Marvin tiba tiba menjadi mendayu dayu saat melihat penampakan bos kakaknya yang terlampau menyilaukan baginya.
Aji tiba tiba terhenyak saat mendengar suara yang dianggapnya mengerikan.
Fokusnya langsung menatap penampakan mengerikan yang sedang menatapnya antusias.
Tubuhnya tiba tiba bergetar hebat kala melihat Marvin yang tak berhenti berbicara padanya. Dia bahkan tak mengindahkan peringatan dari sang kakak agar duduk diam dan tenang.
Aji bahkan tak sadar jika ponselnya terjatuh karena tangannya berusaha meraih dan membuka handle pintu mobil yang sudah bergerak maju.
"Pak ganteng mau kemana..."
brukk
Marvin berteriak kala melihat Aji melompat turun dari mobil yang tengah melaju. Lalu terjatuh dan terguling guling di aspal yang keras itu. Untung saja mobil itu belum keluar dari area rumah sakit.
__ADS_1
Mario yang fokusnya teralihkan karena ulah adiknya yang tak bisa diam pun terkejut dan seketika menghentikan mobil.
ciiiit
"Astaga... Bos.."
"Sudah ku bilang untuk tenang" suara meninggi Mario membuat Marvin bungkam. Ini memang salahnya. Dia lupa jika Dharra, mantan bos nya sering mengingatkannya untuk menjauhi suaminya. Namun karena reflek dan rasa suka nya pada sosok Aji, membuatnya melupakan peringatan itu.
Dan kini, suami mantan bosnya tang kini adalah bos kakaknya celaka gara gara kecerobohannya.
Mario segera turun untuk menolong Aji yang tergeletak tak sadarkan diri. Dia memanggil petugas paramedis yang tengah berjaga di UGD.
Aji segera dibawa ke UGD untuk dilakukan pemeriksaan.
Terdapat beberapa luka lecet dan lebam karena terjatuh di aspal yang keras. Selebihnya tak ada luka vital lain. Bahkan tak ada tanda gegar otak setelah dilakukan scan pada kepalanya. Hanya menunggu kesadarannya kembali untuk memastikan tak ada masalah serius.
Mario segera memberi kabar pada istri bos nya itu. Dia pun meminta maaf dan akan segera memulangkan adiknya. Takut takut membuat ulah lagi.
MAAP SEGINI DULU BEIBZ
__ADS_1
ADA HAL URGENT YANG HARUS OTHOR KERJAINππ»ββοΈ
TETEP DUKUNG OTHOR YAππ»ππ»