My Teacher My Mate

My Teacher My Mate
Eps 96


__ADS_3

“Hari ini hari terakhir mendaftar lomba debat ya. Kalau masih ada yang mau daftar hubungi saja nomor saya!”


Pak Dani kemudian melangkah keluar kelas. Disusul mahasiswa yang lain.


“Ikut lomba yuk Sa!” ajak Juliana.


“Pengen banget ikut yah Jul? Sebenarnya saya agak malas ikut lomba debat sih. My husband kurang enak badan sejak kemarin,” keluh Nisa.


“Yah, sayang sekali. Saya gedeg tahu Sa diremehkan Mirna terus. Hanya karena kita berasal dari kampung, seenaknya saja dia mengunci kita dari pergaulannya. Kita harus kasih dia pelajaran Sa.”


“Be humble aja Jul, always rendah hati. Peduli amat sih kamu dengan omongannya Mirna. Biarin aja kali dia berkoar-koar, jangan dibalas. Nanti malah makin menjadi-jadi dia.”


“Justru karena itu Sa. Dia bakal ikut lomba debat besok bareng kak Adam. Kalau dia menang dia akan semakin menjadi-jadi di kelas. Bukan hanya kita yang akan dihina, tapi teman yang lain juga Sa. Please kita daftar ya, saya chat pak Dani sekarang. Okay?”


“Tapi kita belum pelajari tema debatnya sama sekali Jul. Lombanya besok loh ini, nggak usah nekat deh!”


“Malam ini nginap di kostku saja. Kita pelajari semua tema debat bersama. Please mau dong Sa,” rengek Juliana.


“Entahlah Jul. Saya bilang ke pak Ayyas dulu ya. Kalau diizinkan, nanti saya ke kost kamu.”


“Okay, kabari secepatnya yah. Kalau kamu tidak mau ikut saya ajak Salsa saja.”


Nisa hanya mengangguk.


***


“Juliana ngajakin ikut lomba debat . . .”


“Ikut saja, kamu pasti mau minta izin kan?” Pak Ayyas memotong ucapan istrinya.


“Iya, tapi malam ini harus nginap di kostnya Juliana. Soalnya lombanya besok banget, sementara kami berdua belum mempelajari tema-tema debatnya sama sekali.”


“Lombanya besok ya? Kebetulan sekali jam ngajar saya cuman satu besok. Apa boleh orang luar ikut menyaksikan lomba debatnya?”


“Kalau itu belum tahu honey. Nanti saya tanyakan ke panitia lombanya.”


“Terus kapan mau berangkat ke kostnya Juliana?” tanya pak Ayyas sembari mengganti pakaiannya.


“Sekarang.”


Nisa mengambil pakaian ganti untuk ia pakai di lomba besok. Jadi besok tinggal berangkat ke kampus bareng Juliana tanpa harus balik dulu ke kostnya.


Setelahnya, pak Ayyas mengantar Nisa ke kost Juliana. Sebenarnya jaraknya tak begitu jauh dari kost mereka. Tapi karena sangat menyayangi istrinya, pak Ayyas bersikukuh untuk mengantar istri tercintanya itu.

__ADS_1


“Ingat makan ya, jangan sampai karena terlalu asyik belajar kamu sampai lupa makan. Traktir Juliana juga sekalian.”


“Siap honey.”


“Assalamu ‘alaykum,” ucap pak Ayyas sebelum melajukan mobilnya kembali ke kost.


“Wa’alaykumsalam warahmatullah.”


Nisa lalu mengetuk pintu kost Juliana setelah pak Ayyas pergi.


“Siapa di luar?” Juliana yang tengah mencuci piring mematikan kran air untuk memastikan siapa gerangan si pengetuk pintu kostnya itu.


“Ini saya Jul,” ucap Nisa setengah berteriak.


Juliana segera membukakan pintu untuk Nisa.


“Emang keren si Beruang. Suami idaman beut lah pokonya, selalu ngesupport istri untuk berkembang. Semoga suami saya nanti jauh lebih baik dari pak Ayyas, ha ha. Ayo cepat masuk Sa, sudah dari tadi saya menunggu kamu.”


Nisa masuk, diletakkannya tasnya di antara rak buku Juliana dan tempat tidur yang berukuran sedang itu.


“Saya chat pak Dani dulu untuk daftar lomba debat.” Juliana mulai mengotak-atik gawainya.


“Okay. Sekalian tanyakan ke pak Dani juga


“Kata pak Dani boleh Sa,” Juliana memperlihatkan isi chatnya dengan pak Dani.


Nisa langsung mengirimkan chat ke pak Ayyas. Menginfokan kalau dia bisa datang menyaksikan mereka.


“Untuk ban pet kalau kontra kita tekankan saja di segi kesehatannya. Memiliki hewan peliharaan dapat memperkuat sistem imun juga dapat meredakan stres. Bagaimana menurut kamu Jul?”


“Ide bagus, nanti kita kembangkan menjadi beberapa poin. Untuk pro kita bilang saja kalau bulu hewan dapat menimbulkan alergi, terutama pada bayi.”


“Nice idea Jul. What about tema tiger parenting?”


