My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Suami Branded


__ADS_3

Ryan harus menelan kekecewaan dari harapan yang ia pupuk sendiri. Dharra yang sedari awal memang tak memberinya harapan sedikitpun tak menyurutkan keinginannya untuk bisa merubah perasaan Dharra. Usahanya bahkan belum maksimal dalam menunjukan perasaannya. Namun sepertinya Tuhan belum mengizinkan mereka bersatu. Setidaknya belum.


Toh banyak pasangan menikah yang bercerai karena banyak faktor.


Mungkin terdengar egois dan jahat. Tapi dia berharap hubungan Dharra dan Aji tidak bertahan lama.


Dengan langkah gontai dia menyusuri lorong apartemennya. Pikirannya terus mengarah pada Dharra. Hingga langkahnya terhenti karena dikejutkan dengan keberadaan seorang wanita yang tengah duduk meringkuk memeluk lututnya tepat di depan pintu apartemennya.


Pakaian yang dikenakan wanita itu tampak familiar akhir akhir ini.


"Cynthia?" lirihnya kala menyadari siapa wanita ini.


Merasa malas dengan keberadaan Cynthia yang sudah dipastikan akan membuat masalah dengannya, Ryan pun perlahan membuka pintu dan segera masuk dan kembali menguncinya.


"fuhh... mau apa dia kesini? tunggu.. darimana dia tau... ahhh rumah sakit sialan..." kesal Ryan yang kemudian melempar kunci mobilnya ke sembarang arah. Seharusnya dia tak mencantumkan identitas lengkapnya saat membayar administrasi rumah sakit.


tok


tok


Ryan sedikit tersentak kala mendengar suara ketukan di pintu.


"Gawat, pasti cewek itu yang ngetuk. Apa aku pura pura mati aja?"


Ryan segera membaringkan dirinya di lantai dengan mencoba berbagai posisi.


"BENTAAR" teriaknya spontan kala terus mendengar suara ketukan.


"Dasar bego. Yang bukain pintu siapa?"


Ketukan itu kembali terdengar. Akhirnya Ryan menyerah dan membuka pintu sambil menampilkan wajah garang nan imut.


"Permisi pak Ryan. Istri anda pingsan di depan pintu anda. Apa anda tidak menyadarinya?" tegur security yang mendapat laporan dari tetangga sebelah apartemennya yang mendapati posisi Cynthia meringkuk namun tidak duduk.


"Istri? saya bahkan belum menikah" tukasnya tak mau disalah pahami. Terlebih dengan wanita seperti Cynthia.

__ADS_1


"Tapi wanita ini menggumamkan nama anda dalam tidurnya"


"Maaf ya pak. Yang bernama 'Ryan' di apartemen, di kota, bahkan di dunia ini bukan hanya saya. Mungkin wanita ini menggumamkan nama pasangannya. Selain itu, apa bapak pernah melihat saya membawa pasangan ke apartemen ini? gak pernah kan?"


"Iya juga ya. Kesian bapak" ucap polos security yang membuat Ryan kesal karena membeberkan kejombloannya.


Akhirnya security membawa Cynthia ke ruang keamanan. Memang tugas mereka mengamankan area apartemen dari gangguan dan ancaman yang membuat penghuni tidak nyaman.


Cynthia yang merasa gagal lagi dalam melancarkan aksinya mau tak mau harus pulang dengan kekesalan. Dia pikir dengan sengaja hamil bisa dengan mudah mendapatkan Aji. Seandainya bisa beli suami branded di Mall ayahnya, mungkin akan dia beli 1.


Saat Aji dan Dharra tiba di rumah oma, Bintang dengan suka cita menyambut kedatangan mereka.


Bintang berlari dari dalam rumah dan melompat ke pelukan Dharra, menghujani wajah Dharra dengan ciuman basah dari air liurnya. Betapa Bintang sangat merindukannya.


Aji cukup terharu, sekaligus cemburu. Pasti waktu dan perhatian Dharra akan tersita oleh Bintang. Dia jadi tak bisa sepuasnya menikmati moment nya bersama sang istri. Tapi kemudian Aji berfikir tak boleh egois. Toh selama ini Bintang cukup menderita hidup tanpa sosok seorang ibu.


