
Kota J merupakan kota yang panas dan tak nyaman untuk melakukan jalan jalan di siang hari. Untung saja hotel ini bersatu dengan Mall, sehingga Dharra memutuskan untuk sekedar berjalan jalan di Mall itu. Dia tiba tiba teringat dengan gadis kecilnya, Bintang.
Lagi lagi langkahnya menuntunnya pada area time zone. Aji sedikit menahan langkahnya kala mengetahui arah langkah istrinya menuju.
"Tenang aja, aku gak akan main dance kok. Kesian anak kita kalo aku bawa jingkrak jingkrak"
Tetap saja perasaan Aji masih sangsi. Apalagi kala Dharra menariknya ke area basket ball.
hhhh
"Gini nih, kalo ngasuh emak masa kecil kurang bahagia" batinnya.
Daaan lagi lagi Dharra merampok mesin pencetak tiket pada tiap mesin basket ball. Semuanya ada 4 mesin, dan keempat mesin itu berhasil Dharra bobol. Sehingga dia bisa menebus boneka jumbo teddy bear.
Dharra sangat senang dengan hadiahnya. Dia memeluk boneka itu erat seperti anak kecil yang baru dibelikan boneka oleh ayahnya. Sebelah tangannya menggenggam sebelah tangan Aji yang sebelah tangannya memegangi ice cream cone dan tengah dijilati Dharra.
"Kamu harus membayar jasaku nanti malam" Aji ikut memakan ice cream cone yang tengah di makan Dharra. Sehingga mereka terlihat seperti berciuman.
Untung saja mereka duduk di kursi yang jauh dari keramaian. Namun tetap saja tempat umum. Dan wajah Dharra kembali memerah.
Beginikah rasanya pacaran? batin Dharra.
"Terima kasih" ungkap Aji tiba tiba.
"Untuk?"
"Karena telah kembali padaku. Aku gak tahu akan seperti apa warna hidupku kalo gak ketemu kamu lagi"
__ADS_1
"Please..." Dharra menjawab namun kata katanya menggantung. Membuat Aji menaikan sebelah alisnya.
"Jangan disini. Banyak anak kecil" lanjut Dharra yang kemudian bangkit dan melangkah meninggalkan Aji yang terheran heran. Saat melihat tingkah jahil istrinya yang tersenyum sembari berlari kecil, barulah Aji tersadar dengan maksud sang istri. Dia lantas tersenyum dan mengejarnya.
"Anak nakal. Sini kamu. Minta diajarin lagi sama pak guru tua ya" langkah lebar Aji berhasil menangkap tubuh mungil Dharra yang memeluk boneka teddy yang bahkan ukurannya lebih lebar dari dirinya.
Dharra memekik kala merasakan tubuhnya melayang.
Aji menggendongnya ala bridal style, dan langsung membawanya masuk ke dalam lift untuk kembali ke kamar.
"Aji, turunin ih maluu" bisik Dharra di telinga Aji karena kikikan para penumpang lift.
"Kamu itu lagi hamil. Jangan sampe kecapean. Udah ya, diem. Nurut sama suami. Mana ada suami yang manjain istri kayak aku coba?" sindir Aji pada pasangan yang membiarkan sang perempuan membawa belanjaannya sendirian. Sedangkan si laki laki hanya sibuk bermain gadget.
Pasangan itu lantas melirik padanya yang dibalas tatapan tajam Aji. Dan si laki laki itupun mengambil alih belanjaan yang dibawa wanitanya dengan susah payah.
Si wanita pun melirik pada Dharra dan Aji, lalu tersenyum sambil menganggukkan kepala tanda berterimakasih. Dharra membalas anggukan dengan senyuman, namun Aji tak meliriknya sedikitpun. Tetap menampilkan wajah dingin.
"Aku hanya tersenyum untukmu, sayang" jawab Aji yang merubah tatapan dinginnya menjadi tatapan sendu. Lalu tersenyum.
