My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Bubar


__ADS_3

"AKU TANYA SEKALI LAGI DIMANA SAMPAH ITU?" Dharra tak bisa mengontrol emosinya lagi.


"Jangan pernah sebut dia seperti itu" tukas Aji menghiba.


"Heh.. kamu membelanya? KAMU MEMBELA SAMPAH SEPERTI ITU?" Dharra berteriak histeris.


"Sayang.. shhh.. sshhh... tenanglah.. jangan seperti ini sayang, aku mohon" Aji mencoba menenangkannya. Dan mencoba memeluknya.


"Lepaskan aku. Jauhkan tangan kotormu dariku" sergah Dharra sembari menghempas kasar rangkulan tangan Aji.


"Sayang, tolong tenanglah. Tenang dulu. Aku bisa jelaskan-"


"Dimana dia? hah.. apa di atas?"


Dharra lantas melangkahkan kaki jenjangnya ke tangga yang melingkar.


Terdapat 3 kamar di lantai 2, dengan 1 kamar utama salah satunya, dan 2 kamar lagi di lantai 1.


Dharra membuka kasar satu persatu pintu itu sambil berteriak memanggil orang yang tak jelas.


Aji mengikutinya dari belakang dengan ekspresi was was.


brakk


Dharra membuka pintu kamar utama. Dia terperangah dengan dekorasi kamar nan mewah itu. Terutama ranjangnya.



"Kamu bercinta di ranjang seperti ini dengannya?" Dharra terlihat sangat sangat emosi. Nafasnya menderu, dadanya bergerak naik turun.


Dharra mungkin dengan mudah melepaskan mantan tunangannya yang tidur dengan wanita lain, meski saat itu dia berdalih dijebak.


Tidak dengan sekarang.


"Bahkan kamu tidak memberiku ranjang mewah atau bahkan tempat mewah seperti ini. Dimana.. dimana kamu sembunyikan dia.. KELUARLAH WANITA SUNDAL.. KAMU AKAN TAHU BERURUSAN DENGAN SIAPA.. KELUAR KATAKU.." Dharra mengobrak abrik ranjang yang telah ditata rapi dan cantik itu.


"Sayang, tolong dengarkan aku dulu"


"APA? APA KAMU AKAN BILANG KALAU KAMU DIJEBAK, HAAH...?"


"Bukan seperti itu. Tolong tenang dulu. Aku akan jelaskan-"


"Apa yang dia berikan padamu? dan apa lagi yang sudah kamu berikan padanya?"


Dharra bertanya lirih. Terlihat putus asa.


"Aku mau cerai"


Degg


Aji tahu, dia sudah tidak bisa membujuknya lagi. Aji berjalan ke meja nakas di pinggir tempat tidur. Membuka laci yang paling bawah, dan mengeluarkan sesuatu seperti map hard cover berwarna hitam.


"Dia memberiku segalanya. Dia memberiku sebuah kehidupan baru yang sangat bermakna. Dia memberiku pertama kalinya. Tolong jangan menyebutnya sampah karena dia yang mengangkatku dari kubangan lumpur. Dan tolong jangan menyebutnya murahan, karena aku telah memberikan semua yang aku punya untuknya"


Aji memberikan map itu yang tak disambutnya. Lalu menaruhnya diatas ranjang yang sudah tak beraturan dalam keadaan terbuka.

__ADS_1


Aji lantas berbalik dan melangkah kearah pintu kamar dan berhenti kala dia membuka pintu itu lalu berucap..


"Maaf jika aku bukanlah suami yang sempurna" Aji melanjutkan langkah gontainya keluar dari kamar dan menutup pintunya rapat.


Dharra meraung. Dia menangis tersedu sedu.


Kenapa harus berakhir seperti ini? Apa salahnya? selama ini dia telah berusaha sebaik mungkin agar suaminya tak berpaling darinya.


Dharra berteriak menyayat hati. Menangisi nasibnya yang tak terduga.


Dia marah. Dia lantas meraih map yang terbuka dan hendak menghancurkannya.


Namun matanya menangkap sesuatu yang janggal.


"Sertifikat kepemilikan apartemen? Dia bahkan membelikan apartemen ini untuk.. untuk...


Dharra Pricilia..


hah?"


Tangisnya tiba tiba terhenti.


Dia membaca ulang sertifikat itu berulang kali.


Dia mengusap kasar air mata sialan yang menghalangi pandangannya.


Benar itu namanya.


Nama yang tertera dalam sertifikat itu adalah namanya?


Dharra terus bergumul dalam hati dengan pikirannya. Berharap yang dia baca adalah salah. Namun lebih berharap jika itu bukanlah kesalahan.


