My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Cemburu atau Ilfeel?


__ADS_3

Aji memperhatikan air muka Dharra yang layu. Ditambah jejak air mata yang mengganggu pandangannya. Tangannya mengelus punggung tangan Dharra.


"Hei.. what's wrong?"


"hah? hmm.. ga ada apa apa. Cuma masa lalu"


tok


tok


"masuk"


Saat mereka tengah makan siang dengan bekal yang Dharra bawa, sekertaris Aji menginterupsi mereka.


"Pak Rakha, setelah ini anda ada janji dengan klien dari PT. Mesraan" ada yang ganjil dari penampilan sekertarisnya. Dharra memperhatikan keduanya bergantian, lalu melipat kedua tangannya di dada. Aji mengerti tatapan itu.


"Baik. Kamu, ganti penampilan kamu sekarang juga. Saya gak mau perusahaan saya di cap murahan"


"Apa? t-tapi pak-"


"Atau kamu angkat kaki dari sini" tegasnya sambil melanjutkan makannya.


"B-baik pak" sang sekertaris menunduk lalu bangkit dan menatap tak suka pada Dharra.


"cih..." Dharra berdecih.


"Sayang, kamu ga papa?"

__ADS_1


"Menurutmu? apa sehari hari penampilannya seperti itu? apa kamu juga selalu tegas seperti itu? lalu kenapa baru sekarang kamu tegasin tentang penampilannya? apa karena ada aku?"


"Sayang, maafkan aku. Tolong jangan bikin rumit keadaan"


" Aku bikin rumit? fine" Dharra lantas bangkit dan pergi meninggalkan makanan yang baru dia sentuh sedikit.


"Apa ini karena Dimas?" Dharra menghentikan langkahnya lalu berbalik.


"Ya, ini karena dia, kamu, aku, dan semua orang. Tolong jangan ganggu aku. Dan tolong jangan sampai mantan kamu ngedatengin aku. Atau kamu akan liat siapa aku sebenarnya"


brakk


Dharra membanting pintu kaca itu. Aji tersadar pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan mantannya yang akan dia temui sehabis makan siang. Apa dia sudah bertemu dengannya?


"Sialan"


Aji segera membereskan kotak bekal yang baru sedikit mereka sentuh. Salahkan dia yang membiarkan anak buahnya berpenampilan seksi menggoda. Karena dia suka. Tapi tidak dengan calon pasangannya. Dia egois. Tak memikirkan hal itu. Wajar jika Dharra marah padanya. Itu artinya dia cemburu, bukan? atau ilfil?


"Kuharap dia hanya cemburu" gumamnya meyakinkan diri.


Tok


tok


"Masuk"


"Pak PT-"

__ADS_1


"Sudah kubilang ganti penampilanmu" Aji membentak sang sekertaris yang masih setia degan pakaian seksinya. Bahkan satu kancingnya ia buka lagi.


"T-tapi-"


"Pergi kamu sekarang. Kamu dipecat"


"P pak, tolong. Tapi cewek itu sudah pergi kan pak, jadi-"


prang


Aji melempar hiasan meja yang terbuat dari kaca melalui wajah menornya. Sedikit saja meleset, bisa dipastikan wajah bertopeng itu akan bermandikan darah.


"Bilang apa kamu tentang calon istri saya? security... datang ke kantor saya" Aji memerintah security melalui sambungan intercom.


"Ya pak, ada yang bisa kami bantu?" bawa dia keluar kantor. Mulai sekarang dia di pecat. Mengenai honor terakhirnya, biar bagian keuangan yang menghitung dan mengirimkannya. Dan tolong... jangan biarkan dia menginjak kantor ini lagi. Satu lagi, sampaikan pada seluruh karyawan wanita yang ada disini untuk mengganti penampilannya lebih sopan. Jika ada yang masih berpenampilan murahan, siap siap dipecat dengan tidak hormat. Bawa dia"


"Baik pak. Ayo-"


"Rakha, kamu gak bisa kek gini sama aku. Kita pernah tidur bareng, kamu-"


"Siapa di kantor ini yang bodoh menyerahkan dirinya pada laki laki sepertiku? Semua. Lalu apa yang kamu harapkan dari laki laki bajingan sepertiku karena sudah bersikap murahan, hah?" sekertaris itu tertegun, bos nya itu memang pernah mengingatkannya untuk tak berharap lebih. Mereka melakukannya hanya sekedar hubungan satu malam. Dia juga tahu kalau hampir semua karyawati di kantor ini pernah menjalin hubungan ONS dengannya. Dan itu tanpa paksaan. Mereka yang menyodorkan diri mereka masing masing padanya. Bahkan bos mereka bermain dengan pengaman, jadi tak ada alasan bagi mereka untuk berpura pura hamil untuk meminta pertanggung jawaban.


Security lantas menyeret tubuhnya keluar.


"Kesian amat si neng. Coba aja kalo sama abang, pasti dapet duit. Abang juga mau neng kalo sekali pake gitu"


"Tutup mulut kamu"

__ADS_1


"Hah, baru nyaho kan rugi jadi cewek murahan. Masih mending yang dipinggir jalan. Jelas mereka jualan. Pulang pulang dapet duit, lah eneng dapet apa? sana pergi awas kalo keliatan berkeliaran deket sini" kedua security itu mendorongnya ke trotoar lalu melemparkan barang barang yang salah satunya ambil ketika bos mereka sedang berbicara panjang lebar.


__ADS_2