
Malam tiba, puncak acara tiba. Seluruh warga berkumpul untuk mengikuti dan menyaksikan puncak acara yang diikuti 3 generasi, yaitu anak, remaja dan dewasa/orang tua.
Semua antusias menyambut perayaan yang di gelar setahun sekali itu. Di mulai dengan lomba fashion show yang terbagi menjadi beberapa kategori dimana ibu dan bapa ikut meramaikan lomba fashion show itu bukan hanya anak anaknya saja. Disinilah hiburannya, karena bapak bapak yang mengikuti diharuskan memakai pakaian wanita kampung. Tentu saja dengan make up nya. Dan itu dilakukan secara mendadak saat pendaftar telah berkumpul, mereka digiring panitia yang mana adalah istri istrinya untuk mengganti pakaian para suaminya dan menggantinya dengan pakaian wanita kampung beserta make up nya. Mereka hanya bisa pasrah dijebak istri mereka karena ancamannya mengerikan.
Tentu saja penampilan mereka yang berlenggak lenggok diatas panggung mengundang tawa para penonton yang menikmati penderitaan para bapak bapak.
Dharra dan Aji selaku juri tak hentinya terbahak menertawakan kelakuan para suami di atas panggung. Namun sang model terlihat cemberut memperhatikan Aji dan Dharra yang duduk bersebelahan. Tertawa bersama, saling memberi komentar, namun dibawahnya tangan mereka saling bertaut.
Lomba fashion show akhirnya selesai. Mulailah lomba berikutnya yaitu lomba yang idenya muncul dari pemikiran Dharra seratus persen. Sejenis dance, hanya saja menggunakan PS player. Yang suka main ke time zone pastilah tau mesin ini. Hanya saja jika harus menyewa mesin yang seperti di time zone budgetnya tak kan cukup. Jadi Dharra mengusulkan menyewa PS dengan karpet khusus dance revolution, dan tampilan gambarnya dihubungkan pada proyektor, dan ditembakkan pada layar putih super besar sehingga semua yang hadir menonton bisa menyaksikan tanpa harus berdesakan. Sungguh ide yang baru Aji pikir bagi perayaan tahunan yang biasanya monoton hanya itu itu saja. Aji berfikiran ingin merekrutnya nanti setelah Dharra selesai dengan kontrak kerjanya. Namun dia mengurungkan niatnya. Dia hanya ingin memilikinya sendiri.
Para pendaftar yang didominasi oleh remaja sangat antusias dengan jenis lomba baru di lingkungan mereka. Selama ini mereka hanya bisa mengikutinya di mall mall tertentu saja, dan itu pun sangat jarang diadakan.
__ADS_1
Untuk mempersingkat waktu karena pendaftar ternyata membludak, maka jumlah pemain sekali main di setting menjadi 4 pemain, dimana hanya 1 orang yang diambil sebagai pemenang dan nantinya di lombakan lagi antar pemenang. Meski hanya mendapat satu kali kesempatan, namun mereka cukup puas dapat kesempatan bermain gratis.
Saat lomba berlangsung, Dharra berniat untuk mencari minuman. Tenggorokannya kering setelah puas menertawakan kelakuan para bapak bapak. Dia melihat mamang bajigur sedang nongkrong, diapun menghampiri untuk menghangatkan perutnya.
"Pak beli 2 ya, yang jumbo. Kolang kalingnya yang banyak" Dharra berniat membelinya juga untuk Aji. Tapi dia teringat dengan gadis yang mengikutinya sedari siang. Akhirnya dia memesan 1 lagi dengan ukuran biasa. Dia tak tahu apakah wanita itu suka atau tidak, seenggaknya dia berusaha berbuat baik padanya.
Saat Dharra berjalan kembali ke kursinya, terlihat Yuli menempati kursinya dengan memepetkannya pada Aji, terlihat berlomba saling mendapatkan perhatiannya dengan sang model.
"Kamu tau banget apa yang aku butuhin"
Yuli merasa kesal dengan Dharra yang lagi lagi selangkah didepannya. Akhirnya dia mempunyai ide untuk membalas Dharra.
__ADS_1
"Baiklah adik adik sekalian, kita sudah punya 4 pemenang. Berhubung hanya satu yang akan jadi pemenangnya, maka untuk babak selanjutnya adalah masing masing peserta ini akan melawan salah satu panitia, yaitu pencetus ide lomba ini. Mbak Dharra...." ramai riuh tepuk tangan dan sorak sorai menggema di lapangan. Dharra terkejut dengan ide Yuli yang sebenarnya tidak ada dalam rundown acara. Kemudian dia megerti jika Yuli ingin mempermalukannya.
Para peserta dan penonton kompak memanggil namanya, namun Dharra mengibas kan kedua tangannya.
"Ayo mbak Dharra, jangan cuma punya ide, tunjukan kemampuanmu.. Dharra.. Dharra.. Dharra..." Yuli mengompori para penonton dan akhirnya Dharra terpaksa menuruti. Meski sebelumnya dia menghiba pada Aji dan hanya dibalas kekehan dan mengedikkan bahu.
Fuhhh
Here we go
Yuli menyetel mode medium pada permainan. Dharra bersiap, anggap saja ini permainan biasa di time zone.
__ADS_1
Lagu pertama Dharra dan lawannya bisa mengikuti irama dan mendapat nilai sama sama sempurna. Lalu lagu ke dua, dengan tempo yang sedikit lebih cepat. Dengan susah payah lawannya tidak bisa mengikuti irama dan kalah. Hingga lawan terakhir, Yuli sengaja men set nya dengan mode hard. Lagi lagi Dharra bisa melaluinya tanpa kesulitan sedikitpun, dia malah terlihat menikmati lagu dan bergerak seirama. Bahkan seolah mengajak para peserta untuk melakukan tarian massal atau flashmob. Yuli merasa gendok karena Dharra malah mendapat pujian dan apresiasi dari para lawan dan penonton. Dia tak menyangka jika Dharra cukup jago dalam memainkan permainan ini. Dharra bahkan selalu mendapat nilai sempurna. Dan sekarang Dharra menjadi ratu flashmob di komplek mereka. Aji benar benar terpukau dengan gadisnya yang luar biasa ini. Untung saja dia mengabadikan setiap gerakan Dharra dalam menari.