"Enggak.. kamu gak boleh menceraikan aku" gumam Dharra yang langsung berlari kearah pintu kamar, dan berharap suaminya belum pergi jauh.


trek


trek


trek


priiit


Letupan letupan confetti dan terompet di depan pintu membuat Dharra terkejut saat dia membuka pintu kamar.


"HAPPY BIRTH DAAAAY...."


Ucapan serempak Oma, Bintang, Mario, Milli, bahkan baby El dan mbok Iyem mengejutkannya.


Aji yang berdiri paling depan dan tersenyum sembari membawa kue tart dengan rasa red velvet dengan lilin lilin kecil diatasnya membuat Dharra menangis haru dan langsung memeluknya erat.


Hampir saja kue favoritnya itu terjatuh jika Mario tidak cekatan mengambil alihnya.


"Sayang, maafkan aku..maafkan aku.." Dharra terisak sembari meminta maaf. Dharra lantas mencium bibir Aji dengan isakan yang masih belum padam.


"Heeeuuuuuh.... bubarr.. bubarrrr..." tukas oma yang menggiring pergi kawanan. Lagi lagi oma harus merasa jengah dengan tontonan tak layak bagi anak anak.

__ADS_1


Aji tak peduli jika harus ikut merasakan rasa asin dari air mata dan ingus Dharra.


Yang penting dia berhasil memberinya kejutan. Meski sedikit keterlaluan. Hampir saja dia kehilangan keutuhan rumah tangganya.


Flash Back


"Kamu yakin kalau itu adalah tempat terbaik?" tanya Aji pada sekertaris songongnya.


"Baiklah. Kamu urus atas namanya. Jangan ada kesalahan sedikitpun. Dan malam ini sertifikatnya harus sudah selesai"


Titahnya tegas pada Mario yang terdengar tengah menghela nafas.


Aji mendengar sesuatu dibalik pintu. Kewaspadaannya meningkat kala diam diam melakukan hal yang dirahasiakan dari istrinya. Dia tak mau jika istrinya memergokinya.


"Iya sayang, udah dulu ya udah malem ini..."


"Ha-halo.. bos.. ada nyonya kah?" Mario gugup. Dia takut ketahuan oleh nyonya bos. Dia diam sejenak. Takut salah berbicara jika memang sang nyonya bos mendengarkannya.


"Besok aku bisa kesana karena Dharra ada acara keluar" Mario mengerti. Bos nya ini sedang berakting. Dia punya ide untuk menggoda bos nya ini.


"Dasar bos arogan" jahilnya, sambil merasa ketakutan akan amukan sang banteng.


"Iya tenang aja, aku pasti dateng" Bos nya masih ber akting. Dia mendapat kesempatan emas untuk mengumpati sang bos.


"Dasar bos arogan, tukang perintah, gak realistis..."


"hmm.. " Aji masih mode akting. Mario semakin melebarkan senyum smirk nya.


"Suami takut istri"


degg


Aji tak bisa mentolelirnya lagi.


"apa sih yang enggak buat kamu sayang... oke..bye.. see you tomorrow" Aji bersumpah akan membuat perhitungan dengannya.


"Besok aku minta tolong Marvin ya bos" tut


Mario segera memutus sambungan telfonnya. Besok biarlah tinggal besok. Yang penting dia merasa lebih lega sekarang.


Aji yakin jika sang istri telah kembali masuk ke kamarnya.


"Sialan. Dasar sekertaris songong. Lihat saja apa yang akan kupotong dari kamu" geram Aji. Lagi lagi dia kalah dari si marimar sekertaris songong tiada dua.


Jika saja kinerjanya buruk meski hanya sedikit, sudah pasti dia akan menendangnya ke jalan.


Keesokan hari, saat Dharra berangkat ke spa. Aji menghubungi tempat spa langganan istrinya dan memberikan instruksi agar mendandaninya dengan sangat cantik.


Tak lupa Aji telah membelikan gaun cantik untuk dikenakan sang istri.


Dia memberikan tugas pada pegawai spa itu untuk membujuk Dharra agar mau mengenakan gaun cantik itu.


"Kamu yakin dengan rencana ini? Apa gak sedikit keterlaluan?" tanya oma memastikan. Dia tak mau cucunya gegabah dan mempertaruhkan rumah tangganya. Oma tak mau sampai kehilangan cucu menantu seperti Dharra.


"Oma tenang aja. Do'a kan kejutan Rakha berhasil" Aji mengecup punggung tangan oma.

__ADS_1


"Hhhhhh... awas aja kalo oma sampe kehilangan cucu menantu. Oma sunat punyamu sampe habis"


JANGAN LUPA VOOOOOTE...😆


__ADS_2