
Aji terpaksa mengijinkan Dharra untuk ikut menseleksi calon sekerteris laki laki untuknya. Meski berat hati karena harus berpisah dengan sang istri.
Lebay amat lu Ji😒
Dharra berjanji tidak akan sampai jam makan siang. Dia hanya ingin mengintip karakter para pelamar agar bisa menggantikan tugasnya dalam mengimbangi langkah suaminya.
tok
tok
"masuk"
"Pak Rakha. Maaf ada tamu, katanya kerabat bapak"
"Siapa?"
"Namanya Cynthia"
"Cynthia? siapa lagi?" benaknya bertanya.
"Suruh dia masuk"
"Baik pak"
Cynthia pun melangkah masuk setelah dipersilahkan sang sekertaris.
"Kamu? Kamu yang di resepsi itu kan? apa kamu memang kerabat saya? kerabat seperti apa yang menawarkan dirinya pada pengantin orang lain?" Aji bersidekap sambil menatap tajam Cynthia yang terlihat gugup.
"Rakha.. kamu.. kamu bener bener gak inget aku? apa kamu benar benar lupa tentang kita?" setetes cairan lolos dari sudut matanya. Aji mencoba mengartikan ekspresinya.
"Apa yang harus kuingat tentang kamu? kurasa tak ada yang spesial tentang kita sebelumnya, dan tak akan ada di masa depan" Aji mengancingkan jas nya dan bangkit, lalu berjalan kearah meja pantry yang ada di ruangan itu untuk membuat kopi hitam untuk dirinya.
"Kamu gak mungkin lupa sama aku, sama hubungan kita. Kita dulu saling mencintai. Sampai sekarangpun aku masih mencintai kamu. Seandainya wanita itu gak ngusik hubungan kita, mungkin sekarang yang berada di sisimu adalah aku"
"Oh ya? bagaimana bisa terjadi? kenapa aku bisa terusik olehnya? dan kenapa saat aku amnesia aku hanya ingat satu perasaan, dan itu tentang dia. Lagi pula kami sudah menikah menikah secara resmi"
__ADS_1
"Kamu itu dibohongin sama dia. Surat nikah itu palsu. Kita sudah berhubungan lama sebelum kamu kenal dia. Kalian bahkan tidak langsung melakukan resepsi bukan? Oma yang merencanakan semua ini. Tolong percayalah. Kita sudah bertunangan. Tapi oma tidak menyetujui hubungan kita karena sudah dipengaruhi wanita itu. Oma yang mengurus surat pernikahan kalian. Kamu tahu kan oma orang yang berpengaruh di kota ini.
Please Rakha. Percayalah padaku. Lihat foto foto kita waktu kita pacaran selama dua tahun" Cynthia lantas menunjukan foto foto mereka yang ada di ponselnya. Foto yang dia ambil secara selfie kala bersamanya. Bukan pose intim. Hanya menempelkan sebelah pipi masing masing. Namun sangat kentara jika senyum yang Rakha tampilkan adalah senyum yang dipaksakan.
"Tapi dia sedang mengandung anakku" suara Aji terdengar sedikit meragu. Dia harus mencari tahu maksud dan rencana Cynthia. Jadi Aji berpura pura terpengaruh. Aji mungkin tak ingat apapun tentangnya. Meskipun dulu pernah sedekat itu, dia tak ada niat untuk kembali pada masa lalu. Yang dia ketahui dan rasakan saat ini adalah kenyataan baru bahwa dia sangat mencintai kehidupannya yang sekarang.
"Dan kamu percaya? bagaimana jika itu adalah benih laki laki lain? Dia memanfaatkan amnesiamu untuk menjebakmu dengan kehamilannya. Tolonglah Rakha. Jangan telan bulat bulat omongannya. Aku tak bisa merelakan mu untuk wanita lain. Aku sudah berusaha melepasmu waktu tahu kamu akan melangsungkan resepsi kemarin. Tapi hatiku tak bisa membohongiku. Aku akan memperjuangkanmu. Aku akan memperjuangkan cinta kita. Demi masa lalu kita" suaranya dibuat tercekat. Seperti menahan sesuatu yang akan keluar dari tenggorokannya.
"Lalu kenapa aku tak mengingatmu sedikitpun? sedangkan aku selalu melihat bayangannya dalam mimpiku. Bahkan sebelum kami bertemu kembali" pertanyaan Aji telak membuat Cynthia diam tak bergeming.