Tapi dia juga selama ini menderita hidup tanpa sosok seorang Dharra. Batinnya memberontak.


Dharra mencari keberadaan oma, yang ternyata sudah tidur, menurut penuturan mbok iyem sang ART.


Dharra tak mau mengganggunya. Akhirnya dia mengutak atik ponselnya, lalu pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk membersihkan diri.


"Bintang pengen dibikinin nasi goreng dulu, mah" seru Bintang sambil mengusap perut gendutnya.


"Bintang belum makan malam?" tanya Dharra terkejut. Jangan jangan Bintang kembali menunggunya dan mogok makan.


"Udah kok. Bintang cuma kangen nasi goreng buatan mama aja"


Dharra terenyuh dengan penuturan Bintang. Dia merasa bersalah karena enak enakan dengan Aji menikmati moment pengantin baru, namun Bintang menunggu disini, menunggu kehadiran mama barunya.


"Iya nanti mama bikinin nasi goreng spesial buat kita. Kebetulan mama sama papa juga belum makan"


Dharra segera membersihkan diri, tak mau membiarkan Bintang menunggu lama. Dia mengunci pintu kamar mandi agar buaya buntet gak nerobos masuk dan menambah durasi waktu mandinya.


Selesai dengan ritual mandi yang singkat, Dharra segera turun ke dapur untuk membuat nasi goreng pesanan Bintang.

__ADS_1


Tampak Bintang dan Aji yang sudah segar tengah bercanda di depan meja makan.


"Kupikir bakalan nerobos masuk" gumam Dharra yang merasa bodoh membayangkan akan disergap Aji saat mandi. Ternyata hanya angannya saja.


Dharra melarang mbok Iyem untuk membantu, dan menyuruhnya agar istirahat dan tak terusik dengan kegiatan memasak mereka. Karena bisa dipastikan mereka akan melampiaskan rasa rindu satu sama lain.


Tawa dan canda menggema di dapur, padahal waktu sudah cukup larut bagi usia anak anak. Namun Aji membiarkan Bintang melepas rasa rindunya.


Hingga mata Bintang sudah terlihat berat.


"Mama, bobo yuk. Bintang ngantuk"


"Iya, ayo mama temenin"


"Mau bobo sama mama sama papa juga" pintanya lemas.


"Gawat, bisa bikin gempa lagi" batin Dharra.


Tanpa menunggu waktu lama, Bintang sudah menjelajah dunia mimpinya. Dharra perlahan melepaskan rangkulan Bintang, lalu berniat membersihkan dapur dan peralatan memasak. Dia harus bertanggung jawab meski rumah ini memiliki ART.


"Uulalaaa... suami idaman siapa ini..." Dharra terperangah kala mendapati dapur sudah kembali bersih karena tangan ajaib suaminya.


"Yang namanya berumah tangga itu bekerja sama. Kerja sama mengurus rumah, kerja sama ngurus anak, kerjasama bikin anak yang paling utama" Aji mengangkat tubuh Dharra sehingga terduduk diatas meja dapur. Memberikannya kecupan ringan di bibir, lalu membelai paha mulus Dharra yang hanya mengenakan celana pendek.


Dharra membalas ciumannya sambil mengalungkan kedua lengannya dileher Aji.



Kecupan ringan itu menjadi ciuman yang dalam dan menggelora.


Tanpa menunggu lagi, Aji meloloskan satu cula nya melalui sleting celana, dan menghunuskannya melalui celah kain bawah Dharra yang hanya disingkap sedikit.


"Ahhh... Kamu sudah basah, sayang" Aji mengerang kala berhasil menghunuskan cula nya dan mulai bergerak maju mundur secara perlahan.


Dharra menggelinjang dibuatnya, bibirnya bawahnya ia gigit untuk menahan suara laknat yang mungkin akan lolos dari mulutnya. Sesekali erangan itu berhasil lolos kala Aji mempercepat tempo gerakannya sembari ******* bongkahan favoritnya.

__ADS_1


Bercinta dalam suasana baru di dapur oma bukanlah pilihan, namun dimana ada tempat untuk mereka berduaan, disitulah mereka akan berbagi peluh kenikmatan.


"Maaf, si mbok enggak liat apa apa. Terusin aja, den"


__ADS_2