
Dharra sudah diperbolehkan untuk pulang setelah beristirahat selama 6 jam.
Oma dan Bintang menyambutnya dengan antusias.
Ya, Bintang berhasil diselamatkan. Pasalnya orang orang oma dan kepolisian bekerjasama menyamar sebagai petugas kebersihan jalan, ataupun warga sekitar, bahkan menjadi salah satu pengajar di sekolah Bintang. Dan mereka sengaja membiarkannya membawa Bintang agar tahu lokasi persembunyiannya.
Dengan berbagai drama, Bintang berhasil diselamatkan. Namun Justin berhasil melarikan diri. Sedangkan kawanan yang lain berhasil ditangkap, dan hanya satu orang yang terkena luka tembakan peringatan saat hendak melarikan diri.
"Dede gemay dede gemay.. gemay.." Bintang terus menyenandungkan lagu ciptaannya sendiri sembari menimang nimang tangan adiknya yang menggenggam erat telunjuknya.
Dharra yang tengah menyusuinya tersenyum dan mengusap pucuk kepala Bintang dengan sayang.
"Mama.. mama.. kemaren ya, waktu Bintang dibawa kakek kakek, dikasih tahu kalo Bintang bukan anak papa. Katanya Bintang anak kakek itu"
Senyum di bibir Dharra pudar kala mendengar celotehan polos Bintang.
"Menurut Bintang?" tanya Dharra ingin mendengar pendapatnya. Dia bersiap akan segala kemungkinan.
"Bintang gak percaya" tukasnya tanpa ragu.
"Oh ya? kenapa gak percaya?" Dharra ingin memastikan sesuatu.
"Bintang kan udah punya papa. Trus sekarang punya mama sama dede Elang" jawabnya polos sambil memonyongkan bibirnya ke arah sang adik.
"Lagian masa udah aki aki punya anak segede Bintang hahaha... pantesnya juga kan jadi kakek nya Bintang haha.. tapi Bintang juga gak mau punya kakek kayak gitu. Serem" Bintang tertawa dan tergelak dengan penuturannya sendiri. Dharra terpana dengan kepintaran Bintang dalam berargumen. Anak sekecil ini sudah punya pendapatnya sendiri.
"Terus ma, kata kakek itu Bintang bukan anak kandung papa" tiba tiba tatapannya berubah menuntut.
Dharra tersenyum lembut sembari mengusap sayang kepalanya.
"Meskipun darah papa gak mengalir di dalam tubuh Bintang, papa tetaplah papa Bintang yang sudah mencintai dan merawat Bintang seperti anak kandungnya sendiri. Sama seperti mama yang baru ketemu Bintang terus Bintang panggil mama karena sekarang sudah menikah dengan papa. Dan mama sayang sama Bintang meskipun mama gak melahirkan Bintang kayak dede Elang" Dharra mengecup pipi gembul Bintang.
"Apa mama bakalan lebih sayang sama dede Elang karena udah punya anak kandung sendiri?" suaranya sedikit tercekat.
__ADS_1
"Mana mungkin mama seperti itu. Kamu sama dede Elang adalah sama sama anak mama. Kalian prioritas utama mama" Dharra menjawil dagu Bintang lalu kembali mengecup pipi gembul kanan dan kirinya.
"Papa gak diprioritasin nih?" Aji masuk ke kamar sambil bersungut.
"Uuutututu... dede gemay yang satu ini merajuk.." seru Dharra sembari merentangkan sebelah tangannya yang terbebas.
"Iiiiiii papa sirik aja. Minggir iii... Bintang lagi ngoblol sama mama" Nintang berusaha menyingkirkan sang papa yang menempel pada ibu sambungnya. Padahal sang papa tengah asik menikmati pemandangan bukit yang menyejukan mata.
"Eeeee... papa juga kan bayi mama. Bayi gede" kepalanya menopang pada pundak Dharra dari arah belakang. Jakunnya naik turun kala pemandangan itu membangkitkan sang monster.
