
Darwin masih tidur di samping Rein ketika gadis itu terjaga. Rein menatap wajah tampan milik Darwin.
Tiba-tiba telinga Rein berdengung. Dia segera menutup kedua telinganya.
"Bunuh dia Rein!" ada suara yang membisik di telinga gadis itu.
Rein menggelengkan kepalanya. Tidak mau menuruti bisikan itu.
"Bunuh dia!" Bisikan itu terasa dekat dengan dirinya.
Sekuatnya Rein menolak, namun tatapannya berubah kosong. Tangan kanannya mengambil belati di atas meja dekat ranjangnya.
Seperti tengah di kendalikan, Rein mengarahkan belati itu ke arah dada bidang milik Darwin. Mengincar jantung pria itu.
Tapi sebelum benar-benar menusuk Darwin. Rein kembali sadar,dia segera menjauhkan belatinya dari tubuh Darwin.
"Apa?Apa yang aku lakukan?" tanya Rein pada dirinya sendiri. Gadis itu tampak bingung.
Dia lalu bergegas pergi menjauh dari Darwin. Setelah memakai pakaiannya. Rein keluar dari kamarnya. Di luar masih gelap gulita karena masih tengah malam.
Rein menyadari ada yang salah pada dirinya saat ini. Dia menatap kedua telapak tangannya.
"Kenapa tanpa sadar ingin membunuhnya? Ini pasti ada yang salah dengan diriku!" gumam Rein.
Tangan kanan Darwin hendak memeluk tubuh Rein. Namun tangannya hanya mengenai udara yang kosong. Dia meraba-raba tempat tidur mereka.
"Rein!" panggil Darwin, kedua matanya mulai terbuka. Dia melihat ke luar jendela masih gelap.
"Kemana dia?"tanya Darwin mencari Rein ke segala sudut di ruangan itu. Namun tidak menemukannya di sana.
"Apa dia tengah ke kamar mandi?" tanya Darwin lagi menebak. Dengan segera dia memakai pakaiannya.
Dia keluar dari kamar untuk mencari dimana Rein berada. Langkahnya mengarah pada sebuah bayangan sosok Rein tak jauh dari kamar mereka.
Rein tengah berdiri sambil menatap kedua tangannya.
"Apa yang dia lakukan di sana?" gumam Darwin heran.
Darwin mendekati Rein,lalu menyentuh pundak gadis itu.
"Rein!" panggil Darwin.
Rein terkejut dan berbalik badan. Tapi gadis itu tiba-tiba menyerang Darwin dengan kekuatan yang telah aktif kembali di dalam tubuhnya. Darwin yang tidak siap, harus terpental ke belakang.
"Ugh! Rein apa yang kamu lakukan? Ini aku Darwin!" ucap Darwin.
Pria itu terkejut dengan perubahan warna mata Rein. Kedua matanya berubah menjadi biru laut.
__ADS_1
"Rein apa yang terjadi?" tanya Darwin. Rein tanpa sadar mengarahkan kakinya ke tempat Darwin. Hendak mencengkeram pria itu dan melukainya kembali.
Darwin tidak ingin melukai Rein jika harus melawannya. Tapi apa yang terjadi pada Rein. Darwin belum bisa mengerti.
"Rein sadarlah!" Darwin segera berdiri untuk menahan Rein yang hendak membunuhnya.
Plak!
Darwin terpaksa menampar Rein agar gadis itu sadar kembali. Dan usahanya berhasil, kedua mata Rein mulai berwarna normal lagi. Gadis itu seperti kebingungan.
"Darwin! Kenapa ada luka di bibirmu?" tanya Rein yang melihat Darwin terluka karena ulahnya. Dia tidak menyadari itu.
"Ini tidak apa-apa,hanya tikus kecil yang melakukannya." Darwin bingung kenapa Rein tidak sadar bahwa dia yang melukai dirinya.
"Siapa yang mengendalikan mu?" batin Darwin bertanya-tanya.
"Kenapa kita ada di sini?" tanya Rein lagi.
"Sudahlah, jangan banyak bertanya lagi! Ayo kita kembali ke kamar!" ajak Darwin pada Rein.
Keduanya segera kembali ke kamar mereka. Darwin tampak waspada jika Rein akan berulah kembali.
Darwin perlu mencari tahu penyebab Rein memiliki warna mata berbeda tadi.Dia membawa Rein ke kamarnya. Meminta gadis itu untuk tidur kembali. Karena hari masih larut.
Darwin tidak tidur, dia menjaga Rein sampai pagi tiba. Gadis itu terbangun dan melihat Darwin yang duduk di samping ranjang.
"Vampir akan baik-baik saja meski kurang tidur!" jawabnya.
