
Darwin berkeliling sepanjang jalanan di kota tempatnya tinggal itu. Dia mencari pekerjaan di beberapa toko,tapi cukup sulit baginya.
"Huft, ini tempat terakhir yang aku kunjungi hari ini. Semoga hasilnya baik," gumam Darwin ketika masih duduk di atas motornya.
"Tolong!Jambret!" teriak seorang gadis tak jauh dari posisi Darwin.
Pria itu bergegas menghidupkan motornya. Dia hendak mengejar jambret itu. Aksi saling kejar-kejaran terjadi. Darwin akhirnya bisa menghentikan para penjambret itu.
"Hei siapa kamu? Jangan ikut campur!" teriak penjambret itu.
"Serahkan tas itu sekarang juga!" Darwin tak gentar.
"Sialan, bocah tengik!" dua orang penjambret itu turun dari motor untuk melawan Darwin.
Terjadi perkelahian antar mereka berdua. Sedangkan gadis yang menjadi korban tadi berlari mengejar mereka.
Darwin berhasil menang melawan keduanya. Dan merebut tas dari mereka. Dua orang itu segera kabur karena beberapa orang mendekati Darwin untuk membantu pria itu.
Darwin mendekati gadis tadi. Lalu menyerahkan tas itu pada pemiliknya.
"Terima kasih banyak kak, untung ada kakak," ucap gadis itu.
"Iya sama-sama. Lain kali lebih berhati-hati di jalan ya," ucap Darwin padanya.
"Iya kak, oh iya ini untuk kakak," gadis itu mengambil beberapa lembar uang dari tasnya. Lalu memberikan pada Darwin. Namun pria itu menolaknya.
"Tidak perlu,simpan kembali. Maaf ya aku harus pergi," Darwin naik ke atas motornya dan segera meninggalkan gadis itu.
"Hei kak siapa nama kamu?" tanya gadis itu pada Darwin. Namun sayang Darwin tidak mendengarnya karena suara bising dari motor miliknya.
"Yah sayang sekali tidak tahu siapa namanya. Dia sangat tampan juga baik hati," gadis bernama Leira itu terpesona dengan Darwin.
Dia juga harus segera kembali.Leira hendak menemui mamanya yang berada di tempat kerjanya, karena ada hal yang ingin dia sampaikan pada wanita itu.
Darwin masuk ke dalam restoran sebelumnya. Dia merapikan bajunya terlebih dahulu sebelum menemui pemilik restoran itu.
"Semangat Darwin, demi Rein!" ucap Darwin menyemangati dirinya sambil teringat wajah cantik Rein.
Perlahan langkahnya menuju ke restoran itu. Beberapa pasang mata memperhatikan wajah tampan miliknya. Darwin sudah terbiasa akan hal itu.
"Permisi, bolehkah saya bertemu dengan pemilik restoran ini?" tanya Darwin pada salah satu karyawan di sana.
"Anda siapa ya? Apakah sudah membuat janji dengan beliau?" tanyanya.
"Belum, tapi saya hendak melamar pekerjaan di sini,"jawab Darwin.
__ADS_1
"Wah sepertinya sudah tidak ada lowongan lagi di sini," jawab yang lain.
"Benarkah?Sayang sekali,kalau begitu saya permisi!" pamit Darwin sedikit kecewa. Tempat terakhir yang dia datangi ternyata sudah penuh.
Darwin berjalan ke arah pintu keluar restoran itu dengan sisa semangatnya. Dari luar pintu restoran,Leira menuju ke arahnya. Sedangkan Darwin hendak pergi. Keduanya berpapasan di depan pintu.
"Loh kakak yang tadi kan?" tanya Leira senang. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan pria itu lagi.
"Oh kamu yang tadi ke jambret ya?"tanya Darwin mengingat wajah Leira.
"Iya kak, oh iya siapa nama kakak? Aku Leira," ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Aku Darwin, maaf ya aku harus pergi!" Darwin ingin segera pulang.
"Kakak gak makan dulu, Leira traktir ya? Sebagai ucapan terima kasih?" tanya Leira.
"Tidak, terima kasih. Aku sedang mencari pekerjaan. Jadi tidak bisa menerim traktiran mu," balas Darwin sopan.
"Mencari pekerjaan?" tanya Leira.
"Ya," Darwin menganggukkan kepalanya.
Dari belakang mereka datang seorang wanita dengan penampilan yang rapi dan elegan.Dia mendekati keduanya.
"Leira?" panggil wanita itu pada Leira.
"Siapa dia nak? Kelihatannya sangat akrab?" tanya wanita bernama Sera itu.
