Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Paman Terbaik


__ADS_3

Ilham menatap kakak iparnya dengan wajah penuh amarah. Pria itu telah mendapatkan satu pukulan di wajahnya. Tepat mengenai sudut bibir milik Ilham.Rendra lah orang yang memukul pria itu.


"Heh! Apa dengan memukulku kamu bisa mendapatkan hati Darwin?" ucap Ilham sambil menyeringai.


"Semua ini karena kamu yang terlalu memanjakannya! Kamu juga terlalu mempengaruhi dia untuk melawanku kan?" tuduh Rendra pada Ilham.


"Mempengaruhi? Kamu pikir Darwin itu masih anak kecil? Dia tahu mana yang benar dan mana yang salah!" balas Ilham tak lagi menahan amarahnya.


"Apa dengan menjodohkan dia dengan gadis pilihanmu.Lantas membuat Darwin bahagia? Dimana kamu, saat dia membutuhkan ayahnya? Dimana kamu saat kakak ku di ujung maut? Kamu tidak ada. Sekarang kamu tiba-tiba datang dan ingin mengatur hidup Darwin, jelas saja dia tidak akan mau." Ilham mengatakan apa yang ada dalam hatinya selama ini.


Dia ingin sekali memukul pria di hadapannya ini demi sang kakak. Mama dari Darwin yang merupakan kakak perempuan satu-satunya yang di miliki Ilham. Harus pergi meninggalkan Darwin ketika pria itu masih kecil.


Ilham ingat semua perbuatan Rendra yang menyakiti hati kakaknya.


"Kamu? Berani mengatakan hal seperti itu padaku?" Rendra hendak memukul wajah Ilham kembali. Namun kali ini ada tangan Darwin yang menahannya.


Dengan sorot mata tajam, pria itu menghempaskan tangan Rendra yang hendak memukul pamannya.

__ADS_1


"Jangan lagi berani memukul paman! Papa pergilah!" pinta Darwin dengan wajah dingin.


"Kalian! Benar-benar membuatku kesal!" Rendra pergi dari rumah Ilham. Darwin menatap sang paman yang menghapus darah di sudut bibirnya.


"Maaf paman! Semua ini karena Darwin lemah!" ucap Darwin memperlihatkan sisi kekanakan pria itu. Ilham bisa mengerti, dia memeluk Darwin.


Meski sekarang dia sudah tumbuh lebih besar darinya. Namun tetap saja bagi Ilham, Darwin adalah keponakannya yang masih kecil.


Ilham telah merawat Darwin sejak pria itu berumur tiga belas tahun. Sejak Ilham masih kuliah,dia yang merawat Darwin seorang diri.


"Kenapa paman tiba-tiba membahas dia?" wajah Darwin tiba-tiba memerah.


"Apa sih yang tidak paman tahu? Siapa yang kemarin menyembunyikannya di bawah selimut?" Ilham akhirnya membuka rahasia Darwin. Pria itu tak bisa lagi menyembunyikan rasa malunya.


"Paman! Jadi paman tahu!" ucap Darwin.


"Tentu saja tahu, ada sandal anak perempuan di depan rumah. Jadi menurutmu milik paman?" ledek Ilham pada keponakannya.

__ADS_1


Darwin hanya bisa tersenyum malu. Dia ketahuan juga telah menyembunyikan Rein di kamarnya.


Ilham memukul pundak Darwin.


"Tidak apa-apa jika jatuh cinta. Yang terpenting jangan sampai merusak anak gadis orang!" Ilham memberi nasihat pada keponakannya itu.


"Baiklah paman!" balas Darwin.


Rumi melempar tas selempang miliknya ke atas ranjang. Dia duduk di pinggir ranjangnya. Dia sangat kesal akan hari ini. Melihat Darwin yang ingin di jodohkan dengan dirinya. Juga melihat pria itu lebih memilih Rein sebagai wanita yang dia suka.


Rumi semakin kesal dengan gadis itu. Dia ingin menyingkirkan Rein agar dia bisa memiliki Darwin.


"Tapi bagaimana caranya ya?" gumam Rumi memikirkan cara untuk membuat hubungan mereka merenggang.


Rumi lalu teringat Gue, pria itu sepertinya memiliki rasa pada Rein. Rumi bisa menggunakan dia ini untuk membuat Rein dan Darwin salah paham.


"Guen pasti bisa membantuku!" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2