"Ah iya,kamu benar sekali!"
"Darwin, kamu mau pergi?" tanya Rein ketika melihat pria itu sudah rapi dengan pakaiannya.
"Iya, aku akan ke istanaku hari ini."
"Aku ikut!" Rein tiba-tiba begitu bersemangat ingin bersama dengan Darwin.
"Baiklah, cepatlah bersiap!" pinta Darwin. Rein mengangguk dan segera beranjak dari tempat tidur.
Dia ingin ikut pria itu karena takut jika Rumi akan menggodanya kembali. Dan akhirnya mereka akan bersama lagi. Rein tidak akan rela.
Setelah beberapa menit bersiap. Rein akhirnya muncul juga. Gadis itu tampak cantik di lihat dari sisi manapun. Darwin baru menyadarinya sejak jatuh cinta pada gadis itu.
"Sudah siap?" tanya Darwin.
"Sudah,ayo!" ajak Rein. Keduanya segera berpegangan tangan,lalu melakukan teleportasi ke istana milik Darwin.
Ketika sampai, Darwin dan Rein telah di sambut oleh Zeun. Pria itu tersenyum ke arah keduanya.
__ADS_1
"Selamat datang pasangan kekasih baru kita," ucapnya.
Darwin mulai waspada,dia tidak melepaskan tangan Rein dari tangannya.
"Kenapa dia bisa tahu kalau aku akan ke sini?" batin Darwin heran.
"Kamu!" Darwin membenci pria itu dari dulu.Dia adalah musuh paling merepotkan bagi Darwin. Zeun sebenarnya tidaklah sekuat yang orang-orang bicarakan. Namun pria itu pandai bermain trik.
Membunuh lawannya dengan cara diam-diam. Karena hal itulah Darwin tersegel olehnya dahulu.
"Apa kabar Darwin? Kita bertemu lagi!" ucapnya sambil tersenyum mengejek.
"Jangan banyak bicara didepan ku!" Darwin tidak menutupi ke kekesalannya. Rein bisa melihat itu dari wajah kekasihnya.
"Darwin-Darwin. Apa begini sikapmu pada teman baikmu sendiri? Lupakan lah masalah yang dulu,aku terpaksa melakukannya demi ketenangan dunia manusia," ucap Zeun mengingatkan tentang masalah keduanya.
"Aku tidak akan pernah berdamai dengan manusia licik sepertimu," jawab Darwin.
Ingatan mereka berdua kembali teringat. Dimana Darwin, Zeun dan Rumi adalah sahabat sejak kecil.
Rumi dan Zeun adalah manusia. Sedangkan Darwin adalah vampir murni. Mereka saling menyayangi satu sama lainnya sebagai sahabat.
Hingga hadir rasa cinta diantara mereka ketika beranjak dewasa.Zeun mencintai Rumi, namun gadis itu malah memilih Darwin sebagai dambaan hatinya.
Zeun yang mengetahui hal itu tidak bisa menerimanya. Karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Demi mendapatkan hati Rumi, Zeun menggunakan segala cara untuk menjatuhkan kaum vampir. Dengan mengadu domba dua kaum itu.
Karena fitnah yang di lakukan oleh Zeun. Kaum vampir di musnahkan satu persatu oleh manusia. Hingga sekarang mereka masih memburu kaum vampir.
Meskipun berhasil menyegel Darwin. Namun Rumi juga tidak bisa dia miliki. Wanita itu memilih terbunuh dari pada harus bersama Zeun.
Setelah mengingat tentang masa lalu itu. Darwin semakin benci dengan Zeun. Pria itu telah merebut semua keluarganya. Termasuk membunuh Alee, keluarga satu-satunya yang Darwin miliki.
Dendam di hati Darwin semakin kuat pada Zeun.
"Rein bunuh Darwin!" perintah Zeun. Darwin tampak bingung kenapa Zeun meminta Rein untuk membunuhnya.
Ketika Darwin berbalik badan, Rein yang sejak tadi diam di belakang Darwin. Tiba-tiba mengeluarkan pedang miliknya. Kedua mata Rein juga berubah biru seperti semalam.
"Rein!" panggil Darwin. Pria itu akhirnya tahu alasan Rein tampak aneh. Ternyata Zeun yang melakukannya. Dia mengendalikan gadis itu.
Rein dengan segera menyerang Darwin. Pria itu harus menghindar jika ingin tetap hidup.
Darwin menggunakan pedang miliknya untuk menangkis pedang milik Rein.
Zeun menikmati pertarungan mereka. Dia tidak menyangka Rein lumayan kuat untuk boneka mainan Zeun.
__ADS_1