
“Mengajari Nisa cara menjadi istri yang baik.”
“Cieee yang merasa sudah senior,” ledek kak Rahman.
“Kakak tuh ya, datang-datang langsung menganggu.” Yuyun merasa kesal seketika karena ulah suaminya.
Hidangan untuk sarapan telah siap, mereka kini sarapan bersama. Alhamdulillah nenek sudah sehat, pak Ayyas juga harus ngajar di sekolah.
Jadi pak Ayyas dan Nisa memutuskan untuk kembali ke Pare siang nanti.
“Kalau ke sini lagi, istrimu sudah harus berbadan dua ya Yas.” Nenek mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh.
Pak Ayyas hanya menanggapi ucapan nenek dengan tersenyum.
“Serunya,” ucap Nisa saat melihat pesepeda di tepi jalan.
“Lain kali sepedaan yuk pak!” ajak Nisa.
“I can’t ride a bike.”
“Hah? Serius Pak?” tanya Nisa tak percaya.
“Dua rius malah.”
“Kenapa nggak bilang dari dulu, Pak?” Nisa menepuk jidatnya.
“Saya malu Nisa. Kamu pasti akan meledek saya.”
“Bapak suudzon muluk sih. Mulai besok saya akan mengajari Bapak.”
“Saya tidak mau belajar. Saya malu kalau dilihat tetangga. Apa kata tetangga kalau melihat saya baru belajar?”
“Belajar subuh pak supaya tidak dilihat orang. Lagian ngapain malu sih? Peduli banget gitu sama ucapan orang. Terkadang mendengarkan ucapan orang lain memang penting pak. Tapi kalau ucapannya tidak membangun, jangan didengarkan. Untung nggak, rugi iya.”
__ADS_1
“Baiklah, saya mau belajar.”
“Nah, gitu dong! Biar kita bisa balapan kalau bapak sudah pintar nanti.”
“Jangankan balapan, membonceng kamu pun saya bersedia.”
“Alhamdulillah sudah sampai,” ucap Nisa cepat. Ia tak memberi pak Ayyas celah untuk melanjutkan rayuannya.
“Malam ini kita makan mie instan saja yah pak. Kepala saya agak pusing, efek tidak minum anti mabok tadi. Gini nih kalau mabuk darat,” ucap Nisa sembari membuka pintu rumah.
“Iya, saya mengerti kok. Sudah lama juga kan kita tidak makan mie. Khusus malam ini, biar saya yang masak mienya.”
“Suamiku ini so sweet sekali rupanya,” puji Nisa.
“Iya dong sayang.”
“Jangan keseringan panggil sayang Pak! Nanti bapak kebiasaan, bisa-bisa keceplosan di sekolah. Kan berabe kalau ketahuan.”
Setelah berkata seperti itu, pak Ayyas cepat-cepat ke kamar mandi. Ia terburu-buru karena waktu shalat magrib sebentar lagi tiba. Kembalinya dari mesjid, pak Ayyas mendapati Nisa tengah terlelap.
“Kasihan, karena mabuk darat ia jadi tidak bisa tidur di mobil.” Pak Ayyas membatin prihatin melihat istrinya. Ia kemudian ke dapur untuk memasak mie.
“Nisa bangun! Mienya sudah siap. Kalau kamu tidak makan, tengah malam nanti kamu bisa kelaparan loh.”
Nisa sebenarnya enggan untuk bangun, tapi benar kata pak Ayyas. Kalau ia tidak makan sekarang, ia bisa kelaparan tengah malam nanti.
Dengan kepala yang masih terasa begitu berat, Nisa ikut ke ruang makan bersama pak Ayyas. Setelah makan mereka kembali ke kamar.
“Kenapa lampunya tidak dimatikan?” tanya pak Ayyas pada Nisa.
“Bapak sudah mengantuk ya?” tanya Nisa balik.
“Belum, kenapa memangnya?”
__ADS_1
“Saya juga belum mengantuk Pak."
“Kita nonton saja, lama-lama pasti ketiduran.”
“Ide bagus Pak, kita nonton Amanah Wali 5 saja.”
Amanah Wali 5 tayang larut malam di RCTI. Karena belum tayang, Nisa lebih memilih membuka youtube untuk menontonnya. Ketimbang menungguinya tayang di TV.
Nisa sangat suka menonton acara TV tersebut. Perpaduan antara jokes, cinta, preman taubat, disuguhkan dengan begitu menarik dalam satu sinetron.
“Kenapa guling pembatasnya kamu pindahkan? Kamu tidak takut kejadian kemarin terulang?”
“Mulai malam ini kita adalah bed friend.” Nisa
mulai menjalankan nasehat kak Yuyun.
“Berarti kita sudah bisa begitu dong?” tanya pak Ayyas kegirangan.
“Tidak bisa Pak. Saya masih sekolah. Tidak boleh hamil dulu.”
“Pakai KB saja biar tidak hamil!” bujuk pak Ayyas.
“Katanya kalau pakai KB, menstruasi jadi tidak lancar.”
“Mama dari dulu pakai KB susuk. Menstruasinya lancar kok.”
“Maaf yah Pak, sebenarnya saya takut. Kalau bapak mau peluk, silakan. Tapi kalau yang itu, saya belum bisa Pak. Maaf.”
“Baiklah, saya tidak akan memaksa kamu untuk melakukannya sekarang. Tapi setelah lulus nanti, kamu harus sudah siap untuk itu.”
“In Syaa Allah Pak.”
*Jangan lupa tinggalkan jejak kakak
__ADS_1