Lagi lagi Dharra tersanjung dengan sikap Aji yang protektif dan penyayang padanya. Hanya padanya. Dharra bersyukur karena Aji menepati janjinya untuk berubah. Dan tak pernah tebar pesona lagi. Meski begitu, pesonanya sudah cukup membuatnya tersiksa.
Aji terus melangkah tegap sambil menggendong Dharra tanpa terlihat terbebani sedikitpun. Dharra terus menatap ekspresinya, lalu tangan nakalnya memainkan wajah Aji, menjawil kedua pipinya, memencet hidungnya hingga Aji kehabisan nafas dan menghembuskan nafas kasar melalui mulut karena kehabisan oksigen. Kedua sudut bibirnya ditarik paksa agar membentuk senyuman yang malah terlihat aneh, pipinya di apit oleh jempol dan keempat jari lain, sehingga membuat bibirnya maju kedepan. Dharra terkikik melihatnya, lalu mengecup sekilas bibirnya karena gemas. Tentu saja sebelumnya dia celingukan karena posisi mereka berada di koridor yang kosong tak ada satupun orang yang berlalu lalang.
Aji terdiam, hanya terdiam. Sesekali melirik padanya. Dharra tak tahu dibalik diamnya seorang Aji menyimpan dendam.
Aji berhasil membuka kunci pintu. Membukanya dan mendorong pintu ber cat putih itu dengan pinggulnya, lalu menutup dengan sebelah kakinya.
__ADS_1
Melangkah mantap menuju tempat tidur. Dharra yang melihat arah langkah Aji seketika mengeratkan pelukannya di leher Aji. Seolah tahu apa yang akan terjadi padanya.
"Gawat, dihukum pak tua lagi ini mah" batinnya.
Aji menarik paksa boneka beruang besar yang menjadi penghalang mereka berdua, lalu melemparnya ke sembarang arah. Menurunkan perlahan istri nakalnya di ranjang super besar yang empuk, namun tangan Dharra merangkulnya erat. Bahkan saat Aji hendak melepaskan rangkulannya, Dharra lebih mengeratkan lagi rangkulannya. Seringai jahat menghiasi wajah Aji.
"Gak mau lepas, semut kecil? baiklah, jika itu maumu"
Aji lantas mengulum dan melu*mat cuping telinga Dharra jingga Dharra reflek menghembuskan lenguhan. Lalu menyusuri leher putihnya, turun ke pundak, lalu menyibakkan kain di pundak.
Karena Dharra memakai blouse dengan sleting di belakang, Aji meraihnya dengan menyusuri punggung dengan sentuhan yang membuat gelenyar disekujur tubuh Dharra. Menariknya perlahan sehingga dengan leluasa blouse itu menjadi longgar dan memudahkannya untuk melepasnya.
Aji ingin mengulum bongkahan kembar yang sangat menggugah seleranya, namun karena dekapan erat Dharra membuatnya tak bisa bebas menikmati hidangan pembuka. Tak kehabisan akal, sebelah tangannya memilin cherry yang menggemaskan itu, dan sebelah tangannya lagi turun ke bawah, meraih lembah penelan kewarasan, membuat Dharra mende*sah dan menengadahkan kepalanya dan tubuhnya reflek meminta lebih sehingga rangkulannya melonggar.
Saat itulah Aji melancarkan pembalasan dendamnya.
Dia bangkit dan meninggalkannya sendiri di ranjang dalam kondisi terengah dan memohon.
Aji mengunci dirinya di kamar mandi dan berendam air dingin untuk meredakan panas tubuhnya yang sebenarnya sangat sangat menginginkannya. Namun dia ingin membuat Dharra memohon padanya. Semoga saja.
MAAF BARU SEMPET UP.
AKU BARU DITINGGAL MOMOI KUCINGKU. DARI PAGI MINTA DITEMENIN😢😢
TERIMA KASIH MOMOI SUDAH PERNAH HADIR DI HIDUP KAMI DAN MENEMANI HARI HARI KAMI SELAMA 3 TAHUN INI
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
JANGAN LUPA LIKE N COMMENT😢