My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Siapa Dia?


__ADS_3

Mobilitas pekerjaan mereka semakin hari semakin padat. 24 jam sehari seolah tak cukup untuk mengerjakan ini itu. Jika saja Bintang tak merengek minta perhatian, mereka mungkin melupakan anak itu. Bahkan Dharra sendiri melupakan kalau dia tengah mengandung dengan usia kandungan memasuki bulan ke 7.


Sampai saat ini Aji masih tak mengingat masa lalunya. Tak pernah sedikitpun kepalanya berdenyut. Dia benar benar melupakan orang orang di masa lalunya termasuk sanak saudara. Hanya Oma, Bintang dan Dharra sang istri lah yang dia ketahui yang dia miliki selama ini. Bahkan sekarang dia melupakan amnesianya.


"Sayang, kita kayaknya perlu sekertaris lagi deh. Pekerjaanku sudah tak tertangani dengan perut buncit kek gini"


Dharra merebahkan dirinya di sofa. Kakinya ia selonjorkan karena rasa pegal yang menumpuk pada betis mulusnya yang sedikit membengkak.


Aji medekati dan mendudukan diri di sofa itu. Meraih dan mengangkat kedua kaki Dharra yang terasa lelah. Memijatnya secara perlahan membuat Dharra merasa nyaman. Pijatan itu mengarah naik ke bagian bawah lutut terus menjalar ke paha dalam.


Rudal Aji sudah siap tempur. Saat istirahat makan siang adalah waktu mereka melepas penat sekaligus pakaian.


Semenjak jadwal pekerjaan mereka padat, mereka selalu menyempatkan quality time mereka saat istirahat makan siang. Mereka bahkan menolak meeting saat makan siang.


Oma bahkan tak melarang Aji menempatkan tempat tidur khusus istirahat mereka di bagian dalam ruangan kantor dengan sedikit menggeser meja dan sofa sehingga bisa membuat ruangan khusus dan dirancang kedap suara.


Aji memintanya karena saat pulang ke rumah, sudah dipastikan waktu mereka khususkan untuk memberi perhatian pada Bintang. Dan pasti kuantitas intim mereka akan banyak tersita.


Aji tak mengeluh karena Dharra bekerja dan memiliki waktu yang sedikit untuk keluarga mereka. Karena meskipun Dharra tak bekerja pun, Aji yang akan punya sedikit waktu untuk mereka.


Setidaknya dengan bekerja bersama sama, kuantitas kebersamaan mereka tak berkurang. Bahkan selalu bersama.


"Sayang.... kita belum pesan makanan.... engh..." Dharra menggeliat karena merasakan tangan nakal Aji mulai menembus kain segitiganya.


"Nanti saja... setelah aku makan kamu, dan kamu makan aku..."


Aji langsung membopong Dharra ke ruang istirahat dan membuat rudalnya bekerja keras.


Katanya biar adil😏


Satu jam terasa kurang bagi Aji. Biasanya dia akan menghabiskan beberapa ronde yang disambut antusias oleh Dharra. Namun mereka sadar kalau mereka sedang berada di kantor.

__ADS_1


Dharra menyelesaikan membersihkan diri setelah kembali digempur sang rudal di kamar mandi. Lalu memesan makan siang yang sudah terlambat.


"Sayang, bagaimana dengan sekertaris itu? apa kau mengijinkan kita menambah sekertaris?" tanya Dharra lagi sambil menyumpit makanan jepang yang baru datang.


"Tapi kita sudah punya sekertaris bukan?"


"Iya, itu untuk stay di kantor. Lah untuk yang selalu ikut langkah kamu yang lebar buat gentiin aku sampe habis masa cuti melahirkanku kan harus ada yang dampingin kamu"


"Emang kamu rela kalau aku didampingin sekertaris lain?" alisnya naik turun menggoda istrinya.


"Emang rudal kamu bisa on kalo sama cewek lain?"


Aji merengut mendengar sanggahan Dharra yang membuatnya minder.


cup


"Itu artinya, Tuhan dan anak kita melindungi kamu dari pelakor" Dharra mengecup bibirnya sekilas.


"Istri aku selalu berpikir cerdas" Aji kembali melum*at bibir sensual Dharra dan ingin kembali membuat rudalnya bekerja. Namun Dharra segera memundurkan tubuhnya, mengingat waktu istirahat sudah selesai 10 menit yang lalu.