"Berapa lama?" tanya Aji dengan suara serak dan menghiba.
Dharra mengusap lembut pipinya sembari sedikit menoleh padanya.
"Sebulan lagi, sayang" Dharra mendekatkan pipinya ke bibir Aji yang langsung dikecupnya.
"Papa iiii kecap kecup mama aja. Sannaaa...." Bintang berusaha menyingkirkan tubuh besar sang papa dengan sekuat tenaga.
"Yaudah papa kecup Bintang aja" Aji lantas menangkap dan mengecupi pipi gembul Bintang yang dibalas kikikan Bintang yang kegelian karena ulah bulu halus di rahangnya.
tok
tok
Aji bangkit dan membuka pintu setelah berpamitan pada ketiga orang kesayangannya. "Ada apa dia kesini?" batinnya.
Aji lantas menuruni tangga dan mendapati Mario dengan tumpukan berkas di meja.
"Maaf bos. Ada yang harus segera ditanda tangani. Dan ada klien yang memajuka jadwal meetingnya malam ini. Karena mendadak besok pagi dia harus kembali ke kotanya" Mario mengikuti langkah Aji ke arah ruang kerja membawa tumpukan file dengan sedikit susah payah.
Untung saja gajinya dinaikkan sehingga dia tak pernah mengeluh sedikitpun.
"Dimana?" Aji membuka satu per satu file dan mempelajarinya dengan cepat sebelum menandatanganinya.
__ADS_1
"Restoran Hotel Grand A" jawabnya singkat sembari memberikan satu per satu berkas yang harus ditandatangani.
"Jam berapa?"
"Jam 8 malam, bos"
"Ck.." Aji mendecak kesal. Kenapa harus malam malam. Sudah dipastikan dia akan pulang larut. Dan dia tak suka meninggalkan keluarganya pada malam hari.
"Dan besok pagi kita ada meeting di JWM"
"Saya kan masih cuti melahirkan. Gak bisa ya ditunda sampai masa cutiku habis?" tukas Aji dengan kesal.
"eeeeeeee......" Mario tak bisa berkata kata lagi. Yang melahirkan istrinya, kenapa yang cuti lakiknya? batin Mario.
Tak menggubris gerutuan bos nya, Mario tetap menyampaikan jadwal pekerjaan yang menumpuk. Dia tak peduli meski wajah sang bos sudah tertekuk.
Dengan sangat terpaksa Aji berpamitan pada istrinya. Dia ingin selalu berada disisi sang istri pada saat seperti ini. Menikmati peran barunya sebagai ayah.
"Jangan pulang terlalu larut. Ingat kesehatan. Bahas yang penting saja" pesan Dharra sembari merapikan mantel pada tubuh kekar suaminya. Lalu melingkarkan kedua tangannya pada pinggang sang suami dan meminta kecupan.
Aji mengecup bibir dan keningnya.
"Kalau boleh memilih, aku lebih baik meeting via video conference. Aku tak akan lama, sayang. Aku juga malas berbasa basi. Aku pergi dulu. Sampaikan salamku pada jagoanku" Aji memeluk erat dan mengecup keningnya lagi.
Dharra melihat kepergiannya dari jendela kamar. Baru beberapa menit saja rasanya sudah rindu. Ada rasa kehilangan.
Malam semakin larut. Namun tak ada tanda tanda suaminya pulang.
Dharra menunggunya sedari tadi. Dia tak bisa tidur kala sang suami tak kunjung pulang. Padahal waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam.
Berkali kali dia mencoba menghubungi. Namun ponselnya tak aktif. Pun dengan Mario. Keduanya tak bisa dihubungi.
Dharra semakin cemas. Perasaannya tak karuan.
__ADS_1
"Kamu kemana?"
HARI SENIN WAKTUNYA NGE VOTE🤗