
Aji terbangun karena terkejut. Dia benar benar terlelap. Tubuhnya terasa bugar setelah olah raga...
Olah raga? batinnya terhenyak. Matanya membulat. Kesadaran 100%.
Perlahan kepalanya memutar kesamping. Dia terkejut kala sosok yang membuatnya khilaf itu berbalik ke hadapannya. Senyuman itu..
"Kenapa dia senyum? apa dia menikmati khilafku semalam?" gumamnya lirih.
Aji ingin beranjak bangkit. Lagi lagi Dharra menahannya dengan menjadikan lengan Aji sebagai bantalnya. Dia membanting kepalanya pasrah. Lalu menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar, mengambil ancang ancang untuk membebaskan diri dari jeratan yang bisa membuatnya kembali terjerumus dalam kekhilafan yang ke dua. Karena semalam dia minta satu kali saja. Coba kalo bisa diulang. Pasti dia minta khilaf dua kali, tidak, tiga kali, ahh.... seandainya dia bisa memilikinya untuk selamanya.
Aji mengangkat perlahan kepala Dharra yang nyaman tidur dalam pelukannya. Menarik perlahan lengannya yang dijadikan bantalan.
grepp
Tangan Dharra mendarat di rudalnya. Menggosoknya perlahan. Seandainya ada jin di dalam sana pastilah sudah keluar. Namun ini sesuatu yang lain.
Monster Loch Ness itu kembali bangkit.
"Dharra.." Aji memanggilnya lirih, berharap Dharra membuka matanya. Persetan dengan ke salah pahaman. Persetan dengan anggapan bajingan yang dulu pernah disematkan padanya. Toh semalam dia sudah melakukan hal yang dituduhkan.
Dia memang bajingan.
"Engh... aku mau lagi sayang" suara parau itu terdengar menggugah selera. Dharra masih memejamkan matanya seraya tangan nakal itu tak mau diam.
Berputar putar, turun naik, maygat Aji benar benar disiksa.
"Dharra.. bangunlah.."
"Apa? ini hari libur kan?" Dharra berkata dengan malas dan perlahan. Seperti meresapi sesuatu.
Aji berkali kali menelan salivanya.
__ADS_1
"Dharra bangunlah... nanti suamimu keburu datang" suaranya serak.
"Suami? bukankah tadi malam dia datang?" suara seraknya naik ke rahangnya, tangannya berpindah ke dadanya. Memainkan tombol yang tersembunyi di balik kaos. Berputar putar disana.
Aji menghentikan gerakan tangan seduktifnya.
"Itu..itu... a aku harus pergi"
"Dan membiarkannya seperti ini?" karena tangan Dharra ditahan Aji, Dharra menggunakan lututnya untuk menyentuh sang pusaka.
"T tapi.. suamimu.. nanti aku dicincang sama suamimu.."
"Biarlah dia mencincang kita berdua.. suruh siapa dia pergi. Ayo berdo'a lagi. Minta khilaf yang ke dua"
"K kamu.. de..ngar? uhh..." Aji melenguh kala Dharra balik menaikinya dan meloloskan monster loch ness nya pada gua sempit. Kali ini Dharra tidak pura pura tidur. Dia ingin bermain dengan puas.
"Pergi? maksud mu.. dia tak akan kembali?"
Anggap saja dia yang di dzhalimi. Aji bangkit menjadi duduk. Meraup dan melahap gundukan extra nya. Tau Dharra gila seperti ini kenapa dulu dia tak mau dijamah olehnya? Sekarang malah balik Dharra yang menjamahnya.
"Kamu tak keberatan rumah tanggamu hancur?"
"Kenapa harus hancur? kita akan terus bertahan hingga akhir hayat hhh..." Aji semakin tidak mengerti. Apa Dharra berniat menjadikannya selingkuhan?
"Apa kau berniat menjadikanku selingkuhanmu?"
Dharra menghentikan tariannya.
"Apa kamu bisa menggunakan pusakamu selain padaku?" tanya Dharra tanpa menjawab pertanyaannya. Dan Aji terkejut dengan pertanyaannya yang memanglah benar adanya.
Dharra bangkit dan monster itu dibiarkan keluar dari sarang nyamannya. Membuat Aji gelagapan. Monsternya kedinginan kala melihat Dharra masuk ke kamar mandi dengan membawa ekspresi kesal. Mungkin karena hasratnya yang tanggung tertahan.
__ADS_1
Ya ampun, si monster juga lagi nanggung.
Aji lantas bangkit dan berlari menyusul Dharra ke kamar mandi. Biarlah seperti apa yang Dharra mau dulu. Yang penting monsternya tak kedinginan.
💦
💦
💦
Aji tiba di rumah oma membawa sejuta aduan.
Kenapa dia kecelakaan
Kenapa ketemu Dharra lagi
Kenapa kartunya di blokir
Kenapa warisannya jatuh pada Dharra
Kenapa dia tak bisa On pada wanita lain selain Dharra
Oma jengah dengan rengekannya. Persis seperti waktu dia diputusin Dharra saat SMA.
JEMPOL MANA JEMPOL
LANJUT BESOK YAK
LAGI ADA TAMU😉
HADIAHNYA DONG BIAR BESOK BISA NGASIH YANG PANJANG PANJANG😁
__ADS_1