My Teacher My Mate

My Teacher My Mate
Eps 97


__ADS_3

“Ada apa sih honey? Perasaan dari tadi kamu senyum-senyum terus? Ada yang aneh ya dengan penampilanku?”


“Nope, I just happy coz you felt happy for being the winner di lomba debat tadi. Suami tuh memang begitu sayang, selalu bahagia kalau istrinya juga bahagia. Wizzz, keren kan? Puji dong!”


“Ha ha ha beruang kutub yang sangat jelek. Dengan ini saya nyatakan, you are the best husband ever. Uwekk, uwekk.” Nisa tiba-tiba mual, bahkan agak lama.


“Kita ke dokter yuk! Dari tadi loh ini kamu mual terus.”


“Tidak usah honey, paling juga cuman kecape’an karena seharian ikut lomba debat tadi. Ditambah lagi saya dan Juliana bergadang tadi malam, bangunnya subuh. Jadinya tidak enak badan gini. Kayaknya masuk angin deh.”


“Masuk angin ya. Ehmmm, haid lancar nggak?”


“Nope, bulan ini belum haid. Padahal seharusnya sih sudah haid, karena bulan lalu belum.”


“Yes, kita ke dokter kandungan saja. Sudah dari tadi kamu mualnya. Besar kemungkinan kamu hamil sayang. Sekalian juga temani saya beli obat flu di apotek.”


“Hamil? Entahlah, kita coba saja ke dokter. Tapi jangan berharap lebih yah honey. Jangan sampai kan memang cuman masuk angin.”


“Ok sayang.” Pak Ayyas begitu antusias.

__ADS_1


***


“Sudah tepat Anda membawa istri Anda ke sini. Test kehamilan itu kalau hasilnya positif, pasti hamil. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kalau hasilnya negatif berarti tidak hamil. Makanya, untuk memastikannya sebaiknya memang dilakukan pemeriksaan USG kalau sudah terlambat haid selama dua pekan. Selain untuk mengetahui status kehamilan, juga untuk mengetahui kehamilannya normal atau patologis. Bisa juga untuk mengetahui apakah ada kelainan seperti myoma atau kista,” ucap dr. Melsa.


Sang dokter mulai melakukan pemeriksaan kehamilan USG 3D ke Nisa. Ia meminta Nisa untuk berbaring. Segera ia mengoleskan gel di perut Nisa. Transduser ia tempel dan putar di atasnya. setelah itu, dr. Melsa meminta Nisa untuk duduk kembali.


“Hasil pemeriksaan menunjukkan Anda positif hamil.”


“Alhamdulillah, kamu beneran hamil sayang.” Rona kebahagiaan tergambar jelas di wajah pak Ayyas.


Hamil, aksara paling indah yang memang sudah lama dinantikan oleh keluarganya. Terlebih pak Ayyas sendiri, lelaki yang usianya tidak tergolong muda lagi. Ada kebanggaan tersendiri di hatinya atas kehamilan istrinya. Ia merasa telah menjadi lelaki sejati di usianya yang sudah kepala tiga ini.


“In Syaa Allah bisa dok. Terima kasih banyak dok,” ucap Nisa.


"Iya, sama-sama."


Mereka kemudian melangkah keluar. Melajukan mobil ke apotek untuk membeli obat flu. Iren dan Mirna juga sedang berada di apotek yang sama. Anehnya, di tangan Iren terdapat test pack.


“Iren kenapa kamu beli test pack?” Pak Ayyas merasa curiga dengan tingkah Iren.

__ADS_1


“Ibu saya mual-mual pak. Sudah lama juga tidak menstruasi. Makanya saya dan kak Mirna ke sini untuk membelikannya test pack.”


“Jadi ini yang namanya Iren. Cantik, perlu diwaspadai ini. Bisa saja kan dia baik ke suami saya karena ada motif tertentu. Ditambah lagi dia adeknya Mirna yang kelakuannya astaghfirullah. Semoga saja sikapnya tidak melenceng seperti kakaknya,” batin Nisa.


Mirna mencoba menggoda pak Ayyas lagi, persis seperti yang dilakukannya tadi siang di kampus. Tapi tetap tidak berhasil. Respon pak Ayyas tetap sama. Tidak tertarik pada Mirna yang sebenarnya jauh lebih cantik dari istrinya.


“Teguh pendirian juga nih suaminya Nisa. Baru juga dua kali, lama-lama pasti akan luluh.” Mirna bermonolog dalam hati.


***


“What? Ini kan positif Ren. Gaya pacaranmu keterlaluan sekali.” Mirna benar-benar murka melihat hasil test pack adiknya.


“Maaf kak, Iren khilaf. Jangan bilang-bilang mama dan papa ya kak. Iren takut.” Iren menangis sejadi-jadinya.


“Hanya ada satu solusi untuk masalah ini. Kamu harus melakukan aborsi. Atau tidak, kamu akan ketahuan papa dan mama.”


“Iren tidak mau kak. Aborsi terlalu berbahaya bagi kesehatan. Lebih baik Iren melahirkan daripada harus aborsi.”


Mereka berdua terus berbincang mencari solusi untuk masalah Iren tanpa melibatkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


*Jangan lupa tinggalkan jejak kakak


__ADS_2