"Ini ma, kak Darwin. Dia tadi menolong Leira saat di jambret di jalan."
"Benarkah? Terima kasih ya nak Darwin?" ucap Sera pada Darwin.
"Sama-sama tante. Saya kebetulan saja sedang lewat tadi," balas Darwin sopan.
"Oh iya ma, kak Darwin ini tengah mencari pekerjaan.Mama masih ada lowongan tidak?" tanya Leira membujuk mamanya.
Sera bisa melihat keinginan putri semata wayangnya. Gadis itu sepertinya tengah tertarik pada pria yang tadi menolongnya.
"Ada,masih ada kok. Ayo nak Darwin kita duduk di dalam dulu," ajak Sera. Darwin merasa tidak enak, tadi dia di beritahu bahwa sudah tidak ada lowongan lagi. Tapi kini tiba-tiba sang pemilik restoran mengatakan masih ada.
"Baik tante," balas Darwin. Ketiganya masuk ke dalam restoran. Duduk di salah satu meja Vvip di sana.
Darwin merasa sedikit canggung pada keduanya. Dirinya baru mengenal mereka beberapa menit yang lalu. Sekarang malah membahas pekerjaan.
"Nak Darwin apa lulusan terakhir mu?" tanya Sera.
__ADS_1
"Saya sebenarnya masih pelajar tante," jawab Darwin.
"Hah masih pelajar, kenapa mencari pekerjaan nak?" tanya Sera terkejut.
"Aku hanya ingin mencari tabungan ku sendiri tante. Di masa depan aku juga harus bekerja, sekarang mulai belajar bekerja, juga bukan hal buruk kan?" ucap Darwin.
"Bagus, aku senang melihat anak muda seperti mu ini. Jarang-jarang bisa menemukanmu," balas Sera.
"Tante terlalu memuji saya," balas Darwin merendah.
"Baiklah, besok kamu bisa bekerja di sini. Sebagai pelayan restoran,tidak masalah kan?" tanya Sera.
"Tidak masalah tante, terima kasih untuk pekerjaannya. Saya akan berusaha sebaik mungkin," balas Darwin.
"Seharusnya tante yang berterima kasih. Karena kamu telah menolong putri tante."
Darwin hanya membalasnya dengan senyum kecil di bibirnya. Sekilas dia teringat oleh Rein yang mungkin sedang menunggunya untuk pulang.
Di luar hari mulai gelap, Darwin harus segera kembali. Jika tidak mungkin Rein akan mengkhawatirkannya.
"Baiklah tante, Darwin akan kembali ke sini besok. Sekarang saya pamit dulu," ucap Darwin sebelum pergi dari restoran itu.
"Iya silahkan," balas Sera.
"Aku antar ya kak Darwin," ucap Leira. Darwin hanya membalasnya dengan senyuman saja.
"Kenapa dia belum pulang juga?" gumam Rein di depan rumah Darwin. Dia duduk di teras rumah pria itu. Menanti suaminya untuk pulang.
"Apa dia langsung bekerja? Atau masih mencari pekerjaan? Haruskah aku juga mencari pekerjaan?" gumam gadis itu sambil duduk termenung sendirian.
"Kenapa harus ikut bekerja? Kamu fokus saja dengan pelajaran mu!" Darwin tiba-tiba datang dan menyentil kening Rein dengan jarinya.Menyadarkan gadis itu dari lamunannya tadi.
"Darwin, sejak kapan kamu pulang?" tanya Rein.
"Kamu ini melamun kan apa sih?Aku pulang saja tidak tahu?" tanya Darwin,dia ikut duduk di samping istrinya.
"Habisnya aku hanya duduk-duduk saja seharian ini. Membosankan sekali?" balas Rein.
Darwin merangkul Rein, mencium rambutnya yang selalu harum bagi Darwin.
"Maaf ya Rein, aku seharian sibuk mencari pekerjaan.Dan membiarkan kamu sendirian di rumah," ucap Darwin menyesal.
"Sudahlah,aku tidak masalah. Bagaimana hari ini? Apa kamu mendapatkan pekerjaan?" tanya Rein antusias.
"Ya, tapi hanya menjadi pelayan restoran. Kamu tidak malu kan kalau aku bekerja paruh waktu seperti ini?" tanya Darwin.
__ADS_1
"Kamu bilang apa sih? Aku gak malu, kamu kerja apapun. Yang penting pekerjaan yang baik," balas Rein.
"Makasih ya Rein," Darwin mencium kening Rein lembut. Di hatinya semakin terasa nyaman dan bahagia saat dekat dengan gadis itu. Darwin benar-benar sudah jatuh ke dalam pesona Rein sepenuhnya.