My Teacher My Mate

My Teacher My Mate
Eps 84


__ADS_3

Pertandingan sudah mau dimulai, tapi tiba-tiba saja pulpen Juliana tintanya macet. Jadi ia memutuskan untuk meminjam pulpen Nisa.


Juliana melihat ada Pak Ayyas dan guru yang lain juga di situ. Ia kesal sekali melihat Pak Ayyas setelah mendengar curhatan Nisa tadi.


“Nisa, pinjam pulpen dong.” Nisa langsung membuka tasnya untuk mengambil pulpen.


“Ini,” ucap Nisa sembari menyodorkan pulpen couple yang ia beli sepasang untuknya dan Pak Ayyas pekan lalu.


“Saya yakin, selain cantik pulpen ini tintanya juga pasti bagus sekali Sa.”


“Sudah pasti Jul. Pulpen lain mah tidak ada apa-apanya jika dibandingkan pulpen ini. Pulpen yang lain cocoknya dibuang ke laut aja.” Nisa meladeni sindiran Juliana.


“Yakin nih pulpennya tidak bikin gatal-gatal setelah dipakai?”


“Yakin dong Jul. Kamu pikir ini ulat bulu apa. Yang efeknya bisa bikin gatal-gatal setelah disentuh.”


“Ha ha, canda ulat bulu.”


Sindiran mereka ngena di hati Bu Susan dan Pak Ayyas.


Pertandingan scrabble pun dimulai. Hingga tersisa empat orang pemain di babak final. Ada Nisa, Syam, Zhofi, dan Rosa yang tengah duduk di depan papan scrabble. Syam duduk berhadapan dengan Nisa, sementara Rosa duduk berhadapan dengan Zhofi.


“Kamu bisa dapat peringkat pertama di sekolah ini. Tapi untuk lomba scrabble ini saya yang akan jadi pemenangnya,” ucap Syam pada Nisa. Ia lalu tersenyum setelahnya.


“Hadeh, yang pengen kelihatan punya power di hadapan Nisa.” Juliana mengeluhkan sikap Syam.


“Harus dong Jul. Laki-laki itu harus terlihat hebat di hadapan perempuan yang disuka jika mau mendapatkan hatinya,” balas Syam tanpa malu-malu.


“Tidak harus kelihatan hebat untuk mendapatkan hati perempuan Syam. Perempuan lebih suka lelaki yang bertanggungjawab, bersikap dewasa, dan tentunya selalu setia pada pasangannya.”


Juliana sengaja membesarkan suaranya supaya didengar oleh Pak Ayyas.


“Sudah bisa dimulai?” tanya Zhofi sebagai pemain pertama.


“Iya, silakan.”

__ADS_1


Mereka berempat mulai bermain scrabble. Dan hasil akhir menunjukkan Syam sebagai pemenang pertama. Disusul oleh Nisa, Rosa, dan Zhofi.


Setelah perhitungan score tadi, Juliana langsung ke mushallah untuk mengikuti lomba baca Qur’an. Di sana sudah ada Lisna yang menunggunya.


“Kamu ada kegiatan apa Sa?” tanya Syam.


“Tidak ada, ini mau pulang. Ada apa ya Syam?”


“Ke mushallah yuk, lihat Lisna dan Juliana.”


“Ehmmm. Okay,” ucap Nisa setelah berpikir agak lama.


Nisa sebenarnya tidak ingin ke mushallah, karena ada Pak Ayyas di sana. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak bertemu dengan Pak Ayyas, kecuali itu urgent. Tapi karena tidak enak menolak ajakan Syam, jadi dia ikut saja ke mushallah.


Juliana sebagai penampil pertama. Syam dan Nisa melangkah cepat ke mushallah agar tidak ketinggalan melihat Juliana dan Lisna tampil.


Ridwan sebagai panitia sekaligus peserta lomba juga sudah ada di mushallah. Ia terbakar cemburu melihat Syam dan Nisa datang bersamaan. Begitupula dengan Pak Ayyas yang duduk tepat di samping Ridwan.


Juliana dan Lisna tampil dengan sangat baik. Hal itu membuat peserta lain terpukau, termasuk Ridwan.


“Juliana ok juga, selain sholehah dia juga cerdas. Seru nih kayaknya kalau sama dia, multi talent gitu. Daripada ngejar-ngejar Nisa, ribet dan banyak saingan. Tak ada rotan akar pun jadi,” batin Syam.


“Nope. Suara kamu bagus sekali Jul,” puji Nisa.


Lisna, Juliana, dan Nisa lalu berdiri. Bersiap-siap untuk pulang.


