Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Dua Gadis


__ADS_3

Rein dan Darwin tidur di atas tumpukan jerami. Keduanya saling memunggungi. Rein belum bisa tertidur, dia masih teringat oleh gadis yang bersama dengan Darwin.Ada sedikit hal yang mengganjal di hatinya. Ingin sekali menanyakan hal itu pada Darwin.


Saat ini Darwin tengah memikirkan apa yang tadi di ucapkan oleh Alee. Tentang kemungkinan kekuatannya ada pada Rein. Jika dipikir memang seharusnya Rein memiliki sesuatu yang bisa membuka segelnya.Darwin masih belum menemukan jawaban itu. Karena sulit melihat masa lalu Rein.


Perlahan dia mencoba menutup mata. Hingga senyap yang ada di ruangan itu.Darwin mulai tertidur.


"Siapa gadis tadi?" tanya Rein di keheningan malam. Belum ada jawaban dari Darwin.


"Apa dia kekasihmu? Sepertinya kamu sangat akrab dengannya." Rein kembali menanyakan apa yang ada pada pikirannya. Tak tahu mengapa dia ingin sekali marah pada Darwin.Belum juga ada jawaban dari Darwin.


Rein lalu menghadap ke punggung Darwin. Punggung itu tampak tegap, dua kali lebih lebar dari miliknya. Tangan Rein tiba-tiba menjulur ke arah punggung Darwin.


Ingin menyentuhnya, dan juga memeluknya dari belakang. Rein segera sadar dengan apa yang hendak dia lakukan.


"Apa yang kamu lakukan Rein?" dia menarik lengannya kembali.


"Kenapa tidak menjawab Darwin?" tanya Rein lagi.


Gadis itu lalu memeriksa Darwin apakah pria itu tertidur atau belum.


"Ternyata tidur!" gerutu Rein. Sia-sia dia bertanya tadi. Nyatanya Darwin sudah tertidur lelap.


"Darwin siapa kamu sebenarnya? Kenapa banyak hal yang tidak aku ketahui dari dirimu?" batin Rein. Dia akhirnya terlelap setelah malam mulai larut.


Seperti biasa Darwin pasti akan terbangun di tengah malam. Dia tak lupa memberi pelindung untuk Rein sebelum dia keluar dari gubuk itu.


Sebuah pembatas yang tidak bisa di masuki oleh orang yang berniat jahat pada gadis itu. Darwin lalu keluar dari gubuk. Melompat ke atas sebuah bangunan yang lumayan jauh dari tempat Rein tidur.


"Keluarlah!" ucap Darwin. Bayangan hitam dengan cepat muncul di depannya.


"Tuan," sapa mereka. Ada sekitar lima orang yang mengelilingi Darwin.

__ADS_1


"Bagaimana persiapannya?" tanya Darwin


"Sudah hampir selesai tuan, tapi bagaimana dengan inti batu kekuatan milik tuan? Apakah sudah menemukannya?" tanya salah satu dari mereka.


Mereka adalah orang-orang yang di percaya oleh Darwin. Saat ini mereka tengah menyusun sebuah rencana. Karena penguasa sesungguhnya telah bangkit kembali. Darwin harus segera merebut tahtanya.


"Belum, tapi aku merasa batu itu sangat dekat denganku!" jawab Darwin yang merasakan sejak dia bangkit batu itu seperti ada di sekitarnya. Namun Darwin belum menemukan dimana dia.


"Baik tuan, kami juga akan membantu mencarinya."


"Terima kasih, tapi aku minta jangan memberitahu rencana kita pada Alee." Pinta Darwin.


"Baik tuan," jawab mereka.


"Pergilah!" Darwin meminta mereka untuk kembali.


Mereka segera menghilang dengan cepat.Di belakang pria itu, seorang gadis dengan jubah perak mendekati Darwin. Dia hendak menghunuskan pedang ke arah punggung pria itu.


"Bagus juga insting mu?"ucap gadis itu.


"Siapa kamu?" tanya Darwin.Dari suaranya, Darwin merasa sangat familiar. Tapi dia tidak ingat suara siapa itu.


"Halo Darwin, kita bertemu kembali!" Gadis itu membuka penutup kepalanya. Memperlihatkan wajahnya pada Darwin.


Darwin terkejut melihat sosok yang berdiri di depannya itu. Tapi dalam sekejap dia mengarahkan pedangnya kembali.


"Bukan waktunya untuk terkejut Darwin!" ucap gadis itu sudah berada tepat di depan mata Darwin.


Darwin refleks menghindar, gadis itu tidak berhenti menyerangnya kembali. Berkali-kali menyerang hingga Darwin terluka di lengannya.


"Sayang sekali kamu tidak mau melawan Darwin? Apakah hatimu masih selemah yang dulu!" tanyanya mengejek Darwin.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa hidup kembali?" tanya Darwin tidak percaya dengan penglihatannya.


"Sama sepertimu, aku sekarang hidup abadi." Jawabnya singkat.


Darwin tidak percaya dengan apa yang dia katakan.


"Darwin!" panggil Rein dari bawah bangunan. Gadis itu mencarinya.


"Ah sepertinya ada tikus pengganggu.Sampai jumpa lain waktu!" gadis yang tadi menyerangnya pergi meninggalkan Darwin yang masih termenung.


"Darwin!" panggil Rein lagi,gadis itu mendekatinya.


"Sedang apa kamu di sini?" tanya Rein.Melihat Darwin yang tidak meresponnya. Rein lalu memukul pundak Darwin.


"Rein," Darwin tersadar dari lamunannya.


"Kenapa bengong?"


"Ah tidak, ayo kita kembali!" ajak Darwin, dia belum bisa menceritakannya pada Rein. Tentang siapa yang tadi dia temui.


"Lebih baik kita segera ke istana ku. Aku tidak ingin membuang-buang waktu lagi!" Rein sudah memikirkannya. Dia harus kembali secepat mungkin.


"Baiklah," jawab Darwin singkat. Rein merasa ada yang aneh dengan Darwin malam ini.


Gadis yang tadi menyerang Darwin mengamati keduanya dari kejauhan. Tampak di sudut bibir gadis itu terangkat.


"Jadi gadis itu bernama Rein? Sehebat apa dia bisa bersamamu?" gumam gadis berjubah perak tadi.Dia menyimpan kembali pedang ke dalam sarung pedangnya. Dia kembali karena pria itu. Tapi melihat dia bersama dengan seorang gadis membuatnya ingin segera melenyapkan Rein.


Rein dan Darwin segera menuju ke istana. Perjalanan mereka tak akan semudah yang terlihat. Banyak rintangan yang akan mereka lewati ketika masuk ke dalam istana.


Karena seseorang sudah membuat rencana untuk Rein. Kehadiran gadis itu adalah bahaya bagi kedudukannya. Paman pertamanya,Daga penguasa negeri ini yang merampas paksa hak milik Rein.

__ADS_1


__ADS_2