Aji pasrah. Daripada week end nanti jatah tempurnya kena diskon.


Oma menyetujui ide Dharra. Dia memang khawatir dengan kondisi janin Dharra melihat kelincahan dan kegesitan wanita hamil itu.


Akhirnya perusahaan pun melakukan open recruitment khusus untuk laki laki dengan posisi sebagai sekertaris. Dharra turut menseleksi calon pegawai yang akan mendampingi suaminya selama tugas luar kantor. Sedangkan saat tak ada tugas ke luar, dia akan melakukan pekerjaan sebagai sekertaris biasa.


"Hmmm.... Mario Akbar... lulusan luar negri jurusan bisnis. Kenapa ngelamar jadi sekertaris? apa dia berniat menjadikannya batu loncatan? ganteng sih. Tapi enggak ah, takut khilaf"



Mario Akbar, BA

__ADS_1


HMM KALO OTHOR SIH PASTI KHILAF YA


Dharra memisahkan berkas data pelamar yang qualified dan non- qualified. Setelah itu mulai melakukan penseleksian secara interview. Dia tak berkata apapun, hanya ikut mendampingi bagian HRD melakukan tugasnya.


Beberapa orang yang di interview selalu melirik padanya, mencuri pandang, bahkan sesekali tersenyum manis.


Namun hanya satu orang yang bersikap dingin dan acuh.


Dharra bangkit dan meninggalkan ruangan, Menyerahkan tugas itu pada bagian yang seharusnya menangani.


Dharra kembali ke ruangannya karena sudah terlalu lama meninggalkan Aji sendirian. Selain itu, sudah waktunya makan siang. Waktunya makan memakan😏


Saat naik ke lantai dimana ruangan mereka berada, waktu sudah menunjukkan jam istirahat. Sekertaris yang bekerja di meja depan ruangan mereka sudah tak ada di tempat. Itu tandanya dia sedang berburu makan siang.


Namun ada suara seorang wanita dari dalam ruangan yang pintunya sedikit terbuka.


Dharra penasaran dengan suara itu. Tak biasanya Aji menerima tamu saat jam makan siang. Terlebih sang sekertaris sedang tidak ditempat.


Meski api cemburu sudah diubun ubun, namun Dharra berusaha menjaga kewarasannya.


Dia sedikit memepet pintu yang tak sepenuhnya tertutup itu.


"Kamu itu dibohongin sama dia. Surat nikah itu palsu. Kita sudah berhubungan lama sebelum kamu kenal dia. Kalian bahkan tidak langsung melakukan resepsi bukan? Oma yang merencanakan semua ini. Tolong percayalah. Kita sudah bertunangan. Tapi oma tidak menyetujui hubungan kita karena sudah dipengaruhi wanita itu. Oma yang mengurus surat pernikahan kalian. Kamu tahu kan oma orang yang berpengaruh di kota ini.


Please Rakha. Percayalah padaku. Lihat foto foto kita waktu kita pacaran selama dua tahun" wanita itu tampaknya menunjukan foto foto mereka yang ada di ponselnya.


"Tapi dia sedang mengandung anakku" suara Aji terdengar sedikit meragu.


"Dan kamu percaya? bagaimana jika itu adalah benih laki laki lain? Dia memanfaatkan amnesiamu untuk menjebakmu dengan kehamilannya. Tolonglah Rakha. Jangan telan bulat bulat omongannya. Aku tak bisa merelakan mu untuk wanita lain. Aku sudah berusaha melepasmu waktu tahu kamu akan melangsungkan resepsi kemarin. Tapi hatiku tak bisa membohongiku. Aku akan memperjuangkanmu. Aku akan memperjuangkan cinta kita. Demi masa lalu kita" suara wanita itu tercekat. Seperti menahan sesuatu yang akan keluar dari tenggorokannya.


"Lalu kenapa aku tak mengingatmu sedikitpun? sedangkan aku selalu melihat bayangannya dalam mimpiku. Bahkan sebelum kami bertemu kembali" pertanyaan Aji telak membuat wanita itu diam tak bergeming.

__ADS_1


HEI HEI SIAPA DIAAA.....


__ADS_2