My Ex- Is My Neighbour

My Ex- Is My Neighbour
Manusia Jadi-Jadian


__ADS_3

Aji tengah memberi arahan pada teknisi listrik. Lengan kemeja nya ia gulung hingga siku demi membantu sang teknisi, karena yang ahli di bidangnya sedang tidak ditempat. Ada masalah dengan sambungan kabel pada audio sehingga lagu latar terdengar tersendat sendat.


"Sudah kubilang, amankan dari pengunjung. Matikan power nya dulu. Cabut cabut.."


"Kalo dicabut gak enak dong shay..." suara mendes*ah milik Marvin tepat berada di telinga Aji, membuatnya sontak berteriak dan menjauh.


Namun nahas, kakinya tersandung kabel yang melintang, membuatnya terjatuh dan kepalanya membentur lantai cukup keras. Aji pun seketika pingsan.


Para kru event menggotongnya ke ruang istirahat.


Marvin panik dan menawarkan diri untuk mengurus dan menunggui Aji hingga sadar. Karena tak tampak ada pendarahan, maka mereka mengurungkan niat untuk membawanya ke rumah sakit.


Bermodalkan sapu tangan dan minyak kayu putih, Marvin menyeka keringat yang muncul di dahi Aji. Botol kayu putih itu ia dekatkan ke hidung untuk memancing kesadarannya.


"Adududuuuh... babang ganteng jangan bikin eyke kuatir doong... belum juga di apapain... ni body isinya apaan yak, kenceng ginih.. uhh jadi pen usap usap tak bawa pulang cyynn..." Marvin menyeka keringat di dahi, lalu memijat lengan kekar nya, tapi kemudian tangan nakal itu berpindah pada paha berotot milik Aji yang membuat Marvin gemas dan menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"enghh.. sayang..." perlahan kesadaran Aji kembali. Kepalanya terasa pusing.


"Sayang.. Dharra.."


"Iya shayang.. eyke disiniih.. mana yang sakit? coba eyke cek" Marvin lantas mendaratkan telinganya di dada bidang Aji yang kemudian merasa nyaman lalu tangannya mengusap dada hingga perut membuatnya gemas ingin...


"Waaaaaaaa... ngapain kamu? sana pergi.. pergi jauh jauh.. syuhh syuhh... sanaaa" Aji berteriak kala kesadarannya sudah penuh dan terkejut kala mendapati orang yang menggerayanginya adalah manusia jadi jadian.


Teriakannya mengundang orang orang yang ada diluar ruangan menghampiri dan menyaksikan aksi kejar kejaran dan raungan ketakutan Aji dibarengi dengan pelemparan berbagai benda yang ada di dekat Aji ke arah Marvin yang terus mencoba mendekat dan menenangkan.


Aji memeluknya erat. Menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Dharra. Tubuhnya bergetar menahan rasa takut.


Dharra merasa iba dengan ketakutan akibat trauma masa lalu Aji yang belum sempat ia cari tahu.


" Marvin stop. Kamu jauh jauh dari suami aku, oke"

__ADS_1


"Tapi dia sakit nek. Sini say, eyke obatin"


"Stop Marvin. Udah ada aku. Kamu sana jangan deket deket suami aku. Aku bisa cemburu tau"


"Ck.. yey ga usah kuatir nek. Eyke ga akan bisa hamil kok. Bang ganteng, kalo bini yey ada jadwal merah, yey bisa sama eyke ya nek. Bebas eyke mah kapan aja hayyu"


"Kamu gila ya Vin. Ngajakin suamiku selingkuh. Awas kamu ya berani deketin suamiku, kupotong titid mu"


"Aww.. ngomongnya bikin ngilu" Marvin meringis dan menutup area bawahnya kala mendengar ancaman Dharra.


"Ayo, sayang. Kita pulang" bujuk Dharra lembut. Aji masih menyembunyikan kepalanya dan merangkulnya erat. Namun langkahnya ia seret mengikuti langkah Dharra.


"Cyyn.. eyke ikuut..." kala Marvin mendekat, Dharra memelototinya dan memberikan kode memotong menggunakan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya. Membuat Marvin mengurungkan niatnya untuk mengikuti mereka.


AYOK SIAPA YANG MAU DIIKUTIN NENG MAR😅

__ADS_1


__ADS_2