My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Mobil Goyang


__ADS_3

Aji tersenyum dengan tingkah nya. Lalu menunjuk sebelah pipinya.


"Cium dulu"


"ck.."


cup


Dharra berdecak, tapi kemudian mengecup bibirnya. Membuat Aji terkejut. Dia pikir Dharra tak berani. Ternyata...


"Yang jumbo ya" Dharra melanjutkan permohonannya sambil memberikan senyum terbaik.


Aji cukup meleleh dengan tingkah Dharra yang menggodanya. Padahal hanya seperti itu. Namun terasa sangat mendebarkan bagi Aji.


Dharra lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Aji, membisikan sesuatu.


"Biar puas" ucapannya yang mendesis meniup cuping telinga Aji dan membuatnya seketika membatu.


"Ayo pulang" Aji mengetatkan rahangnya sambil menarik tangan Dharra yang menggelayut di lengannya.


"Aji.. kok pulang sih? boba aku gimana?" Dharra tertatih mengikuti langkah Aji yang dengan lebarnya menjauh dari stand minuman itu.

__ADS_1


"Di rumah juga ada boba yang gede. Aku kasih dua. Gak akan habis. Bisa kamu nikmatin sampe puas setiap hari" Aji tak peduli lagi. Dia sungguh tak bisa menahannya lagi. Wanita imut ini benar benar menguji kesabarannya.


Sampai di parkiran basement, Aji mengurungkan niatnya untuk pulang. Dia membuka pintu penumpang pada mobil Fortuner nya, lalu mengarahkan Dharra agar masuk diikuti Aji yang kemudian mengunci mobilnya.


"Sopirnya man- hmmpp" Dharra langsung dibungkam Aji yang sedari tadi menahan diri untuk tak menyerangnya.


Tanpa melepaskan pagutan bibir, Aji dengan lihai dan cepat melepas lapis demi lapis kain yang menempel pada tubuh mereka lalu menyatukan inti mereka tanpa menunggu lama. Mereka benar benar membuat mobil itu bergoyang.


"Menarilah, sayang" Aji menempatkan Dharra duduk diatasnya agar bisa menikmati bongkahan yang selalu membuatnya gila kala membayangkannya.


Dharra benar benar menari nari di pangkuan Aji. Bokongnya terus bergerak naik turun, dan Aji bermain main dengan bongkahan kembarnya. Dua insan itu benar benar melepaskan hasratnya tanpa batas. Erangan dan teriakan Dharra menggema didalam mobil kedap suara. Dharra bergerak liar membuat Aji tak kuasa untuk menahannya lagi. Dia membaringkan Dharra dan menghujamnya terus tanpa henti. Lebih cepat. Dharra menggelinjang merasakan sensasi liar yang membuatnya gila. Berkali kali Dharra meneriakan nama Aji. Mereka mengerang bersamaan kala ledakan itu meluluh lantakkan kewarasan mereka. Kenikmatan yang mereka reguk bersama menambah kadar perasaan cinta yang mereka miliki. Saling memeluk dan mencium. Tak ingin saling melepas. Selamanya mereka ingin seperti ini. Hanya ada mereka berdua.


"I love you... I love you... Dharra..." Aji membisikan isi hatinya, yang membuat hati Dharra menghangat.


Aji mengeratkan pelukannya. Berharap perasaan mereka satu sama lain selamanya tak pernah luntur.


tok


tok


Seseorang mengetuk jendela mobil itu. Mereka bahkan sampai lupa tempat. Namun ada yang lebih mengejutkan Aji.

__ADS_1


"Gawat" Aji langsung memakai pakaiannya dan menyuruh Dharra melakukan hal yang sama.


"Ada siapa, Ji?" tanya Dharra yang reflek menunduk takut terlihat dari luar. Berbeda dengan tadi yang bebas berekspresi.


"Oma, sayang"


"Apa ? Oma?"


Aji memastikan jika penampilan mereka sudah rapi lalu membuka sedikit jendela hanya agar bisa menemui oma.


"Oma kesini? sama siapa?" tanya Aji basa basi.


"Udahan goyang mobilnya?" oma tak menghiraukan pertanyaan basi Aji.


"Hehe" Aji malah nyengenges.


"Dasar gatau tempat. Ayo kedalem lagi. Oma mau liat pameran" ajak oma yang sedikit kesal pada tingkah Aji yang gatau tempat.


Saat oma baru saja tiba di parkiran, oma sangat hafal dengan mobil Aji. Oma pun lantas memarkirkan mobilnya di sebelahnya. Namun ada yang aneh dengan mobil Aji.


Karena memakai kaca filem hitam yang tak tembus pandang, oma hanya menduga kemungkinan yang paling benar melihat sifat Aji yang hyperse*x. Oma pun menunggu di dalam mobilnya sendiri selama hampir satu jam. Hingga akhirnya pergerakan mobil itu berhenti.

__ADS_1


"Cucu oma memang hebat. Awas aja kalo ga bisa jadi cicit yang banyak. Kupotong anu mu" gumamnya.


__ADS_2