“Mau kemana guys?” cegah Syam. “Pulang,” balas Nisa, Lisna, dan Juliana bersamaan.


“Kita lihat Ridwan tampil dulu dong. Nanti saja pulangnya,” bujuk Syam.


“Masalahnya Ridwan itu penampil terakhir. Kalau kita tunggu dia, pulangnya sore. Sudah tidak ada angkot Syam.”


“Kamu tenang saja Jul, biar saya yang antar kalian pulang. You too Lis, biarkan saja tante pulang duluan. Nanti kita pulang bareng.”


Mereka kembali duduk, barulah memutuskan untuk pulang setelah Ridwan tampil. Pak Ayyas merasa semakin cemburu melihat Nisa pulang bersama Syam.

__ADS_1


Hari berikutnya penilaian kelas terfavorit oleh mahasiswa KKN. Mereka mulai memeriksa satu per satu kelas untuk dinilai.


Setelah itu, mereka kembali ke depan kantor untuk memperlihatkan nilai masing-masing kelas kepada panitia porseni. Panitia porseni langsung mengakumulasi semua nilai lomba.


Keesokan harinya, dilaksanakan penutupan porseni. Setelah penutupan selesai, panitia menyebutkan nama pemenang dari setiap lomba yang diadakan.


“Lomba scrabble, juara harapan 1 jatuh kepada Zhofi perwakilan dari kelas XII IPS 2. Juara 3 jatuh kepada Rosa, perwakilan dari kelas XII IPS 1. Juara 2 jatuh kepada Nisa, perwakilan dari kelas XII IPA 1. Dan juara 1 diraih oleh Syam, perwakilan dari kelas XII IPS 3.”


“Ternyata Syam tidak hanya cool, tapi juga cerdas. Sudah bisa masuk kriteria Nisa tuh,” ucap Zulfitri.


Sahabat Nisa yang lain ikut menggoda Nisa. Tapi Nisa menanggapinya seadanya. Saat ini, ia sedang tidak mencintai siapa-siapa, termasuk Syam yang begitu perhatian padanya. Perasaan sakit hatinya karena ucapan Pak Ayyas membuatnya takut untuk jatuh cinta lagi.


Baginya jatuh cinta pada orang yang baru sama saja dengan memberi peluang kepada orang baru itu untuk menyakiti perasaannya seperti yang Pak Ayyas lakukan.


“Lomba baca Qur’an beserta terjemahannya, juara harapan 1 jatuh kepada Jumia dan Hera Pasera perwakilan dari kelas XI IPS 3. Juara 3 jatuh kepada Suriati dan Sakarina, perwakilan dari kelas X IPA 1. Juara 2 jatuh kepada Juliana dan Lisna, perwakilan dari kelas XII IPA 1. Dan juara 1 diraih oleh Ridwan dan Alfiani, perwakilan dari kelas XII IPS 3.”


“Jadi gimana Sa, mau pilih Syam atau Ridwan? Soalnya dua-duanya pada keren tuh,” ucap Aida.


“Saya dukung Syam,” sahut Juliana.


“Saya juga,” ucap Zulfitri dan Dania secara bersamaan.


“Kalau kita sih dukung Syam,” ucap Fina melirik ke arah Saleha dan Aida.


“Kalian ini ada-ada saja.” Nisa menepuk jidatnya.


“Berikutnya, kelas terfavorit. Juara harapan 1 jatuh kepada kelas XII IPS 1. Juara 3 jatuh kepada kelas XII IPA 1. Juara 2 jatuh kepada kelas XII IPA 2. Dan juara 1 diraih oleh kelas XII IPA 3.”


Begitu seterusnya hingga semua lomba selesai disebutkan.


“Para pemenang diharapkan maju ke depan untuk mengambil hadiahnya. Untuk lomba kelas terfavorit diwakili oleh ketu kelas,” lanjut panitia tadi.


Para pemenang lalu maju ke depan. Kepala sekolah juga maju untuk memberikan hadiah kepada mereka.


“Kita beralih ke juara umum. Juara harapan 1 jatuh kepada kelas XI IPS 3. Juara 3 jatuh kepada kelas X IPA 1. Juara 2 jatuh kepada kelas XII IPS 1. Dan juara 1 diraih oleh kelas XII IPA 1.”

__ADS_1


Kebahagiaan terpancar jelas di wajah Pak Syamsul Ali saat mengetahui anak walinya mendapat juara 1 umum. Ia langsung berterima kasih kepada anak walinya di grup.


*Jangan lupa tinggalkan jejak kakak


__ADS_2