“Untuk pronya kita tekankan di pembentukan karakter anak. Kita tonjolkan kalau anak yang diasuh dengan pola tiger parenting akan tumbuh dengan sikap yang lebih disiplin. Kita bahas juga meskipun metode tiger parenting ini cenderung keras tapi penganutnya berhasil membentuk anaknya menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Kontranya bangusnya apa yah Sa?”


“Anak-anak di bawah pola asuh tiger parenting selalu takut membuat kesalahan karena orang tuanya cenderung menghukumnya jika berbuat salah. Kita bahas juga kalau anak-anak yang selalu hidup di bawah bimbingan orang tua dapat menyebabkan mereka menjadi lebih bergantung pada orang lain. Akibatnya anak-anak ini cenderung sulit untuk hidup mandiri.”


“Perfect statement, kita buat dulu list poin-poinnya.” Juliana mulai menuliskan poin per poin di bukunya.


Mereka terus belajar dan istirahat ketika bunyi keroncongan perut Nisa terdengar oleh Juliana.


“Lapar yah Sa? Duh, sorry ya saya belum masak apa-apa ini. Biasanya kamu yang masak. Semenjak kamu pindah kost saya lebih sering makan mie instant, praktis dan murah.” Juliana tersipu.

__ADS_1


“Yup, saya masak dan kamu yang membersihkan. Ha ha ha, cari makan yuk! Stay calm, ditraktir my Bear ini.”


“Alhamdulillah rezeki anak sholehah. Butuh adek madu nggak Sa?” tanya Juliana iseng.


“Nggak lah. My husband is only for me.”


Mereka kemudian melangkah keluar kost, ke tempat mas penjual biasa nongkrong. Nisa memesan dua bungkus es doger dan juga cilok, makanan kesukaan Juliana.


Alhamdulillah, mereka yang tadinya kelaparan akhirnya sudah kenyang. Mereka pun melanjutkan mempelajari materi debat hingga larut malam.


***


Tepat pukul delapan pagi, panitia pelaksana membuka lombanya. Masing-masing ketua tim diminta untuk mengambil nomor ruangannya.


Tiap ruangan terdiri dari empat tim yang bersaing untuk maju ke babak berikutnya.


Di babak pertama Nisa dan Juliana melakukan kesalahan. Mereka salah kaprah pada tema debat, membuat nilai mereka agak jauh dari posisi delapan besar. Untung saja bukan nilai mereka yang terendah, jadi mereka masih bisa lanjut ke babak berikutnya.


Nisa dan Juliana semakin down saat tahu tim Mirna ternyata berhasil menempati posisi delapan besar. Untuk bisa masuk ke babak berikutnya Nisa dan Juliana harus berjuang lebih keras mengalahkan tiga tim lain.


“Sa lihat, ada pak Ayyas.”


Nisa langsung berbalik ke arah yang Juliana tunjukkan. Terlihat pak Ayyas tengah mengepalkan tangannya untuk menyemangati Nisa.


“Saya harus bisa mengalahkan tiga tim yang lain. Honey sudah bela-belain datang menyemangati. Dia tidak boleh melihat kekalahan saya.” Nisa bermonolog dalam hati.


Sebisa mungkin Nisa dan Juliana menyanggah argumen dari pihak lawan untuk menambah poin. Mereka sebagai pembicara pertama juga berbicara cukup panjang agar poin yang mereka dapatkan juga maksimal. Dengan itu, mereka berhasil mengalahkan tiga tim lainnya.


Kini memasuki babak terakhir. Tim yang masuk empat besar berdebat dengan disaksikan langsung oleh peserta yang lain. Pak Ayyas yang juga berada di ruangan itu terus menyemangati Nisa.


Akhirnya lomba berakhir dengan kemenangan kelompok Ira dan Firman. Ira, senior yang sangat fasih berbahasa Inggris. Firman, fakta dan opininya selalu berhasil membuat juri mengangguk setuju. Sangatlah layak jika mereka yang menjadi juara pertama.


Di posisi ke dua dimenangkan oleh mahasiswa senior. Juliana dan Nisa meraih juara tiga.


Karena hanya ada tiga tim pemenang, maka tim Mirna tidak dikategorikan sebagai pemenang.


Nisa merasa sangat senang atas kemenangannya dengan Juliana. Ia langsung menghampiri pak Ayyas setelah mengambil sertifikat, trofi, dan juga amplop berisikan uang tersebut.


Di sisi lain, Mirna berusaha menggoda pak Ayyas dengan lirikan mata dan senyumnya. Bukannya tergoda, pak Ayyas malah membalas lirikan Mirna dengan tatapan sinis penuh kebencian.


“Ternyata suaminya si Nisa jauh lebih ganteng kalau dilihat langsung. Sial, dia tidak salting sama sekali. Baru kali ini ada lelaki yang tidak tergoda dengan lirikanku. Sekarang kamu mungkin menolakku Yas. Kupastikan besok-besok justru kamu yang akan bertekuk lutut mengemis cintaku,” batin Mirna.


*Jangan lupa tinggalkan jejak kakak

__ADS_1


Mohon maaf, author tidak memberikan visual. Soalnya selera tiap orang berbeda. Takutnya visual yang author kasih tidak sesuai dengan ekspektasi readers.


__ADS_2