
Wajah Rein mulai memucat dari sudut bibirnya keluar darah segar.
"Uhuuk!" Rein batuk dan mengeluarkan darah lebih banyak. Dia tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Karena Rein memaksa tubuh itu untuk mengaktifkan kekuatan di dalam dirinya.
Rein jatuh di samping tubuh Darwin. Di sisa waktu yang dia miliki. Perlahan Rein menggerakkan tubuhnya ke atas tubuh Darwin. Ketika mulut mereka sudah sejajar.
Rein mencium bibir Darwin. Dia tengah mengeluarkan batu permata yang ada dalam tubuhnya. Untuk dia kembalikan pada Darwin.Itu berarti Rein telah siap untuk pergi selamanya.
Cahaya terang keluar dari mulut Rein dan berpindah ke mulut Darwin. Perlahan batu itu menyatu dengan separuh batu yang ada dalam tubuh Darwin.
Rein tersenyum bahagia ketika merasakan jantung Darwin perlahan berdetak kembali. Pria itu akan hidup lagi.
Kedua mata Rein mulai terasa berat. Di tangannya,tanda itu sudah menghilang sepenuhnya.
"Darwin!" panggil Rein. Pria itu hidup kembali. Melihat Rein yang penuh darah dan luka membuat Darwin khawatir.
"Rein? Kamu kenapa seperti ini?" Darwin mengamati sekitarnya, tak jauh darinya tubuh Rumi dan Zeun juga penuh luka.
"Akhirnya kamu hidup kembali Darwin. Aku sangat senang, jangan lagi berikan batu permata milikmu padaku, aku akan pergi ke waktu dan tempat yang seharusnya," ucap Rein berpamitan.
"Rein, jangan-jangan kamu memberikan batu permata di dalam tubuhmu pada ku?" tanya Darwin curiga. Rein mengangguk.
__ADS_1
"Bodoh! Kenapa melakukannya!" teriak Darwin. Rein malah tersenyum bahagia.
"Karena aku ingin kamu tetap hidup tenang Darwin. Aku harus pergi, aku sangat mencintaimu!" pesan terakhir Rein sebelum gadis itu menutup rapat kedua matanya.
Darwin tidak percaya dengan apa yang dia lihat.Rein mengorbankan hidupnya untuk Darwin.
"Tidaaaaaaak!" teriak Darwin disertai air mata. Dia tidak ingin kehilangan Rein.
"Bangun Rein! Aku mohon!" pinta Darwin histeris.Tapi Rein telah pergi, jiwanya tidak lagi ada di sana.
Zeun ternyata masih hidup, dia kembali berdiri dan hendak menyerang Darwin diam-diam. Saat pria itu sudah dekat dengan Darwin. Dia mengarahkan pedangnya ke arah pria itu.
Tapi cahaya biru gelap keluar dari tubuh Darwin. Seperti perisai bagi Darwin, Zeun tercengang ketika melihat kekuatan Darwin yang sepenuhnya sudah kembali.
"Bagaimana mungkin?" tanya Zeun tidak percaya.
Pedang milik Zeun hancur seketika, begitu pula tubuhnya. Ikut hancur karena kekuatan Darwin yang sangat besar.
Darwin kehilangan kendali, kekuatannya bisa saja menghancurkan dunia itu. Karena dia sangat sedih kehilangan Rein.Dia berusaha menekan kekuatannya.
Setelah tenang, Darwin mengangkat tubuh Rein dengan kedua tangannya. Membawa tubuh itu pergi dari sana.
__ADS_1
Setiap langkahnya tampak bergetar, dia tidak rela jika Rein pergi begitu saja.
"Bangunlah Rein!" ucapnya di setiap langkah sambil memandang arah depannya.
Di ufuk timur, matahari mulai muncul dari permukaan. Darwin membawa Rein ke pinggir tebing. Dimana mereka dulu pernah hidup bersama di sana. Ketika awal mereka bertemu.
Darwin duduk di tepi tebing itu. Lalu meletakkan tubuh Rein di sampingnya.Menyandarkan wanita itu sambil menopang tubuhnya.
"Rein, lihatlah.Matahari pagi sungguh hangat. Bukankah ini yang sering kita nikmati dahulu disini. Bangunlah Rein!" Darwin menatap matahari yang sudah tampak di arah timur.
Hutan dan kota tampak dari atas tebing itu. Darwin menatap wajah Rein,mengecup bibir gadis itu yang sudah mulai dingin.
"Jika ada kehidupan yang baru. Aku ingin bertemu denganmu kembali, kita akan bersama melewati hari-hari. Hingga kita menua bersama. Tidak akan ada yang memisahkan kita lagi, Rein."
Darwin memeluk tubuh Rein erat. Lalu memejamkan kedua matanya. Membiarkan sinar matahari perlahan membakar kulit vampir Darwin.
Dengan putus asa, Darwin menjatuhkan tubuhnya ke dasar tebing. Jurang kematian yang tidak ada ujungnya itu. Sambil memeluk tubuh Rein. Dia ingin hidup kembali dan tak ingin jauh dari Rein.Sudut bibirnya tidak berhenti tersenyum di detik terakhir dia pergi.
"Sampai jumpa lagi sayangku!" batinnya.
Darwin dan Rein jatuh sampai jauh di dasar jurang. Semakin dalam semakin gelap. Entah sampai kapan keduanya tiba di dasar jurang itu.
__ADS_1
Darwin berharap dia akan hidup kembali di dunia yang berbeda. Dan di sana dia akan bertemu dengan Rein kembali.