Cynthia terus mencoba meyakinkan Aji kalau Dharra memanipulasi kenyataan. Hingga kemunculan Dharra yang tiba tiba membuat Aji kalang kabut.
Dia tak mau disalah pahami.
Dia tak mau dijauhi.
Dia tak mau kembali ke masa lalu.
Persetan dengan kepura puraan. Hatinya meyakinkannya jika Dharra adalah pilihan tepat untuk hidupnya saat ini. Tanpa ada kekayaan oma pun dia tetap memilih Dharra.
Aji menggantung ucapannya sambil menatapnya tajam.
"Aku pasti jatuh miskin. Se miskin miskinnya. Karena oma mewariskan seluruh hartanya pada Dharra. Bukankah itu tujuanmu?" telak, membuat Cynthia membatu. Bagaimana bisa wanita biasa seperti Dharra mendapatkan kepercayaan penuh dari orang paling berpengaruh di kota ini? Bahkan kekayaan ayahnya tidak mencapai 1 persen nya kekayaan oma Sekar.
"Jadi aku sarankan kamu lupakan aku. Lupakan masa lalu kita-"
"Bagaimana jika aku juga sedang mengandung anakmu?"
Ucapan Aji terpotong oleh pertanyaan sekaligus pernyataan. Bukannya terkejut, Aji malah tertawa nyaring. Tawa yang membuat bulu kuduk merinding.
"Kamu hamil? hahaha.... kamu hamil olehku atau oleh mahluk ghaib? karena sepertinya kehamilanmu tak kasat mata" Aji kembali tertawa sambil menatap perut ratanya Cynthia. Tawa itu terus menggema, membuat Cynthia tak tahu harus menyembunyikan dirinya dimana karena telah salah mengambil tindakan yang mengakibatkan mempermalukan dirinya sendiri.
Cynthia segera berlari keluar meninggalkan suara nyaring yang masih menggema saat dia menuruni tangga darurat untuk mengenyahkan rasa malunya.
"Sialan. Harusnya waktu itu aku tak menggugurkan kandunganku" gumaman kekesalan Cynthia menggema di tangga darurat.
__ADS_1
Aji tak bisa menghentikan tawanya karena kebodohan Cynthia.
"Dasar wanita bodoh" sarkasnya masih dengan tawa nyaringnya.
"Istriku...." tawa itu seketika berhenti kala kesadarannya kembali mengingat istri mungil nan bulat nya. Lalu segera berlari menerjang angin dan turun ke kantin.
Perasaannya mengatakan istri mungil nan bulatnya pasti tak bisa pergi jauh dari kantor untuk berburu makanan. Karena jam istirahat kantor hampir usai.
"Sialan" umpat Aji kala menyadari waktu istirahat hampir habis. Artinya quality time nya bersama sang istri bisa dipastikan tidak ada untuk siang ini.
Tak mungkin jika harus menunggu nanti malam. Apa lagi besok siang. Bisa berabe ni rudal kalo gak lepas landas.
Aji lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya.
"Mundurkan jadwal meeting siang ini 2 jam" send.
"Beres. Apa sih yang enggak buat kamu nak" Aji mengusap rudal skud nya sambil bersiul. Untung saja dia menggunakan lift khusus direktur. Jadi bisa dengan cepat melesat kebawah. Dia ingin segera menemukan istrinya.
Namun saat dia baru keluar dari lift, pemandangan yang menusuk mata dan hati itu membuat langkahnya segera ia pacu agar istrinya tak terjebak pesona lelaki lain.
Aji meraih lengan istrinya, namun istrinya segera berusaha melepaskan diri.
"Lepas-" kata katanya menggantung karena terkejut dengan penampakan sang suami yang tiba tiba berada disana.
Aji mengetatkan rahang mengetahui istrinya tengah berpelukan dengan lelaki lain. Meski ia tahu jika itu hanya insiden yang tak disengaja. Tetap saja tangan kekar itu menyentuh tubuh mungil istri tercintanya.
MAAP BARU BISA UP YA GAIS
ORDERAN EDITING LAGI MEMBLUDAK😵😵😵
TAPI TETEP DIUSAHAKAN UP TIAP HARI MESKI JADWALNYA GAK MENENTU.
TINGGALKAN JEJAK JANGAN LUPA
😉😘
__ADS_1