My Teacher My Mate

My Teacher My Mate
Trik Nisa


__ADS_3

“Mama, Wahdah mau nginap di rumah kak Nisa dan om Ayyas. Boleh kan?” Ia memasang muka memelas.


“Besok pagi sebelum jam sekolah, saya antar Wahdah pulang Bu.” Pak Ayyas meyakinkan.


“Ya sudah, Wahdah boleh nginap. Tapi ingat, jangan nakal ya!”


“Iya Ma,” ucap Wahdah kegirangan.


Setelah menasehati putri bungsunya, bu Arni langsung pamit pulang ke rumah.


Nisa dan pak Ayyas juga pamit pulang. Selang beberapa menit, mereka tiba di rumah. Karena malam ini malam Jumat, keduanya membaca surah Al-Kahfi bersama sebelum tidur.


Wahdah yang belum bisa baca Qur’an malah ketiduran mendengar lantunan merdu surah Al-Kahfi pak Ayyas.


“Aku mau kita punya banyak anak nanti,” ucap pak Ayyas spontan saat memandangi Wahdah terlelap.


“Kita?” tanya Nisa dengan suara agak lantang. Memastikan pak Ayyas tidak salah ucap.


“Jangan ribut! Nanti Wahdah bangun,” ujar pak Ayyas guna mengalihkan pembicaraan.


Setelah itu, ia meletakkan Al-Qur’an yang baru saja dibacanya. Kemudian kembali menaiki tempat tidur, mengibaskan seprei sebanyak tiga kali lalu tidur di samping Wahdah.


Kali ini Nisa tidak mematikan lampu lantaran Wahdah takut tidur jika lampunya dimatikan.


Besoknya.

__ADS_1


Di pagi hari, pak Ayyas dan Nisa cepat-cepat memulangkan Wahdah ke rumah terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.


Di sekolah.


Seperti biasa, siswa mengikuti apel pagi. Kali ini ada tiga piala berdiri kokoh di samping mimbar pembina apel. Tampak juga pengawas sekolah menyaksikan kelangsungan apel pagi di sekolah Nisa.


Setelah pembina apel menyampaikan pidatonya, pak Anwar memanggil Ridwan, Nisa, dan Saleha maju ke depan untuk mengambil piala dan sertifikat lombanya.


Nisa dan Saleha berjalan agak menunduk, ratusan mata yang memandang membuat mereka sedikit gugup.


Suara tepuk tangan menggema pagi itu. Karena prestasi mereka bertiga, akreditasi sekolah menjadi semakin meningkat.


Setelah sesi pembagian piala tersebut, apel pagi dibubarkan. Siswa kembali ke kelas masing-masing untuk belajar.


Bell pulang berbunyi.


“Wizzz, followers kamu bertambah Sa. Tapi sepertinya banyak yang kamu follback juga,” ucap Dania.


“Memangnya kenapa kalau banyak yang saya follback Dan?” tanya Nisa yang tidak mengerti dengan pola pikir Dania.


“Kamu kan idola sekolah Sa, wajar saja banyak yang follow. Kamu tidak perlu follback mereka. Apalagi kalau followersnya sedikit, iyyuhh.”


“Saya follback yang lain bukan berdasarkan jumlah followersnya Dan. Selama saya kenal mereka, saya akan follback.” Intonasi Nisa begitu lembut, tapi berhasil menyadarkan Dania dari sifat angkuhnya.


“Si Bear kok belum pulang ya?” tanya Nisa dalam hati tatkala melihat mobil pak Ayyas masih berjejer rapi di parkiran sekolah.

__ADS_1


“Tidak perlu kePDan! Hari ini saya berbaik hati untuk menunggumu karena rasa terima kasih telah membantu meningkatkan akreditasi sekolah dengan prestasimu,” ucap pak Ayyas pada Nisa yang baru saja memasuki mobilnya.


“Akhir-akhir ini si Bear kok baik banget ya?” lamun Nisa.


“Nanti malam kita makan malam di luar ya.” Ucapan pak Ayyas itu menyadarkan Nisa dari lamunannya.


Nisa menatap aneh ke arah sang penutur. “Saya mau traktir kamu karena kamu juara 1 lomba menulis novel.”


“Tidak usah repot-repot, Pak. Lagian saya malas makan di luar.”


“Kalau begitu kita bungkus saja. Makannya di rumah.”


“Okay.”


Selang beberapa menit, Nisa meminta pak Ayyas berhenti di depan rumah makan Sabana.


“Saya mau pesan nasi ayam dan es campur. Kalau Bapak mau makan apa?” tanyanya saat turun dari mobil.


“Seragamkan saja!”


Nisa lalu memesannya, hanya beberapa menit pesanan mereka sudah siap. Segera pak Ayyas membayarnya.


Sesampainya di rumah, Nisa lalu meletakkan makanan tadi di meja makan. Tak lupa ia memotret makanan yang sudah disusun rapi itu.


“Pak Ayyas so sweet banget tau Jul. Ditraktir karena menang lomba. Jadi makin cinta aku tuh,” ketik Nisa pada foto tersebut.

__ADS_1


Dikirimnya ke kontak WA yang ia namai Singa Betina. Sementara kontak Juliana di gawai nya bernama Dudette bukan Singa Betina seperti yang ia labelkan.


*Jangan lupa tinggalkan jejak kakak


__ADS_2